Jangan Lakukan Hal ini Saat Bersantap di Restoran Jepang !

Susshi

Mau makan di restoran Jepang? Selain dianjurkan memakai sumpit dengan benar, ada beberapa hal yang patut dihindari agar tetap menjaga kesopanan. Selain mengikuti etiket makan Jepang juga menghargai budaya lain.

Seperti diulas oleh Japan Today (20/12/2013), aturan ini sebaiknya Anda taati saat bersantap di restoran Jepang terutama restoran tradisional Jepang.

1. Jangan mengambil makanan jatuh dengan tangan

Mengambil potongan makanan yang jatuh dengantangan merupakan perilaku yang dianggap buruk di Jepang. Makanan yang jatuh di atas meja dapat dibersihkan setelah makan bersama selesai.

2. Hindari menggigit sebagian makanan

Anda harus mencoba makan makanan Jepang dalam satu gigitan. Jangan menggunakan gigi untuk merobek makanan menjadi potongan yang lebih kecil. Karena itu dianggap tidak sopan. Tutup mulut dengan tangan ketika sedang mengunyah potongan-potongan besar makanan.

3. Jangan mencampur wasabi ke dalam kecap

Metode makan yang tidak tepat terlihat di banyak restoran seluruh dunia, namun ini harus dihindari. Sebaiknya, taruh sedikit wasabi langsung pada sepotong sashimi dan kemudian baru mencelupkannya ke dalam mangkuk kecap.

4. Jangan menaruh cangkang kerang di piring terpisah

Ketika makan kerang, banyak orang menaruh cangkang kerang kosong pada piring terpisah. Hal ini dinilai tidak sopan. Lebih baik ketika makan kerang, taruh cangkang kerang pada mangkuk saji saja.

Courtesy : Food Detik

Gebyar Festival Tari Universitas Brawijaya 2013

GEBYAR FESTIVAL TARI PIALA REKTOR XXI

ANTAR FAKULTAS SE-UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UNIVERSITAS SE-JAWA DAN BALI

DALAM RANGKA DIES NATALIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA KE-51 TAHUN 2013

20131203151855_5553

Sebuah kompetisi rutin tahunan yang diselenggarakan oleh UNITANTRI (Unit Aktivitas Karawitan dan Tari), yang akan diadakan pada

  • 7 Desember 2013 (untuk Fakultas se-Universitas Brawijaya), dan
  • 8 Desember 2013 (untuk Universitas se-Jawa Timur)

Kegiatan ini dilaksanakan bertempatan di GOR Pertamina Universitas Brawijaya.

Antar fakultas se Universitas Brawijaya diikuti oleh 13 fakultas yaitu; FEB, FK, FIA, FIB, PTIIK, FPIK, FMIPA, FTP, FP, FH, FISIP, FAPET, PKH.

Antar Universitas se Jawa-Bali yaitu; Universitas Negeri Malang, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Abdurrahman Saleh Situbondo, Universitas Kanjuruhan Malang, STAIN Tulungagung, ITS Surabaya, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, ITN Malang.

Ticket:

Presale (22 November 2013 s/d 6 Desember 2013).

Harga Presale (2 Hari) Rp. 25.000,00 dan  OTS ( 1 Hari) Rp. 15.000,00.

Tiket dapat dipesan di: BEM/LKM Seni setiap Fakultas di Universitas Brawijaya, Ticket Box GFT 2013 dan Twitter kami: @GFT_UB. (Follow di twitternya: @GFT_UB akan membagikan tiket gratis setiap minggunya!)

Ticket Box bertempat di Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya. Tempat dan Ticket pengunjung terbatas. Jadilah Saksi pelestarian kebudayaan Nusantara pada Gebyar Festival Tari tahun ini!

For further info: 081335229090 (Ana).

Courtesy : ub.ac.id

Daftar Juara Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Ke-IX Dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Ke-V

KJI 2013

Universitas Brawijaya (UB) merebut juara umum pada Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke V. Kedua kegiatan tersebut diselenggarakan di kampus UB selama empat hari (28/11-1/12). Atas prestasi ini, maka piala Reka Cipta Titian Nusantara (KJI) dan Reka Cipta Griya Indonesia (KBGI) berada di tangan UB. Hal ini didasarkan pada keputusan Dewan Juri KJI nomor: 003/SK/DJ/KJI/2013 dan Dewan Juri KBGI nomor: 002/SK/DJ/KBGI/2013 tanggal 1 Desember 2013. Informasi lebih jauh terkait hal ini bisa dilihat pada daftar di bawah ini.

Berikut disampaikan daftar pemenang kompetisi KJI IX dan KBGI V tahun 2013 di Universitas Brawijaya berdasarkan Surat Keputusan Dewan Juri KJI nomor : 003/SK/DJ/KJI/ 2013 dan Surat Keputusan Dewan Juri KBGI nomor : 002/SK/DJ/KBGI/2013 tanggal 1 Desember 2013, adalah sebagai berikut :

Kategori Jembatan Busur

No.

Keterangan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Sayaka Dewi Politeknik Negeri Bandung

2.

Juara II O-Project Institut Teknologi Sepuluh Nopember

3.

Juara III Sekar Mahawastika Institut Teknologi Nasional Bandung

4.

Juara Kategori Terkokoh Sayaka Dewa Politeknik Negeri Bandung

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Tido Universitas Indonesia

6.

Juara Kategori Terindah Arundaya Universitas Brawijaya

Kategori Jembatan Kayu

No.

Keterangan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Cremona Universitas Negeri Malang

2.

Juara II Citra S-54 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

3.

Juara III Edelweiss Universitas Brawijaya

4.

Juara Kategori Terkokoh Citra S-54 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Cremona Universitas Negeri Malang

6.

Juara Kategori Terindah Edelweiss Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Tercepat Reswara Dewa Politeknik Negeri Bandung

8.

Juara Kategori K3 Terlengkap Edelweiss Universitas Brawijaya

9.

Juara Kategori Teralistis Edelweiss Universitas Brawijaya

Kategori Jembatan Baja

No.

Keterangan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Ken Arok Universitas Brawijaya

2.

Juara II Palibaya Wilwatikta Universitas Jendral Achmad Yani

3.

Juara III Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

4.

Juara Kategori Terkokoh Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

6.

Juara Kategori Terindah Ken Arok Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Tercepat Ken Arok Universitas Brawijaya

8.

Juara Kategori K3 Terlengkap Ken Arok Universitas Brawijaya

9.

Juara Kategori Teralistis Ken Arok Universitas Brawijaya

 

DAFTAR JUARA Kompetis Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V

No.

Keterangan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Garuda Universitas Brawijaya

2.

Juara II Bumi Universitas Indonesia

3.

Juara III Kuya Gardapati Sastra Institut Teknologi Bandung

4.

Juara Estetika/Keindahan Garuda Universitas Brawijaya

5.

Juara Kategori Inovasi dalam Rancang Bangun I.Y.A Univresitas Muhammadiyah Malang

6.

Juara Kategori Kinerja Struktural Garuda Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Kesesuaian Impelementasi terhadap Rancangan Garuda Universitas Brawijaya

8.

Juara Kategori Metode Pelaksanaan terbaik Garuda Universitas Brawijaya

 

DAFTAR JUARA KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA (KJI) Ke-IX

Kategori Jembatan Busur

No.

Keterangan

Nama Jembatan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Sayaka Dewi Politeknik Negeri Bandung

2.

Juara II O-Project Institut Teknologi Sepuluh Nopember

3.

Juara III Sekar Mahawastika Institut Teknologi Nasional Bandung

4.

Juara Kategori Terkokoh Sayaka Dewa Politeknik Negeri Bandung

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Tido Universitas Indonesia

6.

Juara Kategori Terindah Arundaya Universitas Brawijaya

Kategori Jembatan Kayu

No.

Keterangan

Nama Jembatan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Cremona Universitas Negeri Malang

2.

Juara II Citra S-54 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

3.

Juara III Edelweiss Universitas Brawijaya

4.

Juara Kategori Terkokoh Citra S-54 Institut Teknologi Sepuluh Nopember

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Cremona Universitas Negeri Malang

6.

Juara Kategori Terindah Edelweiss Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Tercepat Reswara Dewa Politeknik Negeri Bandung

8.

Juara Kategori K3 Terlengkap Edelweiss Universitas Brawijaya

9.

Juara Kategori Teralistis Edelweiss Universitas Brawijaya

Kategori Jembatan Baja

No.

Keterangan

Nama Jembatan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Ken Arok Universitas Brawijaya

2.

Juara II Palibaya Wilwatikta Universitas Jendral Achmad Yani

3.

Juara III Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

4.

Juara Kategori Terkokoh Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

5.

Juara Kategori Implementasi Terbaik Balaputra Dewa Politeknik Negeri Bandung

6.

Juara Kategori Terindah Ken Arok Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Tercepat Ken Arok Universitas Brawijaya

8.

Juara Kategori K3 Terlengkap Ken Arok Universitas Brawijaya

9.

Juara Kategori Teralistis Ken Arok Universitas Brawijaya

 

DAFTAR JUARA Kompetis Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V

No.

Keterangan

Nama Jembatan

Nama Tim

Kontingen

1.

Juara I Garuda Universitas Brawijaya

2.

Juara II Bumi Universitas Indonesia

3.

Juara III Kuya Gardapati Sastra Institut Teknologi Bandung

4.

Juara Estetika/Keindahan Garuda Universitas Brawijaya

5.

Juara Kategori Inovasi dalam Rancang Bangun I.Y.A Univresitas Muhammadiyah Malang

6.

Juara Kategori Kinerja Struktural Garuda Universitas Brawijaya

7.

Juara Kategori Kesesuaian Impelementasi terhadap Rancangan Garuda Universitas Brawijaya

8.

Juara Kategori Metode Pelaksanaan terbaik Garuda Universitas Brawijaya

Direktur Litabmas : Tidak berhenti di Ajang Kompetisi, Hasil KJI dan KBGI Harus Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

litabmaskjikbgi1_3978_20131201151636

(Direktur Litabmas Ditjen Dikti, Prof. Agus Subekti, M.Sc)

Prof. Agus Subekti, M.Sc, Direktur Litabmas (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuka resmi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) V. Pada Sabtu (30/11), Opening Ceremony dipusatkan di gedung widyaloka Universitas Brawijaya (UB).

Dalam paparannya, Agus mendukung penuh pelaksanaan KJI dan KBGI yang juga disponsori oleh Ditjen Dikti. Selain pengembangan kreativitas mahasiswa, Agus berharap kompetisi ini mampu ditindaklanjuti dalam penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Tentunya Ditjen Dikti mendukung agar kompetisi kali ini tidak hanya berhenti menjadi ajang adu kebolehan tapi hasilnya juga bisa dinikmati oleh masyarakat,” kata Agus. Terkait hal ini ia mensitir pernyataan Dekan Fakultas Teknik UB yang juga ketua pelaksana KJI dan KBGI 2013, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS bahwa jembatan hasil rancangan mahasiswa Teknik Sipil FT-UB yang menjadi juara tahun 2012 lalu telah diimplementasikan dalam pembangunan jembatan di desa Bendosari, Pujon, Kabupaten Malang.

“Saya yakin semua finalis yang ada di sini adalah juara. Untuk itu saya berharap semua finalis dapat berkompetisi dengan baik dan sportif agar menjadi yang terbaik dari yang terbaik!” pungkas Agus.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana yang juga Dekan FT-UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan bahwa 27 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi ini. Dilaksanakan di Malang selama dua hari (29-30/11), KJI mengambil tema “Jembatan Kokoh, Praktis, Inovatif dan Berwawasan Lingkungan” sementara KBGI, “Rumah Kayu Bertingkat yang Handal dan Berwawasan Nusantara”. 27 perguruan tinggi merupakan hasil seleksi dari 151 proposal yang meliputi 46 proposal kategori jembatan baja, 30 proposal kategori jembatan busur, 37 proposal kategori jembatan kayu, dan 38 proposal kategori bangunan gedung. Dari semua proposal tersebut, 34 diantaranya lolos ke babak final yang meliputi 8 finalis kategori baja dan kayu serta 9 finalis untuk kategori jembatan busur dan bangunan gedung.

Kompetisi ini akan dinilai oleh 20 juri untuk KJI dan 12 juri untuk KBGI. Turut serta pula, 25 pembimbing kategori jembatan, 9 pembimbing kategori bangunan gedung, 109 anggota tim (kru) yang siap berkompetisi serta ratusan kru dan supporter yang mendukung tim masing-masing. “Menang dan kalah dalam suatu kompetisi adalah hal wajar. Sehingga sikap kesatria, rendah hati dan lapang dada merupakan pegangan kita semua karena di depan masih terbentang banyak tantangan. Semoga kompetisi ini diwarnai kejujuran, kerja keras dan penuh keakraban,” pungkas Bisri.

Hal senada juga disampaikan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dalam sambutannya. Ia berharap agar kompetisi ini menjadi wadah pencurahan ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan model jembatan dan gedung. “Selamat berkompetisi untuk meraih kesuksesan dalam prestasi dan kebanggaan,” ungkap Rektor memberi motivasi.

Pada Sabtu (30/11), Opening ceremony kemudian dilanjutkan perakitan jembatan baja dan Bangunan Gedung. Penilaian dan pengujian seperti uji beban baik untuk jembatan maupun gedung dilakukan langsung oleh tim juri.

Courtesy : Prasetya UB

UB Tuan Rumah KJI IX dan KBGI V

Dekan FT UB bersama Ketua Dewan Juri KJI IX dan KBGI V saat Konferensi Pers

(Dekan FT UB bersama Ketua Dewan Juri KJI IX dan KBGI V saat Konferensi Pers)

Kontes Jembatan Indonesia ke IX dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia ke V akan segera dilaksanakan. Kedua perhelatan besar Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi ini akan dilaksanak mulai Jumat hingga Minggu (29/11-1/12) bertempat di Universitas Brawijaya.

Dengan mengangkat tema “Jembatan, Kokoh, Praktis, Inovatif dan Berwawasan Lingkungan” untuk KJI IX dan “Rumah Kayu Bertingkat yang Handal dan Berwawasan Nusantara” untuk KBGI V, ajang ini menguji kemampuan mahasiswa untuk berinovasi dan berkreasi dalam bidang perencanaan, konstruksi, perawatan jembatan dan bangunan yang dibuat.

Tahun ini, jumlah peserta  mencapai 151 proposal dan menciut menjadi 34 tim setelah proses seleksi di Kota Batu pada Senin dan Selasa (29-30/7) silam, terdiri atas tim Kategori Jembatan Baja sebanyak 8 tim, 8 tim Kateogri Jembatan Kayu, 9 tim Kategori Jembatan Busur dan 9 tim Kategori Bangunan Gedung.

Tidak hanya sebagai tuan rumah, UB juga menjadi finalis dalam kompetisi ini. Empat tim delegasi dikirim oleh Fakultas Teknik untuk memperebutkan piala bergilir “Reka Cipta Griya Indonesia”, untuk KGBI V dan piala “Reka Cipta Titian Indonesia” untuk KJI IX.

Selain memperebutkan predikat Juara I, II dan III, ada pula pengharaan untuk Kategori Jembatan Baja dan Jembatan Kayu, yaitu Jembatan Terkokoh, Jembatan dengan kesesuaian implementasi rancangan terbaik, Jembatan Terindah, Waktu Pelaksanaan Tercepat, K3 Terlengkap dan Metode Konstruksi Terealistis. Sedang untuk Jembatan Busur, memperebutkan 3 kategori yaitu Jembatan Terkokoh, Jembatan Terindah dan Kesesuaian dengan rancangan awal.

Sementara itu, KBGI selain memperebutkan predikat juara I, II dan III juga memperebutkan kategori Keindahan/Estetika, Kreativitas dalam Rancang Bangun, Kesesuaian Implementasi terhadap Rancangan, Kinerja Struktural dan Metode Pelaksanaan Konstruksi. Pemenang kompetisi jembatan tahun ini akan diikutsertakan dalam kompetisi jembatan tingkat internasional.

Melalui kompetisi ini, Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS, berharap akan ada tindak lanjut atas karya pemenang, “FT UB telah menerapkan konsep jembatan yang menang KJI tahun lalu dari mahasiswa Teknik Sipil di daerah Pujon,” ujarnya. Ia juga berharap dapat menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, memberi insentif bagi mahasiswa, menanamkan rasa cinta budaya serta penerapan ilmu dan pengetahuan terhadap aplikasi dan pengembangan rancang bangun.

Courtesy : Prasetya  UB

Alasan Kita Perlu Memakai Bantal Saat Tidur

Bantal

Salah satu alasan utama kita menggunakan bantal ada hubungannya dengan hubungan yang rumit antara kepala, leher, dan tulang punggung. Ketika seseorang berjalan tegak pada siang hari, kepala dan leher yang berada di jajaran vertikal di atas tulang belakang dengan pengaturan yang kompleks otot dan tendon. Namun, Selama tidur, banyak dari otot-otot ini yang santai, menyebabkan kepala jatuh ke belakang atau ke depan. Ini menempatkan tambahan tekanan pada otot leher dan tulang belakang, yang pada gilirannya memicu kekakuan pada otot punggung dan tulang belakang.Solusi untuk situasi menyakitkan ini adalah untuk mengangkat kepala dan leher sampai mereka kembali sesuai dengan tulang belakang, terlepas dari posisi tidur. Cara termudah untuk mencapai keselarasan didukung ini adalah dengan menggunakan bantal hingga sudut yang tepat akan tercapai. Ketika kepala, leher, dan tulang punggung kembali selaras, seseorang harus dapat bernapas lebih mudah dan telah meningkatkan sirkulasi.

Ada beberapa bentuk bantal yang berbeda, semuanya dirancang untuk mengatasi masalah penyelarasan yang berbeda. Sebuah bantal ortopedi yang kebanyakan untuk tidur di malam hari digunakan untuk menjaga agar kepala, tulang belakang, dan lutut didukung dalam posisi tidur yang nyaman. Beberapa orang menggunakan bantal di antara lutut atau paha mereka untuk memberikan dukungan bagi punggung bagian bawah dan pinggul. Sebuah bantal lumbal juga dapat mengisi kesenjangan antara punggung bawah dan kursi atau kasur. 

Secara historis, bantal kain pertama dinikmati hampir secara eksklusif oleh keluarga kerajaan dan warga negara kaya lainnya. Warga kelas bawah dan petani mungkin memiliki dasar gaya bantal dari jerami, tetapi kemungkinan besar mereka menggunakan senjata mereka sendiri untuk memberikan dukungan sementara mereka tidur. Meluasnya penggunaan bantal itu tidak mungkin sampai Revolusi Industri membuat produksi grosir kain realitas yang terjangkau.

Budaya kuno tertentu tidak menggunakan bantal terbuat dari kain lembut dan isinya, namun. Bantal sering diukir dari blok keras batu atau kayu, yang tidak tidur menjaga kepala dan tulang belakang sejajar tapi kenyamanan tidak bisa mengklaim sebagai salah satu keuntungan. Syukurlah, di jaman modern ini tersedia bantal empuk dengan busa karet, busa memori terapeutik, atau soba hulls. Triknya adalah untuk menemukan jumlah yang tepat untuk mencapai kesejajaran yang ideal untuk tidur malam nyaman.

Courtesy : Jelajah Unik

Kualitas Pendidikan di Finlandia Terbaik di Dunia

Finlandia merupakan negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia. Untuk mencapai prestasi tersebut bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk menelurkan seorang tenaga pendidik butuh seleksi yang sangat ketat.

Menurut Senior Adviser Finland Trade Center Gulontam Situmorang, untuk mencapai kualitas tingkat pendidikan terbaik di dunia bukan lah perkara mudah. Dia menyebut, pencapaian yang diraih Finlandia merupakan hasil suatu sistem di mana pendidikan ditanamkan sebagai budaya.

Bahkan, kata Gulontam, untuk mencetak tenaga pendidik perlu seleksi yang ketat. Para mahasiswa yang ingin berkuliah di perguruan tinggi pendidikan Finlandia merupakan saringan dari para lulusan SMA terbaik.

“Dari lulusan terbaik itu, masih diseleksi lagi. Hanya 10 persen dari mereka yang bisa masuk ke dalam perguruan tinggi keguruan,” urai Gulontam kepada Okezone, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2013).

Meski demikian, lanjutnya, para calon tenaga pendidik harus memenuhi syarat utama, yaitu memeliki jiwa mendidik atau pedagogik. Tanpa itu, pemerintah Finlandia percaya proses pembelajaran tidak akan pernah berhasil.

“Yang pasti, mereka harus memenuhi kriteria utama, yakni pedagogi, yakni jiwa mendidik. Sebab, mereka percaya adanya hubungan antara murid dan tenaga pendidik akan membuat proses pembelajaran berhasil,” tutupnya.

Kalo di Indonesia gimana ya? Ayo Indonesia, kita pasti bisa seperti mereka (Finlandia).. Hehehe..

Courtesy : Okezone