Dahlan Iskan: "Permasalahan Pangan Tidak Mungkin Diselesaikan Tanpa Campur Tangan Teknologi"

Dahlan Iskan dalam seminar  Scientific Great Moment
Dahlan Iskan dalam seminar Scientific Great Moment

Pertumbuhan penduduk yang meningkat tajam membuat konsumsi pangan semakin melonjak. Sementara itu semakin sedikit sumber daya manusia penggarap lahan pertanian. Dengan demikian teknologi mutlak diperlukan sebab tidak mungkin menyelesaikan permasalahan pangan tanpa campur tangannya.

Demikian disampaikan Menteri Negara BUMN Prof. DR. H.C Dahlan Iskan dalam seminar  Scientific Great Moment 5 bertajuk “Kolaborasi Inovasi IPTEK dan Optimasi Passion Generasi Muda sebagai Akselerator Menuju Indonesia Madani”. Kegiatan ini digelar Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) Agritech Research Science Center Fakultas Teknologi Pertanian (ARSC FTP) di Aula gedung FTP lantai 2, Sabtu (17/5).

“Jangan hanya menghujat dan mempertanyakan pemerintah mengapa harga semakin mahal, mengapa harus impor komoditas tertentu atau kebijakan lainnya. Tetapi mari pikirkan hal yang mendasar, siapa yang masih mau menggarap lahan?” kata dia. Saat ini, menurutnya sudah semakin sulit mencari buruh tani. “Demikian juga bagaimana sistem pembenihan yang efisien, bagaimana mengubah sistem pembenihan? Saatnya kita mulai beralih pada teknologi,” ia menandaskan. “Mari pikirkan teknologi tepat guna yang bisa terbeli oleh para petani,” tambahnya. 10 tahun mendatang, menurutnya Indonesia akan menjadi salah satu bagian dari 10 negara terbesar  di dunia. “Karena itu kita harus merubah mindset dan pola pikir. Sebab Indonesia modern harus bertemu dengan petani modern,” katanya.

Acara yang dibuka Dekan FTP, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr., dihadiri PD III FISIP UB, Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si., PD III FTP UB, Dr.Ir.Elok Zubaidah, MP., Ketua Jurusan TIP FTP, Dr.Ir. Nur Hidayat, MP., Ketua Jurusan THP FTP, Dr. Agustin Krisna Wardani, STP.,M.Si., Kepala Tata Usaha FTP Drs. Fatchur Rahman., M.AB beserta seluruh jajaran staf kependidikan FTP dari sub bagian Akademik, sub bagian Kemahasiswaan, sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian, jajaran dosen FISIP dan FTP UB. Hadir pula sekitar 500 mahasiswa FTP dan FISIP UB maupun berbagai kampus se Jawa Timur. Acara tampak semakin hidup ketika Dahlan membuka dialog interaktif dengan mahasiswa tentang bagaimana mewujudkan mimpi menciptakan teknologi untuk mengatasi permasalahan pertanian serta pengentasan kemiskinan.

Sebelumnya Dahlan Iskan mengunjungi pameran produk unggulan FTP UB seperti Vacuum Frying dari jurusan Keteknikan Pertanian, suatu mesin penggoreng hampa udara dalam suhu rendah untuk mempertahankan kandungan gizi produk. Ada juga mesin Seawater Treatment dari prodi Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan, suatu rancang bangun sistem pengolahan air laut menjadi air tawar. Sulis atau Susu Kejut Listrik, sistem pasteurisasi susu dengan menggunakan listrik tegangan tinggi untuk menurunkan jumlah bakteri dalam susu tanpa merusak kandungan nutrisinya. Digital Formalhyde Meter, mesin karya mahasiswa FTP untuk mengukur kadar formalin pada bahan pangan, serta  Falle, perangkap nyamuk berbasis audio sonic yang aman dipegang dan tidak meninggalkan residu dengan komsumsi daya hanya 15 watt.  Tidak hanya serius menyimak penjelasan produk, Dahlan bahkan juga mencicipi aneka olahan produksi FTP seperti Kupan Cake, kudapan bergizi dari tepung gayong, Mie Sawi, Kebab sehat bernutrisi serta berbagai produk karya Food Processing Training Center (FTPC) FTP.

Courtesy : Prasetya Online

WWF Indonesia – Seafood Guide

 cover_seafood_guide_electronic_new_1_22439

WWF-Indonesia percaya bahwa kita mampu menghadirkan ikan di meja makan dengan tetap menjaga jumlah populasi ikan, kelestarian lingkungan dan kesehatan ekosistem laut. Bila Anda memilih dengan hati-hati hidangan laut (seafood) yang anda nikmati, dengan cara memahami lebih jauh bagaimana pengelolaan perikanan dilakukan, Anda telah berkontribusi dalam melestarikan laut untuk masa depan.

Produk seafood dari Indonesia terancam kelangsungannya ketika tingkat konsumsi yang tinggi dan aktivitas penangkapannya sangat merusak memberi tekanan yang sangat tinggi pada populasi dan habitat ikan.

Sejak tahun 2005 WWF-Indonesia telah mengeluarkan panduan memilih seafood yang ramah lingkungan berupa cetakan kertas ukuran saku bagi konsumen seafood untuk memudahkan mereka mengetahui seafood yang terbaik dan seafood yang tengah mengalami tekanan konsumsi sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. Sebagai sebuah dokumen yang selalu “hidup” dan berubah sesuai kondisi pendataan populasi terkini, WWF-Indonesia kemudian melakukan revisi pada tahun 2007, kemudian revisi kembali pada tahun 2009, dan akhirnya versi terakhir pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun terakhir ketika perkembangan teknologi telepon pintar berkembang pesat, kebutuhan penggunaan kertas dapat perlahan-lahan dikurangi. Edisi seafood guide 2011 versi PDF tersebut masih dapat diunduh dari link ini.

Sekarang Anda Tahu, Sekarang Anda Bisa Bertindak!

Fakta-fakta di balik perikanan kita:

  • Lobster, ikan hiu dan kerapu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan menjadi dewasa
  • Lobster dan kerapu pada umumnya ditangkap dengan cara menyemprotkan racun. Racun tersebut juga membunuh terumbu karang dan satwa laut lainnya
  • Hanya sedikit lobster yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam. Sementara untuk saat ini masih sedikit teknologi yang mampu mengembangbiakkan lobster secara budidaya
  • Sirip ikan hiu diambil dari ikan hiu yang seringkali tertangkap dalam jaring atau rawai (longline), dimana lumba-lumba, penyu, burung dan satwa laut lainnya turut menjadi korban. Daging ikan hiu seringkali dibuang setelah siripnya dipotong
  • Juvenil ikan hiu semakin jarang ditemukan karena adanya penangkapan ikan hiu dewasa secara besar-besaran (penangkapan yang berlebihan atau over-fishing), sehingga tidak mampu memperbaiki populasinya
  • Udang ditangkap dengan menggunakan jaring pukan yang merusak ekosistem dasar laut di dekatnya, dan membawa tangkapan-sampingan (by-catch) antara lain penyu dan mamalia laut
  • Banyak juvenil udang yang tertangkap oleh nelayan, sehingga populasi udang semakin menurun akibat kurangnya regenerasi
  • Udang juga diternakkan dalam tambak, yang dibangun dengan menebang hutan bakau (mangrove) serta menggunakan bahan kimia yang buangannya dapat merusak ekosistem sekitarnya. Tanpa pohon bakau, garis pantai akan terkena erosi dan tempat perkembangbiakan alami ikan akan hilang
  • Hanya sedikit juvenil kerapu yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam akibat banyaknya predator termasuk manusia. Bahkan untuk jenis Kerapu Bebek, pengambilanya telah dilakukan sejak ukuran jari (fingerling) untuk ikan hias
  • Ikan karang seperti kakap, kerapu, baronang, ekor kuning, kambing-kambing dan butana, seringkali ditangkap dengan bahan peledak. Ledakan tersebut menghancurkan karang sampai puluhan tahun ke depan, dan kadangkala terumbu karang tidak mampu pulih
  • Ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna dan bobara/kue dapat dijadikanmakanan yang lezat dan mudah diolah

Anda dapat menggunakan petunjuk berikut ini saat memilih seafood. Bila memungkinkan, mintalah seafood yang masuk dalam daftar TERBAIK (hijau). Ada beragam seafood yang sehat dan bergizi.

Berhati-hatilah dan perhatikan saat Anda memilih seafood dari daftar PERTIMBANGKAN (kuning). Produk-produk ini seringkali dihasilkan dari cara penangkapan yang tidak lestari atau tidak ramah lingkungan, dan secara umum populasi ikan dalam kategori ini mulai menurun.

Hindarilah memesan seafood dari daftar HINDARI (merah). Seafood dalam daftar ini mengalami penurunan populasi yang serius di alam dan dalam proses penangkapannya sangat merusak dan memungkinkan terjadinya by-catch terhadap satwa langka atau dilindungi.

Udang, Seafood Lezat dengan Segudang Manfaat Sehat

sea-food

Udang telah diolah menjadi berbagai masakan lezat dan gurih. Bahkan jenis udang besar juga kerap digunakan untuk menggantikan lobster yang sama-sama berasal dari famili crustacea. Namun tentunya penyajian berbagai jenis masakan udang juga berpengaruh terhadap kandungan nutrisinya. Seperti halnya seafood lainnya, udang kaya akan kalsium dan protein. Jadi udang termasuk dalam sumber protein hewani.

Kandungan Nutrisi Udang

Kandungan protein udang dikategorikan sebagai “complete protein” karena kadar asam amino yang tinggi, berprofil lengkap, dan sekitar 85-95 persen proteinnya mudah dicerna tubuh. 100 gr udang mentah mengandung 20,3 gr protein atau cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 41 %.

Profil asam amino udang (per 100 gr) berturut-turut yang termasuk tinggi adalah asam gulamat (3465 mg), asam aspartat (2100 mg), arginine (1775 mg), lysine (1768 mg), leucine (1612 mg), glycine (1225 mg), isoleucine (985 mg), dan valine (956 mg). Artinya, udang sangat cocok dikonsumsi bagi mereka yang membutuhkan protein untuk membentuk otot.

Kalori udang yang sangat rendah (hanya 106 kalori per 100 gr udang) menjadikannya salah satu makanan diet yang cukup baik. Udang juga hanya mengandung sedikit asam lemak jenuh. Bahkan seperti halnya makanan laut lain, kadar asam lemak sehat pada udang justru sangat tinggi yaitu Omega-3 dan Omega-6 masing-masing mencapai 540 mg dan 28 mg per 100 gr udang segar.

Memang kandungan kolesterol udang cukup tinggi yaitu 152 mg per 100 gr udang segar. Namun hampir sama halnya seperti tuna dan makanan laut lain, segala manfaat nutrisi udang akan mengalahkan efek-efek negatifnya.

Asam lemak esensial yang dikandung udang mampu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) serta menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida dalam darah sehingga baik bagi kesehatan kardiovaskular.

Berbagai vitamin baik jenis larut air dan lemak juga sangat tinggi pada udang sehingga sangat baik dikonsumsi. Kandungannya yang tertinggi berturut-turut sesuai dengan persentase kebutuhan harian (daily value) adalah vitamin D (38%), vitamin B12 (19%), Niacin (13%), vitamin E (5%), vitamin B6 (5%), vitamin A (4%), vitamin C (3%), dan lain-lain.

Udang juga mengandung berbagai mineral yang penting bagi tubuh. Seperti yang sudah diketahui, mineral dari bahan makanan laut lebih mudah diserap tubuh dibandingkan yang berasal dari kacang-kacangan dan serealia. Mineral selenium dalam 100 gr udang segar cukup untuk memenuhi 54% kebutuhan harian, disusul fosfor (20%), besi dan tembaga (masing-masing 13%), magnesium (9%), zinc (7%), sodium (6%), potassium dan kalsium (masing-masing 5%), serta berbagai mineral penting lainnya.
Manfaat Sehat Mengonsumsi Udang

Beberapa manfaat keseahtan yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi udang antara lain :

Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung) karena kandungan asam lemak esensialnya akan menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penggumpalan kepingan darah atau ateroskeloris.

Memenuhi kebutuhan protein dengan asam amino berprofil lengkap yang mudah diserap tubuh. Baik dikonsumsi bagi Anda yang ingin menambah massa otot.
Sangat cocok untuk menu diet karena tinggi protein dan rendah kalori.

Memaksimalkan berbagai fungsi organ-organ vital tubuh karena berbagai kandungan vitaminnya.

Sebagai antioksidan yang mampu menjaga kesehatan fungsi kekebalan tubuh, anti radikal bebas penyebab 50 macam penyakit degeneratif dan membantu produksi antibodi dengan kandungan selenium yang sangat tinggi.

Membantu bekerjanya lebih dari 70 macam enzim, hormon, dan proses biosintesa dalam tubuh dengan kandungan zinc-nya.

Membantu meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhan anak dengan kandungan vitamin D, B12 dan Omega 3.

Mencegah penyakit darah rendah (anemia) dan berperan dalam pembentukan sel darah merah karena kandungan besi dan zinc-nya yang tinggi.

Menjaga kesehatan mata dengan kandungan vitamin A.

Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit pellagra (kulit burik dan bersisik) dengan kandungan vitamin E (alpha tocopherol) dan niasin yang tinggi.

Menjaga kesehatan tulang, gigi dan sendi dengan kandungan vitamin D, kalsium dan potassium yang tinggi

Bagi Anda yang mengidap alergi terhadap makanan laut sebaiknya membatasi mengonsumsi udang, agar terhindar dari efek samping yang merugikan kesehatan.

Untuk mendapatkan manfaat sehat dari udang, masaklah udang dengan cara dibakar atau dikukus dan nikmati beragam manfaatnya untuk kesehatan Anda.

Courtesy : Blog Gaul

50 Jurnal Mata Kuliah Sensory Analisys

1. A sensory perspective of effect of feeds on flavor in meats poultry meats

2. A study of the science of taste

3. Acceptability Studies on Bread Fortified with Tilapia Fish Flour

4. Biomimetic-based odor and taste sensing systems to food quality and safety

5. Chemical Composition and Physicochemical Properties of Meatballs Prepared from Mechanically Deboned Quail Meat Using Various Types of Flour

6. Coding of Sweet, Bitter, and Umami Tastes

7. Comparison of three sensory methods

8. Effect of Fatty Acid Composition of Oils on Flavor

9. Effect of frozen period on the chemical, microbiological

10. Effect of whey powder, skim milk powder and their combination on yield and textural properties of meat patties

11. Development of ice creams from Soybean milk & Watermelon seeds milk and Evaluation of their acceptability and Nourishing potential

12. Discrimination of mineral waters by electronic tongue

13. Evaluation of Quality Parameters

14. Flavour as a psychological construct implications for perceiving

15. Formulation and sensory evaluation of complementary

16. Influence of freeze-drying treatment on the texture

17. Instrumental-sensory evaluation of texture for fish

18. Odor Evaluation Fundamentals

19. Sensory acceptability of chocolate with inulin

20. Effect of Casein Hydrolysates on Yogurt

21. Physicochemical and sensory properties of wheat

22. Predicting Sensory Cohesiveness and Hardness

23. Quality of fish fillet from pond-raised red tilapia and its utilisation

24. Rapid control of smoked Atlantic salmon (Salmo salar) quality

25. Sensory analysis, sugar and acid content of tomato

26. Sensory and mechanical aspects of cheese texture

27. Sensory and microbiological evaluation of uncured fresh chicken sausage with reduced fat content

28. Sensory aspects of consumer choices for meat and meat products

29. Sensory Attributes and Consumer Acceptance

30. Relationship of texture profile analysis and Warner-Bratzler shear

31. Sensory Analysis of New Varieties of Citrus as a Complementary

32. Sensory Brand Studying Relationship between 5 Senses and Brand Value at World’s 100 Top Companies

33. Sensory characteristic of corn soya blend

34. Sensory evaluation of bakery products and its role

35. Sensory Evaluation of Ground Beef Patties

36. Sensory Evaluation of the Selected Coffee

37. Sensory Evaluation of the Strawberry Flavored

38. Sensory Properties of Thai Fish Sauces and Their Categorization

39. Sensory Quality and Acceptability of Fresh Juices

40. Sensory Evaluation of Mangoes (Mangifera indica L.)

41. Sensory stability and oxidation of fish oil enriched milk

42. Taste_and_flavour_food_choice_acceptance

43. Taste_Panel_Evaluation_and_Acceptance_of_Soy-beef_Burger

44. Texture-is-a-sensory-property

45. The !rst taste is always with the eyes A meta-analysis on the neural correlates

46. The effects of egg white powder addition with tapioca and sago flours

47. The Effects of Processing and Preservation

48. The impact of perceptual interactions on perceived flavor

49. The Role of Sensory Evaluation in Food Quality Control,

50. Utilization of soya protein as an alternative protein

 

“UNITY FISHTECH 2011”

Resep Roti Canai dan Kari Ayam

Roti Canai adalah salah satu makanan yang saya masih penasaran dengan rasa dari kue ini karena banyak orang bilang rasanya sangat menggoyang lidah. Roti canai atau roti jenis leper yang berbentuk bulat ini, merupakan satu makanan kegemaran di daerah Kepulauan Riau dan Malaysia. Makanan ini biasanya dimakan sebagai makanan pagi, tengah hari, petang, dan malam (jadi sebenarnya enak dimakan kapan saja, hehehe). Biasanya Roti ini dihidangkan dengan kuah kari ayam atau kari daging. Kombinasi keduanya inilah yang membuatnya sangat menggoyang lidah (hmm….sudah terbayang kelezatannya).

Kata orang, disebut ‘Canai’ adalah karena cara pembuatan roti ini dengan cara meleterkan, menganginkan dan melebarkan adonan rotinya. Pada versi yang lain, ada yang bilang kata ‘canai’ ini berasal dari nama bandar Chennai India,  karena  banyak  pembuat roti ini kebanyakkan berasal dari sana,  dahulu, pada saat ramai datangnya  orang India di Malaysia. Di India dan Singapura, makanan ini lebih dikenal dengan nama roti Prata. Bentuk dan wujud dari roti Prata ini sama dengan roti Canai.

Membuat roti ini bisa menjadi acara yang mengasyikkan kalau di kerjakan bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain, dengan teman-teman atau dengan saudara-saudara, karena akan terasa menyenangkan meleperkan adonan roti, bersama-sama sambil ngobrol dan bercanda.

Mau tahu cara pembuatannya?…..Nah inilah dia. Selamat mencoba!

ROTI CANAI

Bahan A:

3 sendok makan gula pasir

2 butir telur

½ sendok makan garam

Bahan B:

3 sendok makan susu bubuk

1 kg terigu

200 cc air hangat

Bahan C:

250 gr mentega/ margarine dicairkan

minyak samin 3 sendok makan

minyak goring 2 sendok makanbahan ini dicampur jadi satu

Cara membuat :

– Campur bahan A dengan tangan, diaduk-aduk.

– Masukkan bahan B ke adonan bahan A, diuleni, sampai kalis dan tidak lengket, kemudian dikepal-kepal kecil-kecil.

– masing-masing kepalan di leterkan, dengan sesekali di berikan sedikit campuran bahan C, dilipat-lipat, kemudian di kepal-kepal  lagi.

– Kepalan-kepalan ini kemudian di diamkan selama 30 menit (lebih lama lebih bagus)

– setelah didiamkan, dileterkan lagi membentuk bulat gepeng, dioles-olesi campuran bahan C, kemudian langsung di panggang di wajan datar tanpa minyak,  sampai matang (ada bagianbagian yang jadi lebih cokelat). Angkat.

– Lakukan sampai adonan habis

KARI AYAM 

Bahan A dihaluskan :

15 siung bawang putih

7 siung bawang merah

7 cabe merah

½ ruas kunyit

Bahan B :

5 butir cengkeh

1 ruas kayu manis

2 batang serai di keprak

2 ruas jahe di keprak

Bahan lain :

3 sendok bumbu kari

santan 2 butir kelapa

1 kg daging ayam dipotong kecil-kecil

kentang dipotong-potong jadi 8 bagian

Cara membuat :

– tumis bahan A, kemudian masukkan bahan B, dan bumbu kari

– masukkan daging ayam aduk sebentar, lalu diberi air secukupnya,

– masukkan potongan kentang.

– masukkan santan dengan kekentalan sedang.

– jangan lupa diberi garam, dan tunggu sampai matang.