Ingin Dilirik Pemodal? Ide Keren Saja Tak Cukup


Ide cool

Pertumbuhan bisnis digital di Indonesia, diikuti oleh bertambahnya jumlah perusahaan pemodal ventura (venture capital).

Hingga pertengahan 2012, tercatat ada belasan perusahaan pemodal ventura khusus teknologi dari dalam maupun luar negeri. Mereka “berburu” perusahaan rintisan (startup) digital yang punya ide dan produk keren. Namun, ide dan produk saja tak cukup menggoda perusahaan pemodal untuk memberikan investasinya. Mereka juga mempertimbangkan kredibilitas si pendiri dan resiko terbesar yang akan ia alami.

Perusahaan pemodal ventura Ideosource, misalnya, enggan berinvestasi jika startup itu hanya mengandalkan ide.

Direktur Ideosource Andi S. Boediman mengatakan, pihaknya lebih tertarik dengan ide yang telah terlaksana dan menjadi produk. Apalagi, jika produk itu dinilai punya daya tarik dan diakui oleh sekelompok kecil orang.

“Daya tarik dan pengakuan itu penting. Kalau bisnisnya e-commerce, ya mereka sudah melakukan transaksi. Kalau bisnis media, sudah ada trafik. Kalau konten, sudah mendapat banyak unduhan,” jelasnya pertengahan September lalu.

Tak sekedar produk, Andi juga memandang penting kapabilitas pendiri dan tim startup itu, apakah mereka punya kesadaran bisnis dan bisa membaca pasar?

Hal senada diungkapkan Anthonny Liem, CEO dari MerahPutih Inkubator. “Yang pertama kali kita lihat adalah si pendiri dan timnya. Karena, yang mengeksekusinya itu kan orangnya. Produknya bisa dibentuk,” tegas Anthonny saat dihubungi lewat telepon.

MerahPutih mulai berinvestasi pada Agustus 2010. Hingga saat ini ada 7 startup yang mendapat dana segar dari MerahPutih. Perusahaan yang berada di bawah payung Djarum ini, fokus pada empat segmen bisnis digital, yakni social platform, e-commerce, aplikasi mobile, dan game.

Ia mengenaskan, MerahPutih bukan pemodal ventura yang berinvestasi di banyak startup, agar risikonya terbagi. Besar harapan Anthonny agar startup tersebut dapat menghasilkan uang dan produknya dipakai banyak orang. Karena itulah, kemampuan berwirausaha dan manajemen para pendiri sangat dipertimbangkan.

Para investor berharap nilai startup itu bisa naik berkali-kali lipat, setidaknya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Ketika startup itu diberi investasi lagi oleh pemodal ventura lain, maka nilainya juga ikut naik. Penetrasi pengguna internet dan perangkat mobile di Indonesia yang terus meningkat, juga membawa peluang besar bagi industri digital.

Courtesy : KOMPAS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s