Direktur Litabmas : Tidak berhenti di Ajang Kompetisi, Hasil KJI dan KBGI Harus Bisa Dimanfaatkan Masyarakat


litabmaskjikbgi1_3978_20131201151636

(Direktur Litabmas Ditjen Dikti, Prof. Agus Subekti, M.Sc)

Prof. Agus Subekti, M.Sc, Direktur Litabmas (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuka resmi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) V. Pada Sabtu (30/11), Opening Ceremony dipusatkan di gedung widyaloka Universitas Brawijaya (UB).

Dalam paparannya, Agus mendukung penuh pelaksanaan KJI dan KBGI yang juga disponsori oleh Ditjen Dikti. Selain pengembangan kreativitas mahasiswa, Agus berharap kompetisi ini mampu ditindaklanjuti dalam penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Tentunya Ditjen Dikti mendukung agar kompetisi kali ini tidak hanya berhenti menjadi ajang adu kebolehan tapi hasilnya juga bisa dinikmati oleh masyarakat,” kata Agus. Terkait hal ini ia mensitir pernyataan Dekan Fakultas Teknik UB yang juga ketua pelaksana KJI dan KBGI 2013, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS bahwa jembatan hasil rancangan mahasiswa Teknik Sipil FT-UB yang menjadi juara tahun 2012 lalu telah diimplementasikan dalam pembangunan jembatan di desa Bendosari, Pujon, Kabupaten Malang.

“Saya yakin semua finalis yang ada di sini adalah juara. Untuk itu saya berharap semua finalis dapat berkompetisi dengan baik dan sportif agar menjadi yang terbaik dari yang terbaik!” pungkas Agus.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana yang juga Dekan FT-UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan bahwa 27 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi ini. Dilaksanakan di Malang selama dua hari (29-30/11), KJI mengambil tema “Jembatan Kokoh, Praktis, Inovatif dan Berwawasan Lingkungan” sementara KBGI, “Rumah Kayu Bertingkat yang Handal dan Berwawasan Nusantara”. 27 perguruan tinggi merupakan hasil seleksi dari 151 proposal yang meliputi 46 proposal kategori jembatan baja, 30 proposal kategori jembatan busur, 37 proposal kategori jembatan kayu, dan 38 proposal kategori bangunan gedung. Dari semua proposal tersebut, 34 diantaranya lolos ke babak final yang meliputi 8 finalis kategori baja dan kayu serta 9 finalis untuk kategori jembatan busur dan bangunan gedung.

Kompetisi ini akan dinilai oleh 20 juri untuk KJI dan 12 juri untuk KBGI. Turut serta pula, 25 pembimbing kategori jembatan, 9 pembimbing kategori bangunan gedung, 109 anggota tim (kru) yang siap berkompetisi serta ratusan kru dan supporter yang mendukung tim masing-masing. “Menang dan kalah dalam suatu kompetisi adalah hal wajar. Sehingga sikap kesatria, rendah hati dan lapang dada merupakan pegangan kita semua karena di depan masih terbentang banyak tantangan. Semoga kompetisi ini diwarnai kejujuran, kerja keras dan penuh keakraban,” pungkas Bisri.

Hal senada juga disampaikan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dalam sambutannya. Ia berharap agar kompetisi ini menjadi wadah pencurahan ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan model jembatan dan gedung. “Selamat berkompetisi untuk meraih kesuksesan dalam prestasi dan kebanggaan,” ungkap Rektor memberi motivasi.

Pada Sabtu (30/11), Opening ceremony kemudian dilanjutkan perakitan jembatan baja dan Bangunan Gedung. Penilaian dan pengujian seperti uji beban baik untuk jembatan maupun gedung dilakukan langsung oleh tim juri.

Courtesy : Prasetya UB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s