Motivasi untuk Orang Pendiam


pesimis

Ternyata masih banyak saja dari teman-teman yang mengeluhkan kepribadiannya yang pendiam. Untuk Teman-teman yang merasa memiliki kepribadian pendiam, rasanya tidak ada ruginya menyimak beberapa tips berikut. Meskipun ini bukan hanya satu-satunya cara untuk mengatasi kependiaman yang kita miliki, akan tetapi saya berharap tidak ada lagi yang mengeluhkan “Kenapa saya pendiam”. Berikut beberapa Motivasi untuk Teman-teman sekalian agar tidak banyak menghindar lagi..

Untuk Teman-teman yang Merasa Pendiam

#Sadari Kelebihan

Senantiasa menyadari bahwa kita memiliki kelebihan yang tidak dimili orang lain adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk memotivasi diri kita sendiri. Kelebihan yang ada pada diri kita adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita yang belum tentu orang lain memilikinya. Meskipun disisi lain, kita pun harus menyadari pula bahwa kita memiliki banyak kekurangan, akan tetapi setidaknya kita akan sadar bahwa kita adalah orang yang akan dan harus berguna untuk orang-orang disekitar kita telebih lagi bagi mereka yang kita cintai.

#Fokus Belajar

Jika Teman-teman adalah seorang pelajar, maka tugas utama kita adalah belajar. Meskipun belajar tidak hanya tugas bagi yang maish berstatus sebagai pelajar, termasuk saya. Saya sudah agak lama lulus dari bangku SMA, akan tetapi semangat belajar jangan pernah pudar. Nah ketika kita fokuskan diri kita untuk belajar dan meraih prestasi yang tinggi, maka sifat mengeluh kita setidaknya akan beralih ke sesuatu yang lebih bermanfaat, dalam hal ini muncul masalah baru kita yaitu “Bagaimana menyelesaikan pelajaran kita” bukan hanya memikirkan bagaimana mengatasi kepandiaman yangkita miliki.

#Tidak Banyak Mengeluh

Mengeluh itu saya katakan sebagai “Penyakit” yang bisa dengan mudah kita sembuhnya. Banyak sekali permasalah besar orang-orang disekitar kita muncul diawali dengan keluhan atas hal kecil saja. Misalnya, seorang ibu mengeluhkan kepada sang ayah karena ia tidak mau membantunya mengangkat jemuran dan hal kecil lainnya. Jika permasalah sekecil itu disikapi oleh sang Ibu dengan kepala yang tidak sehat, barang kali ujung-ujungnya malah berantem selama berminggu-minggu lamanya. Jika Anda seorang yang pendiam, maka berhenti mengeluh bahwa kita ini “Pendiam”. Lagian sadarkah kita ketika keluar dari mulut atau hati kita ucapan “Kenapa saya ditakdirkan menjadi seorang pendiam?”. Sadarkah kita, bahwa kita sedang mengeluh kepada siapa? Saat kata-kata itu keluar, secara tidak sadar kita tidak setuju dengan ketentuan yang telah Alloh tentukan atas kita. Wah bahaya sekali bukan? Jadi jangan mengeluh lagi ya….!

#Tugas kita Hanya Satu

Sebagai manusia apalagi seorang Muslim, sebenarnya tugas kita di dunia ini hanya satu doang. Apa itu? Tugas manusia di dunia ini hanya “Beribadah” Kepada Alloh Subahanahuwata’ala. Jadi jika kita hanya tidak unggul dalam masalah bersosialisasi saja sedagnkan kita bisa mengerjakan hal yang yang bernilai ibadah, kita sudah aman bukan? Hal yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini, bahwa ibadah ibu bukan hanya hal-hal yang bersifat “Ibadah dalam pandangan kebanyakan orang” Meskipun ibu bagian penting dari kategori ibadah, Hal lain pun yang biasa kita kerjakan sehari-hari akan bernilai ibadah jika kita niatkan untuk kebaikan.

#Berikan Kasih Sayang Sepenuhnya

Seorang muslim dengan yang muslim lainnya itu dikatakan bersaudara. Jika Sobat seorang muslim, maka saya anggap saudara. Masing-masing kita memiliki hak yang harus di penuhi oleh yang lainnya. Salah satu hak seorang muslim adalah diberikan kebaikan oleh yang lain, “Kasih sayang” diantaranya. Jika kita pernah “Mencintai seseorang”, Seorang Istri Misalkan atau sebaliknya, pastinya jika yang kita cintai mengerjakan sesuatu kesalahan akan segera tertutupi karena besarnya kecintaan kita pada yang kita cintai tersebut. Bukankah hal ini bisa kita terapkan pula pada orang-orang sekitar kita?

#Berikan yang Teribaik untuk Orang Lain

Manusia katanya tidak akan terlepas dari yang namanya dosa dan kesalahan. Tapi hal ini bukan berarti kita santai dan merasa nyaman dengan kesalahan dan kelalaian yang kita lakukan. Yang tepat adalah, boleh saja kita melakukan kesalahan, akan tetapi setelah kita mengerjakan hal tersebut dengan sangat maksimal. Jika kegagalan kita dapatkan karena kita sendiri yang lalai dan tidak serius mengerjakan suatu hal, maka jangan berlega diri dan harusnya kita segera perbaiki sebisa mungkin.

#Bersyukur Saja

Kebanyakan masalah orang-orang baik dulu maupun sekarang termasuk keluhan Anda yang merasa “Pendiam” adalah kurangnya kita “Bersyukur” atas apa yang Alloh berikan kepada kita. Seperti yang sering ktia dengar dari perkataan manusia terbaik sepanjang zaman “Amat menakjubkan perkara seorang Muslim itu, jika ia diberi nikmat ia bersyukur dan jika ia ditimpa musibah ia bersabar”.

#Sadari Orang Lain pun Sama

Teori yang masih saya pegang sebagai prinsip untuk menangkal kependiaman adalah “Menyadari bahwa orang lain pun merasakan hal yang sama seperti kita rasakan”. Bagaimana maksudnya: Jika kita bertemu dengan seseorang di tengah jalan atau mungkin kita pernah satu bangku bersebelahan dalam Bus. Apa kira-kira yang menghalangi kita untuk menyapanya? Mungkin kita selalu berfikir, “Wah, takutnya kalo saya menyapa duluan. Mungkin dia lebih hebat dari kita, lebih pandai bicara, lebih dan lebih dari kita”. Tahukah kita, bahwa orang tersebut pun berfikir sama seperti kita. Setidaknya seperti itu yang saya tangkap dari sebuah buku yang saya baca. Dan saya pikir memang demikian.

Demikian beberapa poin motivasi yang sekiranya dapat teman-teman terapkan agar tidak terlalu banyak “Mengeluh” dan “Bersedih” hati karena Alloh Ta’ala takdirkan untuk menjadi seseorang yang pendiam.

Courtesy : Priana 13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s