E-mail Steve Jobs Ungkap Cara "Bunuh" Android

steve_jobs_ipod

Persidangan antara Apple melawan Samsung ternyata menguak fakta strategi Apple di tahun 2011. Di tahun itu, Apple ternyata sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengejar ketertinggalannya dari Android, dan bagaimana cara mengalahkan mereka.

Dalam sidang yang digelar pada Jumat (4/4/2014) di Pengadilan San Jose, California, tersebut disajikan data berupa e-mail dari pendiri Apple, Steve Jobs.

Dalam e-mail yang bersifat rahasia itu, Jobs mengatakan bahwa 2011 menjadi “perang suci” melawan Google dengan Android-nya, dan langkah-langkah apa yang perlu diambil Apple.

Dikutip 9to5 Mac, Jumat (4/4/2014), di tahun tersebut Apple mencoba mengembangkan smartphone murah tersebut dari basis iPod touch untuk menggantikan iPhone 3GS yang masih beredar saat itu.

Dari sisi software, Jobs menyadari bahwa iOS dalam iPhone mulai terancam keberadaannya oleh Android, sebab fitur-fitur Android saat itu sudah melampaui Apple.

Jobs kemudian menyusun rencana bagaimana iOS bisa menyaingi Android, terutama dalam hal bagaimana iPhone menampilkan notifikasi, kemampuan tethering, serta fitur pengenalan suara.

Strategi itu belakangan terbukti sukses saat iPhone memperkenalkan fitur asisten pribadi dalam iPhone 4S yang diberi nama “Siri.” Nama Siri sendiri menurut dokumen tersebut ternyata juga telah ditentukan sebelum peluncuran iPhone 4S karena sebelumnya Jobs menyebut smartphone itu dengan nama “Plus iPhone 4”.

Dalam hal komputasi awan, Jobs juga mengakui saat itu Apple ketinggalan dari Google, terutama dalam hal fitur Contacts, e-mail, dan kalendernya yang bisa disinkronkan dengan beragam perangkat.

Saat itu, Jobs memunculkan ide membuat fitur MobileMe untuk membantu agar ekosistem Apple lebih menyatu sehingga konsumen tidak beralih ke platform lain. MobileMe kemudian menjadi basis layanan iCloud yang kita kenal saat ini.

Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa di tahun 2011, Jobs sudah menyadari bahwa iOS akan kalah dari Android jika tidak dilakukan pembenahan dan penambahan fitur. Isi e-mail lengkap Steve Jobs di tahun 2011 tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Strategi Jobs bisa dibilang berhasil jika melihat loyalitas yang diberikan oleh fans Apple, khususunya pengguna iPhone sejak 2011 hingga kini. Hanya, saat ini konsumen menunggu Apple membuat smartphone dengan layar yang lebih besar serta harga yang lebih terjangkau. Mampukah Apple memenuhi tuntutan tersebut?

Beredar, Bocoran Tampilan Android 4.5 Lollipop

Android Police

Gambar bocoran antarmuka sistem operasi Android 4.5

Sistem operasi Android berikutnya, versi 4.5, disinyalir bakal bernama “Lollipop” atau “Moonshine”, meneruskan tradisi huruf depan yang melambangkan urutan revisi.

Kali ini, agaknya bukan hanya nama atau fitur lain yang diubah oleh Google, melainkan juga tampilan standar OS mobile tersebut.

Hal itu tampak dari bocoran gambar yang dimuat oleh situs Phone Arena. Di dalamnya, tampak antarmuka Android 4.5 “Lollipop” dengan deretan ikon yang terlihat baru, termasuk untuk aplikasi Google Maps, YouTube, dan Play Store.

Desain mereka terlihat lebih sederhana, flat atau datar, dengan warna-warna yang lebih kontras dibandingkan ikon pada launcher Android yang ada sekarang.

Beberapa ikon, seperti untuk Gmail, tampak lebih menyerupai ikon layanan serupa versi web dibandingkan Android. Hal tersebut terlihat dalam perbandingan tampilan ikon yang turut dikompilasi oleh Android Police di bawah ini.

Android Police Bocoran tampilan icon pada Android 4.5 dan perbandingan tampilan icon (gambar kanan) antara layanan Google berbasis web, versi Android terkini, dan versi Android berikutnya

Android Police turut menangkap screenshot laman Google Partners yang berisi gambar ikon Calendar, YouTube, dan Maps yang serupa dengan bocoran. Deretan ikon baru dalam bocoran screenshot tersebut tampaknya memang sungguh ada, meski belum tentu bakal dipakai di OS Android versi berikutnya.

Android 4.5 diperkirakan akan terkoneksi erat dengan sistem operasi jam tangan pintar Android Wear yang baru diperkenalkan oleh Google.

Raksasa internet tersebut disinyalir akan mengumumkan kehadiran Android 4.5 secara resmi dalam konferensi Google I/O, Juni mendatang.

Courtesy : KOMPAS

Inilah Alasan Google Tidak Merekrut Lulusan Perguruan Tinggi Terbaik

google-id

Lulusan perguruan tinggi top nampaknya saat ini bukan pilihan utama Google untuk menjadikannya karyawan, sehingga membuka banyak kesempatan bagi semua orang untuk bekerja di perusahaan paling populer tersebut saat ini.

Mengapa Google tidak menghiraukan lulusan universitas top? Tentu saja ada alasan yang kuat mengapa mereka berbuat demikian. Dan inilah alasan tersebut yang telah mereka analisis dalam perkembangan perusahaannya dari tahun ke tahun:

Kepada media New York Time, HRD dari Google, Laszlo Bock menyatakan mengenai alasan tidak merekrut orang-orang cerdas jebolan universitas terbaik:

Graduates of top schools can lack “intellectual humility” atau Lulusan dari sekolah top memiliki kekurangan dalam kerendahan hati terhadap intelektualitas.

Hal tersebut didukung data bahwa bagi mereka yang lulus dari universitas top, biasanya selalu berhasil dalam segala hal terutama dalam akademis dan sangat jarang mengalami kegagalan sehingga tak jarang dari mereka bukan termasuk tipe pemimpin dalam sebuah bisnis.

Google menyatakan bahwa mereka mencari tipe orang yang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan merangkul ide-ide orang lain meskipun ide dirinya lebih baik.

Bahkan Bock mengungkapkan “Tanpa kerendahan hati anda tidak dapat belajar”, orang pintar sukses jarang mengalami kegagalan, sehingga mereka tidak belajar dari kegagalan tersebut.

Sadar atau tidak kita sadari, kebanyakan orang sukses dalam berbisnis adalah justru kadang mereka yang tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Bock pun menyatakan bahwa, banyak sekolah yang tidak bisa memberikan janji masa depan mereka, yang ada hanyalah tumpukan utang untuk biaya sekolah dan menjadi masalah remaja saat ini di Amerika.

Sudah tidak aneh bahwa banyak dari kita yang ber IQ tinggi tidak serta merta menjadi seorang yang jauh lebih sukses dari mereka yang memiliki IQ lebih rendah. Dan itupula yang dipaparkan Bock, “Kemampuan belajar lebih penting dibandingkan IQ”.

Berhasil dalam bidang akademis bukan jaminan memperoleh suatu pekerjaan atau menjadi orang sukses, namun jiwa pembelajar dari setiap masalah dan kegagalan jauh lebih berharga. Bock melanjutkan, bahwa dalam setiap pekerjaan kemampuan kognitif memang perlu dan nomor satu namun kognitif umum bukan IQ.

Kemampuan untuk belajar, memproses dengan cepat, bekerja sama dalam sebuah tim, serta mengumpulkan dan memproses informasi, kemampuan untuk maju dan memimpin yang dibutuhkan saat ini.

Courtesy : Jogja Review

Inilah Ponsel Android Pertama Nokia

Nokia And

(Normandy, Smartphone Nokia yang diduga berbasis Android. Theverge.com)

Nokia telah mengembangkan ponsel Android sendiri. Berjuluk Normandy dan dikenal secara internal di Nokia dengan sejumlah nama lain, handset ini dirancang sebagai langkah berikutnya untuk ponsel kelas low-end dari pembuat smartphone asal Finlandia itu.

The Verge menulis, dari sumber-sumber yang mengetahui rencana perusahaan itu disebutkan bahwa Nokia telah menguji Normandy dengan varian “cabang” Android khusus yang tidak selaras dengan versi milik Google, mirip dengan apa yang dilakukan Amazon dengan lini Kindle Fire.

Gambar handset itu diungkap pada bulan November oleh @evleaks, yang menunjukkan perangkat bergaya Lumia tanpa tombol kapasitif yang jelas untuk navigasi.

Menurut The Verge, Normandy mendukung aplikasi Android seperti Skype dan aplikasi populer lainnya. Nokia telah mengembangkan ponsel Android meskipun telah ada rencana Microsoft untuk mengakuisisi bisnis handset perusahaan itu.

Tidak jelas apakah Nokia akan merilis handset itu sebelum kesepakatan Microsoft tersebut selesai, atau apakah Microsoft akan terus dengan rencana perangkat itu.

Beberapa sumber telah mengungkapkan kepada The Verge bahwa Normandy dirancang setara Asha untuk mendorong perangkat murah dengan akses ke lebih banyak aplikasi smartphone tradisional–sesuatu yang diperjuangkan perusahaan itu untuk lini Asha Series 40.

“Upaya Nokia ini mirip dengan penggunaan Android oleh Amazon, yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan sepenuhnya untuk digunakan sendiri, tulis The Verge, 10 Desember 2013.

Karyawan Nokia yang bekerja untuk Normandy diberitahu perangkat itu direncanakan untuk rilis pada 2014. Salah satu sumber menggambarkan upaya untuk Normandy sebagai “kekuatan penuh”.

Kecuali Nokia berhasil merilis Normandy menjelang kesepakatan dengan Microsoft, kita tidak bisa membayangkan Microsoft bakal tertarik menggunakan Android untuk menyasar kelas low-end dibandingkan sistem operasi Windows Phone sendiri.

Courtesy : Tempo

Asal Usul Nama Google dan Fakta Unik Lainnya

google-id

Ada banyak cerita dan pemberitaan media yang menarik seputar Google. Namun ternyata, masih ada fakta-fakta unik yang belum diketahui oleh banyak orang tentang perusahaan tersebut. Fakta-fakta tersebut ditampilkan dalam situs tanya jawab Quora. Berikut beberapa fakta unik yang menarik.

Nama Google lahir karena “kecelakaan”.

Sejarah Google dimulai dari proyek yang dikerjakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1996. Saat itu, kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University itu berkolaborasi mengembangkan mesin pencari bernama BackRub, yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka.

Pada 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi Googol. “Googol” merupakan istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet. Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek. Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya “mentok” menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka.

Google merupakan salah satu perusahaan digital yang gencar mengakuisisi startup yang berpotensi.

Di antaranya, YouTube, Android, Motorola Mobility, Pyra Labs yang mengembangkan Blogger, serta Keyhole Inc yang melahirkan layanan Google Maps dan Google Earth.

Hingga kini, sudah ada ratusan startup (perusahaan rintisan) yang diakuisisi oleh Google. Sejak 2010, jika dirata-rata, maka Google telah mengakuisisi lebih dari satu perusahaan setiap minggu.

Halaman muka Google tampil bersih sejak kali pertama beroperasi karena dulu kedua pendirinya tidak menguasai HTML.

Page dan Brin juga menginginkan mesin pencari dengan antarmuka yang ringkas. Karena itu, pencarian melalui Google dibuat sederhana. Pengguna cukup menekan tombol Enter setelah memasukkan kata kunci pencariannya. Hingga kini, tampilan homepage Google yang bersih, hanya menampilkan logo dan kotak pencarian, tetap dipertahankan.

Masih ada fakta-fakta menarik lainnya. Indeks pencarian Google memiliki ukuran raksasa, yakni lebih dari 100 juta gigabyte. Dengan kata lain, butuh lebih dari 100.000 hard disk personal berukuran 1 terabyte untuk menyimpan indeks pencarian itu.

Untuk menampilkan informasi pada aplikasi Street View yang merupakan bagian dari Google Maps, jika ditotal, maka Google telah memotret jalan sepanjang 5 juta mil atau 8,046 juta km.

Pada tahun 2012, Google telah menemukan lebih dari 30 triliun URL unik di web. Coba bandingkan dengan jumlah URL unik pada tahun 2008, yang hanya berjumlah 1 triliun!

Satu lagi fakta unik tentang Google. Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan digital paling besar dan paling penting di dunia. Namun ternyata, masih ada kesalahan kode di halaman muka Google. Kalau tidak percaya, sila cek tautan ini.

Courtesy : KOMPAS

Beginilah Cara Google Bikin Karyawan Betah

google-id

Perusahaan mana yang tidak ingin karyawannya setia, produktif, dan betah bekerja di kantor? Karena itulah, perusahaan yang baik dan sehat pasti berusaha menjaga iklim kerja dan semangat para karyawannya dengan memberikan tunjangan serta fasilitas terbaik bagi mereka.

Hal ini pun dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley, California, AS. Salah satunya adalah Google. Selain dikenal baik hati kepada para karyawannya, Google juga menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling diincar oleh para pencari kerja. Betapa tidak? Tunjangan-tunjangan serta fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini mampu menjamin para karyawannya hidup senang, tenang, dan berkecukupan. Tampaknya tak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan oleh para Googler (karyawan Google), kecuali pekerjaan mereka.

Apa saja fasilitas yang bisa dinikmati oleh para Googler?

Google menyediakan transportasi gratis bagi para Googler yang tinggal di sekitar Mountain View, dekat dengan lokasi Googleplex (kantor Google). Google juga menyediakan fasilitas pangkas rambut gratis di kantor bagi para karyawannya yang sibuk. Mereka tak perlu pergi ke salon sendiri dan antre untuk memangkas rambut atau poninya yang sudah mulai panjang.

Agar para Googler bisa benar-benar beristirahat di akhir pekan, Google menyediakan fasilitas laundry dan layanan dry cleaning di kantornya. Jadi, bukan hal aneh jika setiap akhir pekan para karyawan membawa pakaian kotornya ke Googleplex.

Di Googleplex, karyawan juga bisa bersantai sambil bermain ping pong, biliar, dan foosball alias table football. Meja-meja permainan ini terletak di beberapa tempat dalam gedung. Bagi para Googler yang hobi “berolahraga jempol”, Google juga menyediakan perlengkapan video game.

Kalau mau, karyawan Google boleh membawa hewan peliharaannya ke kantor. Akan tetapi, yang satu ini rasanya sulit jika ingin sering dilakukan karena bekerja sambil mengawasi hewan peliharaan bukan hal yang mudah dilakukan. Untuk menyambut akhir pekan, setiap Jumat, para Googler biasa berkumpul bersama sambil minum bir dan anggur gratis.

Seru, tetapi itu belum apa-apa. Masih banyak tunjangan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh para Googler. Daftarnya dilansir oleh Business Insider dan pasti membuat Anda bermimpi untuk bekerja di sana.

Makanan dan minuman gratis

Makan siang gratis di kantor karyawan mungkin hal yang sudah biasa di banyak kantor. Nah, di Googleplex, selain makan siang, sarapan dan makan malam pun selalu tersedia bagi karyawan. Ini karena lokasi kantor Google agak jauh dari restoran. Fasilitas yang satu ini membuat para Googler bisa menghemat waktu dan uang mereka.

Googleplex juga dilengkapi dapur-dapur kecil yang menyediakan kopi, snack, dan minuman bagi para karyawan. Dapur-dapur itu ditempatkan berdekatan dengan ruang kerja karyawan agar Googler tak perlu pergi jauh dari mejanya untuk mengambil makanan. Intinya, perut para penghuni Googleplex dijamin selalu kenyang.

Jaminan kesehatan

Agar karyawannya tetap bugar, Google menyediakan gym dan kolam renang di lingkungan kantornya. Tak tanggung-tanggung, kolam renang itu dijaga oleh petugas khusus untuk memastikan keselamatan para penggunanya. Karyawan Google yang tidak enak badan atau terluka saat bekerja juga bisa membuat janji dengan dokter di Googleplex.

Meskipun bekerja di Google terlihat sangat menyenangkan, para karyawan juga punya tanggung jawab yang besar dan dituntut untuk berkinerja baik. Karena itu, pekerjaan juga bisa membuat mereka pusing. Namun, ketika sukses menyelesaikan suatu proyek dengan baik, mereka bisa menikmati bonus pijat selama 1 jam dari therapist yang disewa Google.

Aturan 80/20

Aturan Google yang satu ini sangat terkenal. Google menuntut para karyawannya untuk menghabiskan 80 persen waktu kerja di kantor untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan meluangkan 20 persen sisanya untuk mengerjakan proyek khusus sesuai passion mereka. Artinya, dalam waktu kerja standar selama seminggu, ada satu hari penuh yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan proyek di luar pekerjaan utama mereka.

Google banyak mengembangkan teknologi masa depan di Google Labs. Menurut Google, kebanyakan teknologi canggih itu justru berawal dari proyek-proyek “sampingan” para karyawan dalam program 20 persen itu.

Bertemu banyak orang pintar

Karyawan Google adalah orang-orang yang pintar. Di Googleplex, mereka juga terbiasa bertemu dan bekerja dengan orang-orang pintar lainnya, termasuk Larry Page dan Sergey Brin. Googler juga sudah terbiasa bertemu dan bekerja dengan para pemimpin, pemikir, dan seleb di industri teknologi.

Meskipun para karyawannya sudah pintar, Google tetap mendorong mereka untuk selalu belajar. Salah satu buktinya, pintu kamar mandi dan bagian atas urinoir dalam toilet kantor mereka dihiasi berbagai puzzle dan tips seputar coding. Rupanya para Googler juga percaya bahwa toilet merupakan salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi.

TechStop

TechStop adalah unit tech-support yang dijaga oleh para spesialis TI terbaik di Googleplex. Di sana, para karyawan yang mendapat kesulitan berhubungan dengan hardware dan software bisa meminta pertolongan. TechStop buka 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Urusan TI sepele sekalipun akan dilayani di tempat ini, termasuk ketika karyawan lupa membawa charger laptop-nya ke kantor.

Cuti melahirkan dan punya anak

Pepatah “banyak anak banyak rezeki” tampaknya berlaku bagi para Googler. Sementara kantor-kantor lain hanya memberikan cuti melahirkan kepada para karyawan perempuan, Google juga bermurah hati memberikan cuti “menyambut anak” bagi para karyawan laki-lakinya.

Google memberikan hadiah “libur” selama 6 minggu, dan tetap digaji, kepada Googler laki-laki yang istrinya melahirkan. Sementara itu, kepada Googler perempuan yang baru melahirkan, Google memberikan libur selama 18 minggu setelah sang anak lahir.

Bukan itu saja. Setelah kelahiran sang anak, karyawan juga mendapatkan bonus untuk meringankan biaya-biaya membeli kebutuhan bayi. Setelah sang ibu kembali bekerja, dia bisa membawa bayinya ke kantor dan menitipkannya di fasilitas Day Care yang disediakan di Googleplex.

Tunjangan kematian

Google menjamin kesejahteraan karyawannya, bahkan sampai mereka meninggal dunia. Ketika ada Googler yang meninggal dunia, perusahaan akan mencairkan asuransi jiwa karyawan dan memberikannya kepada keluarga yang ditinggalkan. Google juga akan membayarkan setengah dari gaji karyawan tersebut kepada suami/istrinya yang ditinggalkan hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, Google juga akan memberikan tunjangan sebesar 1.000 dollar AS yang diberikan setiap bulan kepada anak-anak almarhum.

Jadi, siapa yang ingin bekerja di Googleplex?

Courtesy : KOMPAS

10 Tokoh Indonesia Paling Dicari di Google

google-id

Siapa saja tokoh Indonesia yang paling mengundang rasa penasaran para netter di Tanah Air? Jawabannya bisa diketahui dari Google Zeitgeist 2013.

Memasuki pengujung 2013, raksasa mesin pencari itu merilis daftar topik-topik yang paling banyak dicari sepanjang tahun ini di Indonesia. Nah, salah satu topik tersebut berisi 10 nama tokoh Indonesia yang menghasilkan volume pencarian terbesar. Lalu siapa saja yang menduduki urutan-urutan teratas di daftar Google ini? Ternyata, nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi adalah yang paling banyak dicari oleh pengguna internet Indonesia.

Jokowi disusul oleh Tegar Septian, penyanyi cilik pelantun lagu “Aku yang Dulu Bukanlah Sekarang” yang duduk di posisi kedua.

Tokoh kontroversial Eyang Subur yang sempat membuat geger pada bulan-bulan pertama 2013 muncul di urutan ketujuh. Selebihnya, daftar tersebut didominasi oleh nama-nama artis dan penyanyi. Berikut ini selengkapnya:

1. Joko Widodo (Jokowi)
2. Tegar Septian
3. Nikita Mirzani
4. Agnes Monica
5. Dewi Persik
6. Luna Maya
7. Eyang Subur
8. Raffi Ahmad
9. Julia Perez (Jupe)
10. Iwan Fals

Bagaimana dengan tokoh internasional yang paling banyak dicari oleh orang Indonesia? Google juga merilis daftarnya sebagai berikut:

1. Lionel Messi
2. Bruno Mars
3. Justin Beiber
4. Taylor Swift
5. Kristen Stewart
6. Neymar da Silva Santos Junior (Neymar)
7. Lee Min Ho
8. Cristiano Ronaldo
9. Selena Gomez
10. DJ Morena

Courtesy : KOMPAS

Bagaimana Rasanya Kerja di Facebook ?

facebook-kantor780x390

Ternyata, di Silicon Valley, bukan hanya Google yang memanjakan para karyawannya. Facebook pun demikian. Melalui situs tanya-jawab Quora, para karyawan Facebook bercerita tentang hal-hal yang membuat mereka betah bekerja di perusahaan jejaring sosial tersebut.

Meskipun usianya masih belia, Facebook sudah menjadi perusahaan yang makmur. Tidak heran jika perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004 itu mampu memberikan kemewahan bagi para karyawannya. Gaji yang tinggi hanya salah satu di antaranya. Berikut ini gambarannya.

Pada Oktober 2012, komunitas karier Glassdoor pernah merilis (software engineer) di 15 perusahaan teknologi ternama di Amerika.

Facebook tercatat sebagai perusahaan kedua yang memberikan gaji pokok paling tinggi kepada software engineer di perusahaannya, yakni rata-rata sebesar 123.626 dollar AS setahun.

Di atas Facebook, ada Google, yang memberikan gaji pokok tahunan rata-rata sebesar 128.336 dollar AS kepada para software engineer-nya. Sementara Apple, eBay, dan Zynga berturut-turut menempati posisi di bawah Google dan Facebook.

Sekarang, kita kembali ke pertanyaan yang di-posting dalam Quora. Apa saja fakta yang menarik tentang bekerja di Facebook?

Sama seperti Google, Facebook juga menyediakan banyak makanan nikmat bagi para karyawannya—untuk sarapan, makan siang, dan makan malam mereka.

Facebook pun memiliki dokter, chiropractor (ahli pengobatan alternatif), dan terapis yang siaga di kantornya yang terletak di daerah Menlo Park, California.

Setiap hari Jumat, Mark Zuckerberg akan menggelar sesi tanya-jawab. Dalam sesi tersebut, dia akan memberikan update informasi dan para karyawan bisa bertanya soal topik apa pun kepada bos Facebook itu.

Setiap tahun, Facebook merayakan pesta ulang tahun perusahaan dan memberikan hadiah kepada para karyawan. Contoh hadiah-hadiah yang sudah pernah diberikan adalah piyama, jam tangan, dan kaos kaki.

Untuk menjaga semangat kerja dan kreativitas para karyawannya, Facebook juga menggelar acara tahunan yang bernama “Game Day”. Untuk acara ini, perusahaan menyewa sebuah taman dan mengajak semua karyawannya untuk pergi dan bermain di taman itu.

Facebook ingin para karyawannya merasa nyaman ketika bekerja. Karena itu, mereka dibolehkan memilih komputer kerjanya masing-masing. Karyawan yang senang menggunakan Mac akan diberikan satu komputer Mac. Sementara karyawan yang merasa nyaman bekerja dengan Linux ataupun Windows, akan diberikan komputer berbasis Linux atau Windows.

Karyawan juga dibolehkan untuk memilih smartphone sebagai alat pendukung kerjanya. Ada dua pilihan yang ditawarkan, yakni iPhone atau smartphone berbasis Android. Menurut keyakinan Facebook, para karyawan bisa bekerja lebih produktif jika mereka merasa senang dan nyaman menggunakan perangkat kerjanya.

Dengan perangkat-perangkat kerja itu, setiap karyawan Facebook didorong untuk aktif bermain aplikasi Facebook dan Instagram. Dengan begitu, mereka bisa menemukan kelemahan-kelemahan pada aplikasi yang mereka kembangkan.

Karyawan Facebook yang punya masalah dengan perlengkapan kerjanya tidak perlu khawatir. Di kantor mereka tersedia sebuah vending machine (mesin penjual otomatis) yang berisi beragam perlengkapan, termasuk keyboard dan charger untuk laptop. Karyawan bisa segera mendapatkan perangkat penggantinya di mesin tersebut.

Satu lagi fakta tentang Facebook. Untuk memudahkan komunikasi di kalangan internal perusahaan, para Facebooker memanfaatkan layanannya sendiri. Fitur yang paling sering mereka gunakan untuk berkomunikasi adalah fitur Facebook Groups.

Pendapatan LinkedIn Kalahkan Apple dan Google

linkedinForProfessionals

Perusahaan riset Statista merilis laporan mengejutkan yang menyebut pertumbuhan pendapatan situs jejaring sosial LinkedIn melampaui Apple, Facebook, dan Google pada tahun 2011.

LinkedIn sebagai salah satu situs jejaring sosial untuk para profesional mengalami pertumbuhan signifikan secara tahunan. Bahkan, pencapaian bisnisnya di tahun lalu tersebut mengalahkan perusahaan teknologi kelas wahid, seperti Apple, Facebook, Amazon, dan Google.

Dalam infografis yang dikeluarkan oleh Statista, pendapatan LinkedIn di kuartal 4-2011  naik 105% dibandingkan dengan kuartal 4-2010. Sementara Apple hanya naik 73%, perusahaan game Zynga naik 59%, Facebook 55%, Netflix 47%, Amazon 35%, Google 25%, Samsung 13%, dan Microsoft 5%.

Sementara pendapatan secara tahunan (fiscal year) di 2011 dibandingkan dengan 2010, LinkedIn mencatatkan kenaikan 115%, Zynga 91%, Facebook 88%, Apple 68%, Netflix 48%. Adapun Amazon naik 41%, Google 29%, Microsoft 8%, dan Samsung 7%.

Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara resmi nilai nominal pendapatan masing-masing perusahaan.

22-02-2012_growth_rates

Courtesy : KOMPAS

Mana yang Lebih Aman, Android atau iOS ?

apple-app-store-versus-google-play

McAfee merilis survei yang menunjukkan bahwa Apple iOS dinilai lebih aman dibandingkan Android. Tetapi, tidak ada perangkat mobile apa pun yang aman dari risiko, termasuk dari serangan aplikasi berbahaya (malware).

Mengutip CNet, Android dinilai paling rentan terhadap malware dengan nilai sekitar 63 persen, disusul Java ME 20 persen, Symbian 7 persen, BlackBerry OS 6 persen, dan lain-lain 4 persen. Apple iOS dinilai paling aman dari serangan malware karena pihak Apple membatasi pengguna untuk mengunduh aplikasi di App Store. Sebaliknya, Google mendistribusikan sistem operasi Android dengan platform terbuka.

Hal itu dimaksudkan agar pengguna bisa mengunduh dan mengunggah aplikasi secara mudah. Tapi risikonya, Android Market akan rawan terhadap serangan. Seperti yang terjadi Maret lalu, Android diserang oleh malware DroidDream. Google terpaksa harus menyingkirkan 58 aplikasi yang terinfeksi malware tersebut.

McAfee melihat ada pendekatan berbeda antara Apple dan Google dalam membasmi malware. Jika Apple lebih proaktif dan fokus ke pencegahan malware, Google lebih membuka sistem operasinya karena menginginkan ada banyak aplikasi baru yang dapat diciptakan dan diunduh oleh pengguna.

Namun, McAfee juga mengingatkan kepada pengguna perangkat digital agar tetap waspada saat menggunakan perangkatnya, terutama saat menghubungkan perangkat mobile dengan PC yang kemungkinan sama-sama terinfeksi malware. Apalagi, tidak semua vendor antivirus mampu mengenali virus-virus atau aplikasi malware baru yang terus diciptakan untuk merusak sistem perangkat mobile atau PC.

Courtesy : KOMPAS

Google Siapkan Kejutan "Seru" untuk Indonesia

Google-Logo

KOMPAS.com –  Indonesia dianggap memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan internet global. Untuk itu, Google akan berusaha meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia yang sejauh ini baru berada di kisaran 20 persen. Google memiliki agenda lain yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia.

“Tapi kami belum bisa jelaskan apa itu. Pokoknya beberapa minggu lagi bakal ada yang seru dari Google untuk Indonesia, tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy di panggung Startup Asia Jakarta 2012 hari Kamis (7/6/2012).

Untuk meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia, Google memiliki sejumlah tenaga yang tersebar di seluruh penjuru tanah air untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait. “Seperti universitas, dan provider akses internet,”

Menurutnya, pertumbuhan angka penetrasi bisa dicapai lewat penyediaan akses internet yang lebih terjangkau dan bisa diakses oleh semua orang. Salah satu usaha Google yang berhubungan dengan hal ini adalah kerjasama Google dengan produsen ponsel Nexian dalam menyediakan ponsel Android murah meriah.

Startup Asia Jakarta 2012 sendiri merupakan ajang konferensi untuk startup digelar oleh TechinAsia di Jakarta, pada 7 dan 8 Juni 2012 bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia . Selain konferensi antara pendiri startup dengan para stakeholder, acara ini memiliki rangkaian acara Startup Arena, di mana akan dipilih 20 startup untuk menjalankan berbagai tantangan yang nantinya berkesempatan mendapat uang tunai 10 ribu dollar AS.

Apa Kabar Google Plus, Sudah Salip Facebook ?

google-plus

Jejaring sosial Google+ yang telah berusia 2 tahun ingin seperti Facebook dan Twitter, yang dijadikan tempat bagi perusahaan dan organisasi untuk mempromosikan merek, produk atau jasanya di media sosial. Apakah Google+ sudah bisa menempel atau menyalip kedua pesaingnya tersebut? Namun apa daya, Google+ dinilai belum memiliki pengguna yang setia sehingga kurang efektif sebagai media pemasaran.

Masalah terbesar Google+ adalah, banyak pengguna yang lebih memilih berkomunikasi lewat Twitter dan Facebook. Jika banyak warga dunia yang tidak memakai Google+, maka pemilik merek juga enggan menghidupkan aktivitas media sosial di Google+.

“Di jaringan pribadi saya, hanya sedikit orang yang secara aktif menggunakan Google+,” kata Dan Nguyen Tan, wakil presiden penjualan dan pemasaran perusahaan sepeda Public Bikes. “Itu bisa menjadi alasan mengapa saya belum memikirkan hal itu (Google+) sebagai alat yang efektif,” tambahnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/5/2013).

Hingga kini Google+ mengklaim memiliki 135 juta pengguna. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Twitter yang memiliki 200 juta pengguna, sementara Facebook punya 1 miliar pengguna dan masih jadi penguasa jejaring sosial internet.

Google juga mengklaim bahwa kini ada 100 merek yang sudah bergabung di Google+ dan memiliki 1 juta followers.

Waktu yang dihabiskan pengguna di layanan Google+ juga menjadi perhitungan. Menurut riset yang dilakukan Nielsen Media Research, rata-rata pengguna di AS menghabiskan waktu 6 menit 47 detik di Google+. Sementara di Facebook, pengguna menghabiskan waktu 6 jam. Perlu diketahui, data ini tidak termasuk aktivitas dari perangkat mobile.

Sekitar 40 persen dari perusahaan yang memiliki halaman di Google+, tidak pernah mempublikasi konten, atau jarang melakukan aktivitas. Sebanyak 17 merek, termasuk Nike dan Pepsi, tidak rutin mempublikasi konten bahkan dalam hitungan waktu sepekan.

Seorang juru bicara restoran cepat saji McDonald di Amerika Serikat mengatakan, perusahaan itu tidak aktif di Google+.

“Alasan utama kami lebih aktif di Facebook dibandingkan Google+, karena pelanggan dan target demografis kami lebih banyak menghabiskan waktu di Facebook,” ujar Dave Gilboa, pendiri perusahaan kacamata Warby Parker, yang berjualan secara online.

Berdasarkan survei informal yang dilakukan Reuters terhadap 100 merek global paling berharga tahun 2012 versi lembaga riset media Millwar Brown, menunjukkan, 72 perusahaan di antaranya memiliki akun Google+. Sementara jumlah perusahaan yang memiliki akun Facebook ada 87.

Kendati demikian, beberapa perusahaan yang aktif di Google+ melihat ada keuntungan tersendiri jika beraktivitas di layanan tersebut. Dave Gilboa mencatat, Google+ memiliki kemampuan sosial yang baik untuk konten promosi dalam bentuk video yang diunggah ke YouTube.

Beberapa perusahaan juga ingin mendapat keuntungan dari integrasi layanan Google+ ke layanan mesin pencari Google. Pengguna yang sering beraktivitas di Google+, akunnya akan masuk dalam baris depan pencarian di mesin pencari Google.

Courtesy : KOMPAS

Developer Lebih Pilih Bikin Aplikasi Android

android

Pembuatan aplikasi berbasis Android mengalami peningkatan pesat, terlebih jika ditelisik dari keberadaan jumlah aplikasi. Hal ini tak lepas dari keinginan kuat para developer untuk mengembangkan sistem operasi mobile besutan Google tersebut.

Menurut data dari situs lowongan pekerjaan Freelancer.co.uk, para developer (pengembang aplikasi) lebih tertarik untuk mengembangkan atau membuat aplikasi berbasis Android. Pada kuartal tiga tahun 2011, pengembang aplikasi di Inggris yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi Android berjumlah 2.454 orang, atau naik 33 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Jumlah ini diprediksi akan meningkat pesat, bahkan disebut akan menyusul jumlah developer yang mengembangkan aplikasi (Apple) iOS. Saat ini di Inggris, jumlah developer iOS ada sekitar 3.682 orang, atau naik 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pengembang aplikasi platform mobile lain diduga tertinggal jauh. Jumlah developer untuk sistem operasi BlackBerry dari RIM dan Windows Phone dari Microsoft hampir tidak mengalami kenaikan. Tampaknya Google telah berhasil merangsang keinginan developer untuk ikut mengembangkan aplikasi Android. Apalagi Google merilis kode sumber platform Android yang memudahkan pengembang menciptakan aplikasi.

Namun di sisi lain, kebebasan yang diberikan Google ini telah menyebabkan Android terfragmentasi (digunakan di berbagai macam perangkat yang berbeda) dan sering ditemuinya sebuah aplikasi Android yang tidak bekerja dengan baik di perangkat Android tertentu.

Banyak aplikasi Android yang tidak kompatibel pada perangkat dengan ukuran layar dan resolusi yang berbeda, terutama pada smartphone Android berlayar kecil atau yang dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Hal semacam ini bisa menyebabkan inkonsistensi pada perangkat Android.

Untuk mengurangi fragmentasi Android, Google mewajibkan pengembang dan vendor menggunakan antarmuka default Holo agar diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

Google berharap aplikasi Android memiliki identitas kuat dan familiar digunakan oleh penggunanya karena tombol, widget, hingga temanya konsisten. Pertumbuhan jumlah aplikasi di satu sisi memang menguntungkan pengguna Android. Awal tahun 2012 ini saja, perusahaan analisis aplikasi Distimo melaporkan bahwa jumlah aplikasi di Android Market telah mencapai 400 ribu aplikasi.

Dalam empat bulan terakhir, Android Market mendapat pasokan sekitar 100 ribu aplikasi. Distimo pun mencatat bahwa hampir dua pertiga aplikasi di Android Market adalah gratis. Aplikasi gratis ini jauh lebih cepat berkembang ketimbang aplikasi berbayar.

Sedangkan pada periode yang sama, jumlah aplikasi di Apple App Store mencapai 540.000 aplikasi, menurut data dari 148Apps.biz. Sedangkan jumlah aplikasi di Windows Phone Marketplace telah mencapai 50.000 hingga akhir 2011. Platform yang relatif lebih muda ini memang belum punya banyak waktu untuk tumbuh.

Courtesy : KOMPAS