Prof. Yogi Sugito Resmikan Masjid Raden Fatah UB


Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika memberikan  kata sambutan kepada seluruh undangan
Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika memberikan kata sambutan kepada seluruh undangan

Di era modern bangunan masjid tidak serta merta sebagai tempat ibadah semata, masjid bisa menjadi salah satu tempat yang dapat memajukan perekonomian sebuah negara. Di negara eropa, masjid bisa menjadi berbagai macam pusat pengetahuan, sebuat saja sebagai tempat belajar seperti student center, perpustakaan, tempat publik yang dapat disinggahi oleh kalangan masyarakat banyak, atau menjadi salah satu tempat galeri seni yang bertemakan islam baik dari arsitek bangunan yang dibuat ataupun pernak-pernik di dalamnya. Bahkan dewasa ini pembangunan masjid juga berkembang pesat dengan adanya berbagai fasilitas-fasilitas pendukung yang dapat menarik perhatian masyarakat. Paparan tersebut sempat diutarakan Prof. Dr. Ali Azis M.Ag kepada seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) dalam ceramah interaktif di Masjid Raden Patah UB.

Bersama segenap jajaran pimpinan UB dan para mahasiswa, Masjid Raden Fatah akhirnya berhasil diresmikan oleh Prof. Dr. Ir. Yugi Sugito selaku Rektor UB pada Rabu (4/5). Masjid yang masih dalam proses pembangunan tersebut diharapkan nantinya tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah saja, melainkan dapat menjadi tempat untuk berkomunikasi, sarana belajar bagi mahasiswa dan fasilitas pelayanan keagamaan. “Setidaknya, membutuhkan waktu dua tahun lagi untuk menyelesaikan masjid Raden Fatah menjadi sebuah tempat ibadah yang indah sesuai dengan kampus kita,” ujar Prof Yogi.

Rektor UB memotong pita sebagai tanda diresmikannya Masjid Raden Fatah
Rektor UB memotong pita sebagai tanda diresmikannya Masjid Raden Fatah

Masjid yang terdiri dari tiga lantai ini, nantinya akan dilengkapi 14 ruang kelas demi mendukung proses belajar mengajar pendidikan agama bagi mahasiswa UB. Selain itu, akan dibangun juga fasilitas pendukung yang dapat membantu warga UB di bidang keagamaan. “Intinya, membuat suasana masjid tidak hanya religus namun juga nyaman bagi semua kalangan,” tambahnya.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung sarana prasarana masjid dan ceramah dan dialog interaktif. Dalam ceramah tersebut, Prof. Ali Azis berharap dengan dibangunnya masjid Raden Fatah, wawasan mahasiswa dan warga dilingkungan UB bisa bertambah. Bertambah dalam artian dapat membaca wacana keagamaan disertai keilmuan dan cara pandang yang luas. Agar nantinya, tidak bermunculan masyarakat islam yang skeptis terhadap sekitarnya. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut juga berpesan agar kedepannya Masjid Raden Fatah dapat digunakan ataupun dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat. “Seperti di masjid-masjid modern, bangunan masjid tidak diperuntukkan sebatas untuk warga muslim saja, namun warga non-muslim dapat mengunjungi masjid untuk mengenal, belajar, berinteraksi dengan agama islam. Apalagi lingkungan UB adalah lingkungan yang diisi orang-orang intelektual, proses belajar dan edukasi itu tidak menjadi halangan walau adanya perbedaan  keyakinan. Hal itu sejatinya dapat menjadi sebuah refleksi bagi kehidupan kampus UB,” pungkasnya.

Courtesy : Prasetya UB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s