Sanitasi Statistik

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sanitasi merupakan usaha pengendalian kebersihan baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Tujuan dari dilakukannya upaya pengendalian ini adalah agar terhindar dari hal yang merugikan fisik, kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh. Hal yang mergikan ini dapat berasal dari fisik, mikrobiologi maupun agen-agen kimia lain.

Bakteri merupakan bagian dari mikrobiologi yang dapat mempengaruhi sanitasi. Penghitungan atau pemeriksaan bakteri dapat digunakan sebagai acuan atas tingkat sanitasi. Dalam penghitungan bakteri digunakan pendekatan secara statistika. Sehingga pemahaman tentang statistika menjadi sangat penting untuk diketahui.

Secara umum, statistik merupakan metode ilmiah dalammengumpulkan, mengklasifikasi, meringkas, menyajikan, menginterpretasikan, dan menganalisis data guna mendukung pengambilan kesimpulan yang valid dan berguna sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang masuk akal(Harinaldi, 2005).

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan konsep dasar statistika :

  1. Populasi
  2. Data dan Sampel
  3. Rata-rata
  4. Statistika dan Parameter
  5. Varian dan Error
  6. Teorema Limit Sentral

1.3  Tujuan

Dari rumusan masalah di atas maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

1.3.1 Mengetahui konsep dasar statistika :

  1. Populasi
  2. Data dan Sampel
  3. Rata-rata
  4. Statistika dan Parameter
  5. Varian dan Error
  6. Teorema Limit Sentral

 

BAB 2. PEMBAHASAN

 2.1 Populasi

Populasi yang sebenarnya dalam ekosistem tertentu dapat ditentukan hanya dengan melakukan sensus dari semua makhluk hidup dalam ekosistem itu. Hal ini berlaku sama apakah seseorang yang bersangkutan dengan jumlah orang dalam kota, negara bagian atau negara atau juga jumlah mikroba dalam kumpulan makanan komoditas atau produk. Meskipun, dalam kasus nyata, mungkin setidaknya secara teoritis untuk menentukan populasi manusia dengan cara non-destruktif, yang sama berlaku untuk perkiraan populasi mikroba.

Menurut Harinaldi (2005), populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji. Jadi pengertian populasi dalam statistik tidak terbatas pada sekelompok atau kumpulan orang-orang, namun mengaju pada seluruh ukuran, hitungan, atau kualitas yanug menjadi fokus perhatian suatu kajian. Suatu pengamatan/survey terhadap seluruh anggota populasi disebut sensus.

Sedangkan menurut Sastrosupadi (2000), populasi merupakan keseluruhan data atau bahan yang kita teliti. Ada dua macam populasi yaitu populasi terbatas dan populasi tak terhingga. Populasi terbatas adalah populasi yang terbatas baik jumlah maupun tempatnya, sedangkan populassi tak terhingga yaitu populasi yang tak terhingga jumlahnya.

2.2 Data dan Sampel

          Menurut Tampomas (2003), datum adalah keterangan (informasi) yang diperoleh dari suatu pengamatan dapat berupa angka, lambang atau sifat. Kumpulan datum dinamakan data. Dengan demikian, data adalah bentuk jamak dari datum. Jadi, data merupakan sekumpulan informasi yang berisi fakta-fakta serta gambaran suatu fenomena yang dikumpulkan, dirangkum, dianalisis dan diintrepertasikan.

Jika data yang didapat dari populasi terlalu banyak maka dapat diambil beberapa data yang akan dikaji. Analisis dari sebagian data yang diambil ini disebut sampling atau pengambilan sampel. Sampel merupakan bagian dari populasi tertentu yang menjadi fokus perhatian. Hal ini sesuai dengan Harinaldi (2005), sampel adalah sebagian, atau himpunan bagian, dari suatu populasi.

Tentu saja karena sampel hanyalah sebagian dari populasi, data yang diperoleh tidaklah lengkap. Namun jika pengambilan sampel dilakukan dengan tepat, maka ketepatan dapat diperoleh dari hasil-hasil sampel untuk menjelaskan populasi tersebut.

 2.3 Rata-rata

Saat  sampel tunggal dianalisa, menunjukkan sebuah perkiraan method-dependent angka tunggal dari populasi pada sampel. Uji berulang pada sampel ini akan menghasilkan hasil yang lebih akurat pada hasil perhitungan populasi berdasarkan rata-rata dan juga pengukuran dari berbagai macam keragaman dari sampel. Jika sampel yang sama diuji, perkiraan hasil rata-ratanya akan menjadi lebih akurat lagi dilihat dari jumlah organismenya pada sampel tersebut dan juga keragaman pada sampel. Keragaman populasi ini menggambarkan kumpulan populasi pada sampel.

Rata-rata hitung atau nilai tengah, dengan lambang µ (untuk populasi ) dan  (untuk contoh) merupakan salah satu ukuran pemusatan. Karena sifat-sifatnya yang mudah dipelajari, nilai tengah ini memegang peranan penting dalam statistika (Yitnosumarto, 1990). Rata-rata adalah jumlah seluruh data dibagi dengan jumlah banyaknya data.

Aritmatika :

dimana : xi merupakan uji keI

n merupakan jumlah uji.

Contoh :

=  (1360+1420+1540+1620+1970)/5 = 1582

Dari sini kita juga dapat mengetahui persamaan lain dari perhitungan rata2 ini. Untuk lebih cepatnya, perkalian dari angka 2 tersebut pada banyaknya n (uji) dan menarik akar ke n dapat menghasilkan nilai rata-rata geometrik.

Akan lebih memudahkan untuk menentukan perkiraan geometris dengan menggunakan logaritma nilai tersebut, dengan cara menambahkan bentuk log dari nilai-nilai uji tadi dan juga pemisahan dari jumlah oleh n untuk memperoleh nilai log rata2 yang sama dengan X.

Rata-rata geometrik ini sesuai dengan data yang  sesuai dengan distribusi log-normal dan untuk diperoleh dari seri pengenceran n-kali lipat. Hal ini penting untuk dimengerti perbedaan antara nilai rata-rata secara aritmatik dan geometrik yang digunakan dalam mikrobiologi.

2.4 Statistika dan Parameter

            Menurut Harinaldi (2005), parameter adalah bilangan atau angka yang menggambarkan karakteristik suatu populasi, sedangkan statistik adalah bilangan atau angka yang menggambarkan karakteristik suatu sampel. Seringkali suatu parameter dari suatu populasi tidak bisa atau sulit diketahui sehingga yang digunakan adalah statistik dari sampelnya.

Populasi ditentukan oleh rata-rata dan varian. Namun kita tidak bisa mengetahui nilai dari parameter ini kecuali harus membatasi populasi. Kita dapat memperkirakan parameter populasi dari statistik yang menjelaskan sampel populasi untuk menganalisis rata-rata dan variannya. Kita juga dapat memperkirakan bahwa nilai rata-rata yang sama akan didapat jika dilakukan pengulangan untuk mendapatkan data.

Angka populasi bersifat tetap yang umumnya disebut parameter. Angka yang diperoleh dari contoh untuk membuat perkiraan mengenai parameter populasi disebut statistik. Angka contoh ini tidak tetap, menyebar dengan ukuran pemusata (pusat) dan persebaran (ragam) tertentu. Dalam statistika, kaidah-kaidah peluang digunakan sebagai landasan dalam menghitung besarnya ketakpastian suatu perkiraan mengenai suatu parameter populasi berdasarkan statistik dari contoh acak tertentu (Saefuddin et al., 2009).

2.5 Varian dan Error

            Metode statistika digunakan dalam penelitian biologi karena adanya keragaman bahan peneliti yang digunakan. Keragaman ini maka timbul masalah untuk menentukan sifat-sifat suatu kelompok yang terdiri dari individu-individu. Dengan metode statistika dapatlah ditentukan sifat-sifat suatu kelompok dan dapat ditujukan bagaimana caranya mengadakan pengujian yang obyektif seperti pengujian tabel dan gambar, perhitungan statistika dan penggunaan uji signifikasi (Sastrosupadi, 2000).

Varian populasi berasal dari mean dari kotak deviasi, yang dikonservasi yakni, σ2 = ∑ (x – µ )2/ndimana x adalah hasil, µ penduduk berarti nilai, n nomor dalam populasi dan menunjukkan jumlah ∑. Setiap hasil individu (x) berbeda dari rata-rata populasi orang dengan nilai (x), yang disebut Statistik sebagai penyimpangan. Tetapi sebagai nilai µ tidak diketahui, berarti sampel (x) digunakan sebagai perkiraan populasi mean. Contoh varians (s 2) menyediakan perkiraan populasi varians (σ2) dan ditetapkan sebagai rata-rata tertimbang kotak deviasi, bobot diperkenalkan melalui penerapan konsep derajat kebebasan, yang menganggap bahwa dari nobservasi, hanya (n- 1) tersedia sejak satu pengamatan telah digunakan dalam menentukan nilai rata-rata.

Varian adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitung.

Sedangkan error atau yang lebih dikenal dengan standar deviasi adalah akar kuadrat dari varian dan menunjukkan standar penyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya. Semakin kecil nilai standar deviasinya maka nilai-nilai pengamatan makin mendekati nilai tengahnya atau keragaman data kecil. Sebaliknya, bila nilai standar deviasi besar keragaman data juga besar atau data semakin heterogen.

2.6 Teorema Limit Sentral

Hasil individu dari jumlah independen terbatas, secara acak sampel dari  populasi yang sama didistribusikan mendekati nilai rata-rata (mean) sehingga nilai yang dihasilkan lebih besar dari rata-rata akan sama dengan jumlah nilai yang lebih rendah dari nilai rata-rata. Jika sampel acak yang cukup independen diuji maka kita dapat memperoleh distribusi statistik yang menggambarkan adanya suatu populasi. Sekarang, tidak peduli apa bentuk distribusi yang sebenarnya terjadi, distribusi rata-rata (mean) hasil dalam tes berulang selalu mendekati distribusi normal ketika uji coba dilaksanakan. Dalam situasi ini, jumlah percobaan tidak berkaitan dengan jumlah sampel per se, tetapi berkaitan dengan jumlah percobaan ulangan.

Menurut Yitnosumarto (1990), sebuah dalil yang sangat memegang peranan penting, yang berkaitan dengan sebaran contoh adalah dalil limit pusat (central limit theorem) suatu dalil yang hampir selalu berlaku tanpa memandang populasi yang diselidiki. Dalil limit pusat menyatakan, bahwa jika sebuah populasi mempunyai nilai tengah µ dan ragam , maka sebaran dari nilai tengah contoh yang diambil dari populasi tersebut akan semakin mendekati sebaran normal dengan nilai tengah µ dan ragam /n dengan semakin besarnya n (ukuran contoh).

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

  • Statistik merupakan metode ilmiah dalam mengumpulkan, mengklasifikasi, meringkas, menyajikan, menginterpretasikan, dan menganalisis data guna mendukung pengambilan kesimpulan yang valid dan berguna sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang masuk akal.
  • Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji. Jadi pengertian populasi dalam statistik tidak terbatas pada sekelompok atau kumpulan orang-orang, namun mengaju pada seluruh ukuran, hitungan, atau kualitas yanug menjadi fokus perhatian suatu kajian.
  •   Data merupakan sekumpulan informasi yang berisi fakta-fakta serta gambaran suatu fenomena yang dikumpulkan, dirangkum, dianalisis dan diintrepertasikan.
  •   Rata-rata adalah jumlah seluruh data dibagi dengan jumlah banyaknya data.

Aritmatika :

dimana :  xi merupakan uji ke I

n merupakan jumlah uji.

  • Varian adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitung.

  • Sedangkan error atau yang lebih dikenal dengan standar deviasi adalah akar kuadrat dari varian dan menunjukkan standar penyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya. Semakin kecil nilai standar deviasinya maka nilai-nilai pengamatan makin mendekati nilai tengahnya atau keragaman data kecil. Sebaliknya, bila nilai standar deviasi besar keragaman data juga besar atau data semakin heterogen.
  • Teorema limit sentral menyatakan, bahwa jika sebuah populasi mempunyai nilai tengah µ dan ragam , maka sebaran dari nilai tengah contoh yang diambil dari populasi tersebut akan semakin mendekati sebaran normal dengan nilai tengah µ dan ragam /n dengan semakin besarnya n (ukuran contoh).

 

 DAFTAR PUSTAKA

– Harinaldi. 2005. Prinsip-Prinsip Statistik UntukTeknik dan Sains. Jakarta : Erlangga.

– Saefuddin, A. ; K. A. Notodiputro; A. Alamudi; K. Sadik. 2009. Statistika Dasar. Jakarta : Grasindo.

– Sastrosupadi, Adji. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Yogyakarta : Kanisius.

– Tampomas, Husein. 2003. SUU : Sistem Persamaan Linier & Statistika. Jakarta : Grasindo.

– Yitnosumarto, Suntoyo. 1990. Dasar-Dasar Statistika. Jakarta : Rajawali.

 

Kelompok 2 Sanitasi kelas T 01

 

Download in .doc version :

Sanitasi Statistik

50 Jurnal Mata Kuliah Sensory Analisys

1. A sensory perspective of effect of feeds on flavor in meats poultry meats

2. A study of the science of taste

3. Acceptability Studies on Bread Fortified with Tilapia Fish Flour

4. Biomimetic-based odor and taste sensing systems to food quality and safety

5. Chemical Composition and Physicochemical Properties of Meatballs Prepared from Mechanically Deboned Quail Meat Using Various Types of Flour

6. Coding of Sweet, Bitter, and Umami Tastes

7. Comparison of three sensory methods

8. Effect of Fatty Acid Composition of Oils on Flavor

9. Effect of frozen period on the chemical, microbiological

10. Effect of whey powder, skim milk powder and their combination on yield and textural properties of meat patties

11. Development of ice creams from Soybean milk & Watermelon seeds milk and Evaluation of their acceptability and Nourishing potential

12. Discrimination of mineral waters by electronic tongue

13. Evaluation of Quality Parameters

14. Flavour as a psychological construct implications for perceiving

15. Formulation and sensory evaluation of complementary

16. Influence of freeze-drying treatment on the texture

17. Instrumental-sensory evaluation of texture for fish

18. Odor Evaluation Fundamentals

19. Sensory acceptability of chocolate with inulin

20. Effect of Casein Hydrolysates on Yogurt

21. Physicochemical and sensory properties of wheat

22. Predicting Sensory Cohesiveness and Hardness

23. Quality of fish fillet from pond-raised red tilapia and its utilisation

24. Rapid control of smoked Atlantic salmon (Salmo salar) quality

25. Sensory analysis, sugar and acid content of tomato

26. Sensory and mechanical aspects of cheese texture

27. Sensory and microbiological evaluation of uncured fresh chicken sausage with reduced fat content

28. Sensory aspects of consumer choices for meat and meat products

29. Sensory Attributes and Consumer Acceptance

30. Relationship of texture profile analysis and Warner-Bratzler shear

31. Sensory Analysis of New Varieties of Citrus as a Complementary

32. Sensory Brand Studying Relationship between 5 Senses and Brand Value at World’s 100 Top Companies

33. Sensory characteristic of corn soya blend

34. Sensory evaluation of bakery products and its role

35. Sensory Evaluation of Ground Beef Patties

36. Sensory Evaluation of the Selected Coffee

37. Sensory Evaluation of the Strawberry Flavored

38. Sensory Properties of Thai Fish Sauces and Their Categorization

39. Sensory Quality and Acceptability of Fresh Juices

40. Sensory Evaluation of Mangoes (Mangifera indica L.)

41. Sensory stability and oxidation of fish oil enriched milk

42. Taste_and_flavour_food_choice_acceptance

43. Taste_Panel_Evaluation_and_Acceptance_of_Soy-beef_Burger

44. Texture-is-a-sensory-property

45. The !rst taste is always with the eyes A meta-analysis on the neural correlates

46. The effects of egg white powder addition with tapioca and sago flours

47. The Effects of Processing and Preservation

48. The impact of perceptual interactions on perceived flavor

49. The Role of Sensory Evaluation in Food Quality Control,

50. Utilization of soya protein as an alternative protein

 

“UNITY FISHTECH 2011”

Practice and Progress : He Often Does This!

After I had had lunch at a village inn, I looked for my bag. I had left it on a chair beside the door and now it wasn’t there! As I was looking for it, the inn-keeper came in.
‘Did you have a good meal?” he asked.
‘Yes, thank you,’ I answered, ‘but I can’t pay the bill. I haven’t got my bag.’
The inn-keeper smiled and immediately went out. In a few minutes he returned with my bag and gave it back to me.
‘I’m very sorry,’ he said. ‘My dog had taken in into the garden. He often does this!’

World Class Entrepreneurial University

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/82/BundaranrektoratUB.jpg(Monumen Tugu Universitas Brawijaya)

1. World Class Entrepreneurial University, Apakah itu?

Nah, ayo kita bahas lagi lebih dalam.

World Class Entrepreneurial University. Hmm.. Ayo kita lihat kata yang berhuruf tebal yaitu Entrepreneurial. Sebelum membahas lebih dalam tentang World Class Entrepreneurial University, kita harus tahu dulu makna dari kata “Entrepreneurial”.

Ekonom Perancis yang dikenal sebagai pencetus istilah ini adalah Jean Baptiste Say yang menggunakan istilah tersebut pada tulisan-tulisannya di sekitar abad ke-19: “Entrepreneur adalah orang yang memindahkan sumber-sumber ekonomi dari daerah kurang produktif ke daerah yang produktif untuk mendapatkan keuntungan”, dengan kata lain, “Entrepreneur adalah orang yang menciptakan nilai”.

Pendidikan Entrepreneurship adalah inisiator, Jantung, sekaligus roh proses evolusi UB menuju Entrepreneurial University 2015. Pendidikan entrepreneurship digunakan sebagai instrumen pendidikan (Pedagogical) dalam merubah pola pikir (mindset) mahasiswa dan harus dilaksanakan sedini mungkin, berkesinambungan, berjenjang dan terorganisir sesuai dengan tingkat proses belajar mengajar (PBM). Entrepreneurship adalah sebuah mindset atau pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang.

World Class Entrepreneurial University merupakan perwujudan Visi dan Misi Universitas Brawijaya, untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dan berjiwa pelopor. Di dalam pelaksanaannya telah ditempuh rintisan-rintisan berbagai kegiatan dengan bantuan dana hasil kerjasama.

2. Bagaimana cara Mewujudkannya ?

(Gedung INBIS UB di Jalan Veteran, sebagai penunjang Entrepreneurial University)

Upaya-upaya mewujudkan EU terus dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapannya, diantaranya telah di tempuh melalui kerjasama dengan Badan Litbang Diknas, UB dipercaya untuk menyusun Pedoman Umum, Pedoman Khusus dan berbagai modul Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi. Bekerja sama dengan JBIC (Japan Bank for International Cooperation) dan Waseda University, serta perguruan tinggi di negara-negara ASEAN untuk mencari dan menguji coba model Pendidikan Entrepreneurship untuk Mahasiswa Pendamping UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang cocok diterapkan di kawasan ASEAN.

Dalam hal proses pembelajaran, Pendidikan Entrepreneurship di UB tidak hanya mengajar skill set tetapi lebih dari itu yaitu menanamkan kultur/budaya  entrepreneurial midset.  Mulai dari perencanaan, proses, leadership sampai dengan networking dengan new way of thinking.

3. Bagaimana dengan Kondisi Universitas Brawijaya ini Sendiri ?

Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu :

1. Pendidikan

Pendidikan di UB yang bertaraf internasional untuk menghasilkan lulusan yang berjiwa dan berkemampuan “entrepreneur” (kreatif, inovatif, dan mandiri).

2. Penelitian

Penelitian dari mahasiswa UB  yang menghasilkan IPTEK baru yang bertaraf internasional dan dapat di-inovasikan kepada masyarakat untuk membentuk unit usaha baru untuk menuju kualitas kehidupan yang lebih baik.

3. Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa UB melalui pengabdian kepada masyarakat dengan membantu masyarakat (pengangguran) membuka unit usaha baru untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat internasional.

https://i1.wp.com/farm3.static.flickr.com/2431/3877569561_405d95c32e.jpg

Sehingga dari ke-3 Tridarma Perguruan Tinggi telah tercakup secara keseluruhan. Sehingga kualitas UB dalam Pendidikan dan Penelitian sudah tidak perlu diragukan lagi. Menurut saya sendiri, UB telah cukup layak untuk menjadi “The World Class Entrepreneurial University”.

 Ayo kita mulai merubah mindset kita agar selalu bersemangat, Optimistis, always positive thinking dan selalu memotivasi diri serta selalu tersenyum di setiap situasi. Jiwa-jiwa Entrepreneur selalu melihat masalah sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan, bukan untuk lari dari masalah yang akan kita hadapi. Bagaimanakah caranya? Cukup simple, yaitu dengan mencari solusi dan inovasi atas permasalahan yang ada.

Semoga semua civitas akademik UB (mahasiswa, dosen, staff dan lain-lain) dapat terus bergerak di jalan yang tepat dalam rangka menuju UB The World Class Entrepreneurial University.

https://i1.wp.com/ub.ac.id/files/images/tentang/logoub.jpg

Universitas Brawijaya “Join UB, Be the Best”

Referensi :

Modul Pendidikan Entrepreneurship di UB. Mata Kuliah Kewirausahaan FPIK UB, Lecture 1: Pendahuluan.

The Meaning of Social Entrepreneurship, J. Gregory Dees, 2001.

http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Brawijaya.

Prinsip Sederhana Albert Einstein

albert einstein Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Siapa yang tak kenal dengan Albert Einstein? dia adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas, mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia juga pernah dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1921 – untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Bahkan, hingga saat ini Einstein selalu dijadikan sebagai simbol ‘kecerdasan’ atau ‘kejeniusan’ itu sendiri.

Einstein juga seorang filsuf. Beberapa tulisannya mengenai filsafat dan prinsip hidup telah berhasil mencengangkan orang-orang pada jamannya. Apa saja prinsip-prinsip hidup yang pernah dihasilkan dari otaknya?

1. Ikuti Rasa Keingintahuan-mu

mendongkrak rasa ingin tahu anak 1342259796 Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Ada nukilan kata-kata yang sangat menggelitik “keingintahuan adalah segalanya”. Yup, keingintahuan kita akan segala sesuatu akan membawa kita pada ilmu pengetahuan, pengalaman dan dunia yang baru. Jangan padamkan rasa ingin tahu kita, ikuti dan temukan ini mulai tercipta sejak kita kanak-kanak. Maka carilah tahu untuk semua yang tidak kita ketahui karena semua umat manusia memiliki pikiran dan hati yang sama hanya perilakulah yang berbeda.

2. Ketekunan Itu Sangat Berharga

ketekunan Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan. Tentu saja, usaha besar yang kita lakukan akan sangat sia-sia tanpa dibarengi ketekunan dalam menghadapinya. Maka rajin-rajinlah kita untuk menuntuk ilmu melalui ketekunan dalam diri kita.

3. Fokuslah Pada Masa Kini

wpid fokus Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Jangan fokus pada kegagalan yang pernah anda lakukan, fokuslah pada apa yang akan anda lakukan terhadap kegagalan itu. Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda yang didalamnya butuh proses untuk belajar dan berusaha untuk mencapai tujuan dan keinginan hidup.

4. Imajinasi

imagination einstein Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Ingat lirik lagu Dewa “bahwa imajinasi lebih berharga dari ilmu pasti“? tentu saja, sang ahli ilmu pasti sekaliber Einstein-pun mengajurkan untuk selalu ber-imajinasi. Jangan takut untuk berkhayal. Suatu saat nanti kita akan menjadi apa kerena hari esok adalah rahasia sang pencipta maka bermimpilah untuk menggapainya untuk mencapai tujuan hidup melalui usaha.

5. Buatlah Kesalahan

TryandError Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Ini bercanda? tentu tidak, tak kan pernah ada kesempurnaan tanpa kesalahan. Kesalahan akan membuat kita semakin pintar dan kreatif dalam menghadapi masalah yang lebih besar. Bukankah Einstein seringkali melakukan kesalahan dalam penemuannya? Yang pastinya janganlah kita mudah untuk putus asa karena banyak rahasia didunia ini yang belum terpecahkan.

6. Cipatkan Nilai

berani mengorbankan harta yang paling berharga Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Jangan habiskan waktu untuk berfikir menjadi sukses, buat nilai kita berharga, maka sukses akan datang dengan sendirinya. Galilah kemampuan anda, berikan passion dan niscaya itu akan membawa kepada kesuksesan.

7. Pengetahuan Datang Dari Pengalaman

GURU2 Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

“Pengalaman adalah guru yang berharga” maka carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan formulasikan pengalaman itu menjadi sebuah pengetahuan yang luar biasa dan tentukanlah target tujuan hidup agar keinginan dapat tercapai dengan lancar.

8. Pelajari Aturan dan Kemudian Bermainlah Secara Luar Biasa

Extraordinary People  The Human Camera Prinsip Sederhana Albert Einstein tentang Kehidupan

Lihat dan amati aturan main di tempat kerja anda, dan lakukan hal tersebut lebih baik daripada rekan kerja anda di kantor.

Courtesy : kaskus

Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2013

Kepada Yth     :
1. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta,
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XII
di seluruh Indonesia.

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada  mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu :  PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC yang akan didanai tahun 2014.

Perlu  kami  informasikan  bahwa  pengajuan  usulan  proposal  dan  tata  cara  pengiriman  proposal On-Line ke  Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) mengikuti Panduan  PKM  Tahun  2013 (terlampir) yang dapat diunduh pada website   http://dikti.go.id dan http://simlitabmas.dikti.go.id,   dengan   headline   :   Usulan   Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2013.

Sehubungan hal tersebut di atas, kami mohon agar Saudara berkenan  menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Saudara, sebagai berikut.

  1. Pendaftaran dilakukan Oleh Staf bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi dengan alamat http://simlitabmas.dikti.go.id
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran yang dilakukan selesai.
  3. Batas waktu Pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line sampai dengan 31 Oktober 2013. Apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan, maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Ditlitabmas tidak menerima Proposal Usulan dalam bentuk hardcopy (dokumen tersebut disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

 

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,

ttd

Agus Subekti
NIP. 19600801 198403 1 002

Lampiran File:
Surat Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2013 pendanaan Tahun 2014
– Panduan PKM Tahun 2013

Monggo yang mau buat PKM. Up load proposal terakhir 31 Oktober. Jangan lupa baca panduannya yaa..

Courtesy : dikti

Sarjana Jangan Nganggur, Buka Usaha!

Lepas kuliah, tak jarang banyak dari para sarjana merasa kesulitan mencari pekerjaan. Namun setelah resmi menyandang gelar, tak melulu harus mencari kerja.

Seperti diungkapkan calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Hary Tanoesoedibjo (HT), yang mengatakan jika mahasiswa yang baru saja lulus sebaiknya menjadi pengusaha.

“Setelah lulus jangan jadi pencari kerja, tetapi jadilah pengusaha. Indonesia membutuhkan pengusaha setidaknya dua persen dari jumlah penduduknya untuk menjadi negara yang maju,” kata HT, saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di RRI, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (9/9/2013).

Pria yang memimpin lebih dari 23 ribu karyawan di bawah bendera MNC Group tersebut menuturkan, saat ini banyak sarjana yang menganggur karena lapangan pekerjaan sedikit.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh mahasiswa untuk belajar membuka usaha sendiri sehingga dapat mandiri setelah menamatkan kuliahnya. Hary pun mengungkapkan sejumlah tips sukses yang berhasil diterapkan dalam dirinya.

Pertama adalah fokus pada kualitas; kedua, kecepatan dalam bekerja; ketiga, instropeksi diri; keempat, bergaul dengan lingkungan yang tepat; kelima, sabar untuk kosisten. “Ambil bagian kita, lakukan yang terbaik. Soal hasilnya itu urusan Tuhan,” kata pria yang akrab dipanggil HT tersebut.

Indonesia, lanjut Hary, merupakan negara terunik di dunia. Memiliki pulau terbanyak yaitu sebanyak 17 ribu lebih. Dengan suku bangsa yang juga besar, lebih dari 700 suku. Memiliki bahasa terbanyak yaitu lebih dari 500 bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Belum lagi sumber daya alam yang sangat besar dan ditunjang populasi yang juga besar di mana didominasi usia produktif.

“Apa yang salah dari semua ini? Kita punya semuanya tetapi pemanfaatannya masih tidak maksimal,” tegas Hary.

Dia berpesan kepada ratusan mahasiswa untuk menjadi generasi yang mandiri dengan menjadi pengusaha. Mereka tidak perlu bergantung pada jumlah lapangan pekerja, namun justru harus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sekadar diketahui, HT menjadi pembicara yang dihadiri ratusan mahasiswa yang berasal dari Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, IAIN, Taman Siswa, dan berbagai universitas lain di Sumbar.

Courtesy : Okezone

Apa Sih yang Dicari dari Fresh Graduate?

Kesulitan mendapatkan pekerjaan menjadi persoalan utama yang harus dihadapi para lulusan perguruan tinggi. Sebenarnya, apa yang dicari oleh pihak industri dalam diri fresh graduate?

Human Resource (HR) PT Kideco Jakarta Ochlis menyatakan, sebelum bertanya apa yang dibutuhkan oleh pihak industri, para pencari kerja justru harus bertanya pada diri sendiri tentang pekerjaan yang diinginkan. Ochlis menyebut, penting untuk melihat kesesuaian pendidikan dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

“Pertama, mereka harus tahu apa yang dicari. Jangan lulusan industrial maksa melamar di posisi pertambangan. Itu kan tidak akan cocok dengan kebutuhan yang dicari,” papar Ochlis ketika berbincang dengan Okezone di Universitas Indonesia (UI) Career & Scholarship Expo XVI 2013, Depok, Sabtu (14/9/2013).

Kemudian, kriteria lain yang dicari oleh industri adalah karyawan yang cepat beradaptasi. Sebab, lingkungan kerja yang sama sekali berbeda dengan perkuliahan. Jika tidak mampu menyesuaikan diri maka orang tersebut akan kalah dengan mudah.

“Mereka harus siap perubahan. Karena kalau di kami (PT Kideco), mereka akan ditempatkan di luar kota, seperti Kalimantan. Pintar perlu tapi cerdas harus karena kami butuh mereka cepat beradaptasi dan mampu menghadapi tekanan,” ungkapnya.

Ochlis tidak menampik jika soft skills lulusan perguruan tinggi masih terbilang kurang. Namun, katanya, masalah tersebut bisa diatasi dengan berbagai pelatihan baik yang dilaksanakan oleh kantor maupun secara mandiri.

Soft skills kurang bisa dibentuk lewat pelatihan selama yang bersangkutan mau belajar. Seperti waktu itu kami butuh skill insinyur orang itu tapi ternyata dia gagap teknologi (gaptek). Tapi kalau attitude yang kurang, itu yang susah diubah,” kata Ochlis.

Courtesy : Okezone

Lampu LED

Pengertian Lampu LED
       Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut. Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.

Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Fungsi Lampu LED LED (Light Emitting Diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiensinya

Cahaya Led

Kualitas cahayanya memang berbeda dibandingkan dengan lampu TL atau lampu lainnya. Tingkat pencahayaan LED dalam ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED dianggap belum layak dipakai secara luas. Untungnya para ilmuwan di University of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang. Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi apapun. Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama dengan Institute of Photonics.
 

LED sebagai Sumber Cahaya Masa Depan
Sumber cahaya dari waktu ke waktu semakin berkembang, mulai dari penemuan lampu pijar oleh Edison dan dalam waktu yang hampir bersamaan ditemukan juga lampu fluorescence (TL) dan merkuri. Saat ini ada beberapa jenis lampu yang digunakan manusia untuk berbagai keperluan, yaitu lampu pijar, TL, LED, Merkuri, Halogen, Sodium dan sebagainya. Namun masih ada kekurangan pada lampu generasi pertama sehingga lampu terus dikembangkan agar bisa menghasilkan cahaya yang terang, memberikan warna yang bagus, hemat energi, portable (mudah dibawa) dan lain sebagainya. Yang paling menarik dari beberapa jenis lampu adalah LED. 

Hemat Energi, Hemat Biaya
Lampu pijar dan neon tidak berguna lagi setelah bohlamnya pecah, namun tidak demikian dengan lampu LED. Lampu ini merupakan jenis solid-state lighting (SSL), artinya lampu yang menggunakan kumpulan LED, benda padat, sebagai sumber pencahayaannya sehingga ia tidak mudah rusak bila terjatuh atau bohlamnya pecah. Kumpulan LED diletakkan dengan jarak yang rapat untuk memperterang cahaya. Satu buah lampu ini dapat bertahan lebih dari 30 ribu jam, bahkan mencapai 100 ribu jam.


LED hanya memiliki 4 macam warna yang kasat mata, yaitu merah, kuning, hijau, dan biru. Untuk menghasilkan sinar putih yang sempurna, spektrum cahaya dari warna-warna tersebut digabungkan. Yang paling umum dilakukan adalah penggabungan warna merah, hijau, dan biru, yang disebut RGB. Sampai saat ini, pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan lampu LED dengan komposisi warna seimbang dan berdaya tahan lama.
Keunggulan dan kelemahan lampu LED sama dengan yang terdapat pada LED itu sendiri. Namun, manfaatnya terasa dalam menekan pemanasan global dan mengurangi emisi karbon dunia. Lampu ini berasal dari bahan semikonduktor, jadi tidak diproduksi dari bahan karbon. Bila lampu LED digunakan di seluruh dunia, total energi listrik untuk penerangan dapat berkurang hingga 50%. Selisih emisi karbon yang dihasilkan dunia bisa mencapai 300 juta ton per tahunnya.

Faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi masyarakat adalah harga. Seberapa mahalkah total biaya untuk jenis lampu LED? Mari kita bandingkan antara lampu Osram Compact Fluorescent 13W Mini Twist dengan CC Vivid Plus 36 LED 2,5W. Lampu Osram berusia hingga 8 ribu jam, sedangkan lampu Vivid dapat bertahan hingga 60 ribu jam.

Pembanding
Compact Fluor. 13W Mini Twist
CC Vivid Plus 36 LED 2,5W
Usia maksimal
8 ribu jam
60 ribu jam
Jumlah bohlam dalam 60 ribu jam
7,5
1
Biaya bohlam (perkiraan dalam rupiah)
7,5×50 ribu = 375 ribu
450 ribu
Energi (selama 60 ribu jam)
780 kWh
150 kWh
Biaya listrik (Rp700/kWh)
546 ribu
105 ribu
Total biaya (Rp)
921 ribu
555 ribu


Melihat perhitungan pada tabel di atas, kita bisa berhemat sampai Rp366 ribu dengan 1 lampu LED. Memang bukan perbedaan yang terlalu besar. Namun untuk menekan pemanasan global, hal sekecil apapun dapat membawa perubahan besar, bukan?


Sumber :

http://nie-lampuled.blogspot.com
http://indoled.host56.com/1_8_Keuntungan-lampu-LED.html

7 Mitos yang Terkenal di Probolinggo

Apa sih mitos itu?

Menurut wikipedia, “Mitos (bahasa Yunani: μῦθος– mythos) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Apa sajakah mitos-mitos itu? Berikut ini mitos-mitos yang hingga hari ini masih sangat dipercaya dan pantang untuk dilanggar. “Barang Siapa yang melanggar, maka tunggu saja pembalasannya atau hukum karmanya,” kira-kira demikian “ancaman” dari penyampai mitos. Waduh…Nabi saja tidak pernah mengancam begitu ya.

Mitos merupakan suatu hal yang tak terpisahkan dari masyarakat indonesia. Di Indonesia, terdapat 1001 mitos yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan tak jarang mitos tersebut menjadi terkenal. Biasanya mitos berkaitan dengan hal – hal yang mistis. Dan berikut adalah mitos terkenal yang ada di desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

  1.  Membeli Jarum di waktu Malam

Ya, Mitos ini sudah cukup lama beredar. Membeli Jarum di waktu Malam khususnya diatas jam 6 malam. Namun entah dari mana dan siapa yang membuat mitos ini. Konon, kata orang – orang kalo di atas jam 6 beli barang kaya silet, jarum, garam. Entar kita dikira mau santet orang, apa lagi belinya maksa..

2. Memiliki Kucing Jantan 3 Warna

Jika anda memiliki kucing 3 warna dan berjenis kelamin laki-laki, bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi pemiliknya, khususnya dalam hal rezeki. Ingat lho ya, warnanya hanya ada pada 1 ekor kucing saja..

3. Duduk Diatas Bantal

Dilarang duduk di atas bantal, nanti bisa sakit bisul pantat.

Hmm.. Setelah berpikir panjang sampe nggak tidur tiga hari, ane nggak menemukan hubungan antara bisul sama bantal. Jadi, mulai sekarang kamu nggak perlu takut bisulan kalo mau duduk di atas bantal. Asal nggak duduk di atas bara api, insya Allah pantat kamu sehat-sehat aja..

4. Bersiul di Malam Hari

Ngeri juga, ya. Tapi coba deh kamu pikir-pikir lagi. Apa hubungannya siul-siul sama makhluk halus? Ya kecuali kamu siul-siulnya sambil bakar menyan trus komat-kamit di bawah pohon beringin. Nah, itu yang nggak boleh. Atau siul-siul dengan nada “Iwak Peyek” pake toa persis di kuping temen kamu yang lagi sakit gigi. Nah, itu yang bahaya! Bisa-bisa kamu bonyok ditonjok temen kamu..

5. Jangan Duduk di Depan Pintu Nanti Jauh Jodoh

Ini mitos yang paling populer kayaknya. Kalo dipikir-pikir, apa hubungannya coba pintu ama jodoh? Suka-suka kita dong mau duduk di mana. Yang pasti kalo kita duduk di depan pintu itu bakal nyusahin karena orang jadi ribet kalo mau keluar. Akan lebih masuk akal kalo mitosnya gini, “Jangan duduk di muka gebetan, ntar jauh jodoh”. Siapa yang mau coba sama orang songong? Baru jadi gebetan aja udah songong, apalagi jadi pacar, istri, atau suami?

6. Nyapu yang Bersih, Kalo Nggak Nanti Suaminya Brewokan

Apa hubungannya coba nyapu sama brewok? Lagian, kan, ada piso cukur. Kalo nggak suka brewokan ya tinggal dicukur. Nah, itu kan buat cewek, kalo buat cowok NYUNYU curiga mitosnya gini, “Kalo nyapu yang bersih, kalo nggak istri kamu ntar kumisan kayak suaminya Inul”. Hiii.. Mendingan nggak usah nyapu deh seumur hidup..

7. Memukul Benda akan Banyak Hutangnya

Kalo kita sedang mendengarkan musik, pasti akan kebawa irama dari musik itu apalagi dangdut (taktak gentak, jozzz). Salah satunya yaitu seolah – olah menjadi drummer (wuih keren yaa, pengen doonnkk). Akibatnya kita akan pukul benda apa saja yang bisa mengeluarkan bunyi seperti perkusi. Contoh meja (kasus paling sering), tembok, kursi, dll. Namun ada mitos yang mengatakan bahwa “Memukul Benda akan Banyak Hutangnya”.. What??? Pliss deh, aku kan pengen jadi drummer.. Ya kalo pengen jadi drummer, ya beli drumnya donk jangan meja yang dipukul kan kasian orang mau makan pakek meja itu..

Ke-7 mitos di atas hanyalah sebagian kecil yang bisa saya rekam. Mungkin para pembaca juga mendengar mitos yang banyak di daerahnya masing-masing. Mitos-mitos itu masih sangat kuat dipercaya oleh masyarakat, sekalipun kita hidup sudah di zaman modern yang serba online, serba facebook, serba twitter, serba canggih, serba digital, dan serba logis.

Memang hampir setiap daerah dan setiap negara memiliki mitos-mitos sendiri. Mitos itu mayoritas muncul pada zaman Yunani Kuno dan dipercaya hingga sekarang. Biasanya mitos ini berkembang turun-temurun saling sambung-menyambung antar generasi. Mitos lebih banyak melalui bahasa lisan namun begitu kuat dipercaya. Karena biasanya si penyampai mitos menyebut seorang tokoh yang begitu terkenal dan sakral. Jadi, tanpa berfikir panjang, hampir seluruh mitos dipercaya begitu saja dan tidak ada yang berani melanggar.

Apakah anda percaya atau tidak dengan mitos itu? Coba anda buktikan!

Coba anda lakukan salah satu dari mitos di atas, misalnya: pada malam hari, anda pergi ke toko untuk beli jarum jahit atau besi paku. Saya yakin, pemilik toko tidak mau melayani anda. Percaya atau tidak, banyak teman yang menceritakan perihal pengalaman ditolak saat membeli barang-barang itu.

Courtesy : Hasil kreasi sendiri (maklum mitos-mitos diatas saya dapatkan langsung dulu ketika masih kecil, untungnya masih inget), dan beberapa tambahan yang didapat dari berbagai sumber.

Inside the Battle Over a Strip-Mine Cemetery

A mine, a family cemetery, and a struggle over heritage and jobs.

A bird’s-eye view of the mountaintop-removal mine that emptied Lindytown, West Virginia.

Photograph by Ami Vitale

Walk to the edge of the Jarrell family cemetery in the mountains of southern West Virginia, a plot of land the size of a tennis court where locals have been laid to rest for more than 200 years, and you’ll come to a cliff that drops hundreds of feet.

Stretching out before you will be a strip mine so large you could hide the island of Manhattan in it.

To your rear will be 40 graves—old men and women, small children, veterans of conflicts from the Civil War to World War II—surrounded by a white, split-rail fence and a thin ring of trees. Underfoot: approximately four billion dollars’ worth of coal.

It’s a surreal scene, this “island in the sky,” as Debbie Jarrell put it in a lawsuit she and five others filed two weeks ago against Alpha Natural Resources, which operates the mine surrounding the cemetery. This place that was once intensely private has now become the center of a very public fight, between the people who treasure the top of the mountain and those who yearn to get at what’s beneath it.

Bad History

 The two sides have been quarrelling for years, says Maria Gunnoe, a local environmental activist and a co-plaintiff of Jarrell’s—at least since 2008, when Massey Energy, Alpha’s predecessor, started buying out Lindytown, the community that sat downhill from the cemetery. By 2011, only the Richmond family—Lawrence, Quinnie, and their son Roger—remained. Today, only Roger is left. Roger and the cemetery.

 But on April 23 of this year, Gunnoe says, the dispute intensified. That morning, she, Jarrell, and the other plaintiffs, including 78-year-old Leo Cook, began a long journey to the cemetery. They dressed in jeans and heavy shirts with fluorescent construction vests draped over top, and slipped on professional-grade steel-toed boots. They wore hard hats. After all, the road to the cemetery winds through a working strip mine—its official name is the Twilight Mine—up two and a half miles of hairpin switchbacks.

 First they checked in at a guard house, where they confirmed their appointment—requests to visit the cemetery must be made ten days in advance—and sat down for a 30-minute class on mine safety. Then an Alpha employee led their small caravan up the mountain, passing house-size dump trucks that made their full-size pickups look like toys.

 None of that was surprising, Gunnoe says—she and the others had made the trip before—but what she saw at the top was: headstones overturned and broken, trees lying on the ground, cracks in the earth.

 A Lawsuit Is Filed

 “They destroyed it,” she says. Gunnoe provided National Geographic News a photograph showing fallen trees lying across several graves and the splintered remains of a section of fence. (Photos showing the toppled headstones exist, she says, but her lawyer advised against making them public because of the litigation.) The lawsuit claims Alpha desecrated graves and encroached on a 100-foot buffer required by state law, and demands the mine back off and pay unspecified monetary damages.

 Alpha spokesperson Steve Higginbottom denied these claims and provided a photograph of the same site, dated five months later, showing the trees gone, the fence intact.

 Gunnoe says she stood in shock that day, surveying the damage, and then, out in the abyss of broken rock beyond the edge of the cemetery, a massive charge exploded. “The sound was deafening,” she says. “I thought Leo was going to have a heart attack.” The earth trembled under her feet, and dust coated the inside of her nose.

 According to Higginbottom, Alpha did not blast in the vicinity of the cemetery that day, and a West Virginia Department of Environmental Protection official who joined the group on the visit filed no violations (nor did he return a message left on his phone).

 When Gunnoe and her friends got home, they began preparing their legal case.

 So Many Graves, So Many Mines

 As fraught as the Jarrell cemetery situation is, it’s not unique. “Cemeteries are strewn throughout mines all over the state,” says Tom Clarke, mining and reclamation division director for the West Virginia DEP.

Sometimes, he says, they are destroyed before anyone notices. Very occasionally they are moved. And in at least a few dozen cases, they’ve ended up like the Jarrell cemetery: spared, but teetering at the edge of a mine.

Gunnoe has documented three cemeteries in or on the edge of the Twilight Mine, and several more in other mines nearby. “It’s the final insult,” she says. “These cemeteries are our history, our culture.”

Dustin White, one of Gunnoe’s co-plaintiffs, says he’s worried he won’t be able to carry out his mother’s final wish to be buried with her family in the Cook Cemetery, surrounded, as it is, by a mine. “Imagine the funeral procession,” he says. “Hard hats, boots, a mine escort, everybody in four-wheel-drive vehicles.”

 The Miners’ Concerns

 Asked if he has family in any mine-bound cemeteries, Clark, the DEP man, says, “I’d sure be surprised if I didn’t.” Seven generations of his family lie in the hills of West Virginia. “Would I like my cemetery to be mined around? Probably not. But if I had friends and relatives who put food on their tables and sent their kids to college with money that came out of that mine, I might feel differently.”

 Those who might feel differently are all around. Alpha is the largest employer in the county, by a factor of two, and about half the county works in mining. The average mining machine operator in West Virginia makes $52,700 a year, considerably higher than the state’s $39,600 median income. “Not everybody is happy with the way the folks who filed this lawsuit are behaving,” Clark says.

Gunnoe has an altogether different concern: that more damage will be done, even as the legal case plods forward. “Things move slowly through our courts here in West Virginia,” Gunnoe says. How slowly? “We’ll be lucky to hear something—like, anything—in five years.”

By Pat Walters

for National Geographic

Published September 6, 2013

Courtesy : National Geographic