Internet Indonesia Ketiga Terpelan di ASEAN

Web

Dibandingkan negara-negara tetangga di wilayah ASEAN, di mana posisi kecepatan koneksi internet Indonesia? Ternyata gambarannya tak begitu menggembirakan.

Dari 10 negara Asia Tenggara anggota asosiasi tersebut, koneksi internet Indonesia ternyata hanya lebih cepat dari Filipina dan Laos.

Berdasarkan data Household Download Index dari Ookla yang terkenal sebagai penyedia layanan Speedtest.net, periode 7 Maret hingga Awal April 2014, Indonesia adalah negara dengan koneksi internet ketiga terpelan di Asia Tenggara dengan kecepatan rata-rata 4,1 Mbps.

Data tersebut dirangkum dan diolah menjadi infografik oleh ASEAN DNA, sebagaimana bisa dilihat pada gambar di bawah. Dari grafik, kecepatan internet Indonesia digambarkan sebagai kuda nil dan Singapura yang terkencang digambarkan seperti cheetah.

1135070asean780x390
ASEAN DNA

Infografik kecepatan internet rata-rata di wilayah ASEAN, hasil rangkuman ASEAN DNA dari Household Download Index

Adapun Household Download Index memperoleh informasi dari hasil uji Ookla Speedtest di semua wilayah dunia selama 30 hari terakhir. Data yang ditampilkan di situs layanan tersebut melambangkan nilai rata-rata bergerak.

Dari sini terlihat bahwa negara-negara lain, misalnya Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja, tercatat memiliki kecepatan akses internet yang lebih tinggi daripada Indonesia.

Posisi pertama dipegang oleh Singapura dengan kecepatan 61 Mbps, kemudian Thailand di urutan kedua dengan 17,7 Mbps. Kecepatan akses internet Indonesia berada di bawah angka rata-rata ASEAN sebesar 12,4 Mbps, sementara rata-rata kecepatan internet global sudah mencapai kisaran 17,5 Mbps. Di mana posisi kecepatan koneksi internet Indonesia dalam skala global? Dari 190 negara dalam daftar Household Download Index, Indonesia berada di urutan ke-148.

Courtesy : Kompas

Advertisements

1 Juta Profesional Terdaftar di LinkedIn Indonesia

linkedinForProfessionals

Situs jejaring sosial untuk para pekerja, LinkedIn mengumumkan anggotanya telah melampaui satu juta profesional di Indonesia. Saat ini, Linkedln memiliki anggota lebih dari 150 juta anggota di seluruh dunia dan terdapat lebih dari 25 juta di kawasan Asia Pasifik.

Pengumuman itu menyusul peluncuran LinkedIn dalam Bahasa Indonesia pada bulan Desember 2011. Setelah peluncuran situs berbahasa lokal itu, jumlah grup LinkedIn dalam Bahasa Indonesia telah bertambah dua kali lipat menjadi lebih dari 700 grup.

“Mencapai satu juta anggota dua bulan setelah peluncuran situs dalam Bahasa Indonesia adalah prestasi yang penting yang menunjukkan bahwa profesional di Indonesia tertarik untuk membangun citra profesional secara online di LinkedIn,” kata Clifford Rosenberg, Managing Director LinkedIn Australia, Selandia Baru dan Asia Tenggara dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Dengan penambahan anggota baru yang sangat cepat – lebih dari dua anggota per detik di seluruh dunia –  LinkedIn secara global ini memungkinkan  profesional di Indonesia untuk mencari dan terhubung dengan kontak bisnis dan menunjukkan kemampuan mereka kepada semua orang di seluruh dunia.

Berikut ini adalah beberapa data menarik tentang keanggotaan LinkedIn di Indonesia:

Tiga industri teratas di Indonesia yang memiliki jumlah keanggotaan di LinkedIn dengan pertumbuhan tercepat adalah:

  • Minyak dan Energi
  • Telekomunikasi dan
  • Teknologi Informasi & Jasa

Tiga perusahaan di Indonesia dengan jumlah karyawan terbanyak yang terdaftar di LinkedIn adalah:

  • Ayatama Energi Trisco Nusantara
  • Bank Internasional Indonesia
  • Telkomsel

Tiga nama belakang yang paling banyak digunakan oleh profesional di Indonesia adalah:

  • Setiawan
  • Kurniawan
  • Gunawan.

Courtesy : KOMPAS

10 Tokoh Indonesia Paling Dicari di Google

google-id

Siapa saja tokoh Indonesia yang paling mengundang rasa penasaran para netter di Tanah Air? Jawabannya bisa diketahui dari Google Zeitgeist 2013.

Memasuki pengujung 2013, raksasa mesin pencari itu merilis daftar topik-topik yang paling banyak dicari sepanjang tahun ini di Indonesia. Nah, salah satu topik tersebut berisi 10 nama tokoh Indonesia yang menghasilkan volume pencarian terbesar. Lalu siapa saja yang menduduki urutan-urutan teratas di daftar Google ini? Ternyata, nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi adalah yang paling banyak dicari oleh pengguna internet Indonesia.

Jokowi disusul oleh Tegar Septian, penyanyi cilik pelantun lagu “Aku yang Dulu Bukanlah Sekarang” yang duduk di posisi kedua.

Tokoh kontroversial Eyang Subur yang sempat membuat geger pada bulan-bulan pertama 2013 muncul di urutan ketujuh. Selebihnya, daftar tersebut didominasi oleh nama-nama artis dan penyanyi. Berikut ini selengkapnya:

1. Joko Widodo (Jokowi)
2. Tegar Septian
3. Nikita Mirzani
4. Agnes Monica
5. Dewi Persik
6. Luna Maya
7. Eyang Subur
8. Raffi Ahmad
9. Julia Perez (Jupe)
10. Iwan Fals

Bagaimana dengan tokoh internasional yang paling banyak dicari oleh orang Indonesia? Google juga merilis daftarnya sebagai berikut:

1. Lionel Messi
2. Bruno Mars
3. Justin Beiber
4. Taylor Swift
5. Kristen Stewart
6. Neymar da Silva Santos Junior (Neymar)
7. Lee Min Ho
8. Cristiano Ronaldo
9. Selena Gomez
10. DJ Morena

Courtesy : KOMPAS

Bakso Tahu Ikan Kuniran

– Menurut Kumalasari dan Fitri (2011), ikan merupakan salah satu bahan pangan yang dimiliki nilai gizi yang tinggi terutama protein, yang mampu pemberian asupan gizi protein bagi tubuh. Pengembangan produk berbasis ikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi ikan. Diversifikasi produk olahan ikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan.

Salah satu usaha diversifikasi produk perikanan yang dapat dikembangkan dan berpeluang menambah nilai tambah (added value) adalah bakso tahu ikan. Ikan yang sering digunakan dalam pembuatan bakso tahu ikan adalah ikan kurisi (Nemipterus nematophorus). Ikan ini merupakan hasil tangkapan samping dari ikan-ikan demersal ekonomis. Ikan kurisi mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 16,85 % dan kandungan lemak yang rendah yaitu sekitar 2,2 % (Sedayu, 2004).

Selama ini dikenal bakso dengan bahan baku daging sapi. Kendala yang dihadapi pada bakso daging sapi adalah mahalnya harga daging sapi. Untuk itu perlu alternatif sumber protein selain daging sapi yang dapat dibuat menjadi bakso seperti daging ayam, ikan tengiri, ikan tongkol dan udang. Berbagai jenis daging dan ikan dapat diolah menjadi aneka ragam makanan seperti nugget, gelatin, sosis (Purnama, 2009).

Pengolahan ikan tenggiri menjadi bakso ikan merupakan salah satu teknologi penanganan hasil perikanan, karena dapat meningkatkan nilai tambah pada komoditas ikan tersebut. Produk tersebut merupakan salah satu bahan makanan yang bernilai gizi tinggi terutama sebagai sumber protein yang sangat dibutuhkan dalam menu sehari-hari. Selain itu ikan juga mengandung zat-zat organik lainnya yang dapat mempertahankan vitalitas tubuh, vitamin, dan mineral. Produk perikanan juga merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi pertumbuhan tubuh manusia. Industri pengolahan ikan dewasa ini telah berkembang, baik secara kualitas maupun kuantitas (Suprapto, 2006).

Berikut gambar-gambar proses pembuatan

Ikan disiangi Ikan diFillet Ikan diblender
Bawang Putih dan Merah diblender Tahu digoreng Daging ikan yang telah halus
Daging ikan dicampur adonan Pengadukan adonan Adonan dimasukkan ke dalam Tahu
Pengukusan Adonan dibentuk bulat Adonan digoreng
Adonan direbus Pembuatan Kaldu Bakso Tahu Ikan Kuniran

Google Siapkan Kejutan "Seru" untuk Indonesia

Google-Logo

KOMPAS.com –  Indonesia dianggap memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan internet global. Untuk itu, Google akan berusaha meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia yang sejauh ini baru berada di kisaran 20 persen. Google memiliki agenda lain yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia.

“Tapi kami belum bisa jelaskan apa itu. Pokoknya beberapa minggu lagi bakal ada yang seru dari Google untuk Indonesia, tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy di panggung Startup Asia Jakarta 2012 hari Kamis (7/6/2012).

Untuk meningkatkan angka penetrasi internet di Indonesia, Google memiliki sejumlah tenaga yang tersebar di seluruh penjuru tanah air untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait. “Seperti universitas, dan provider akses internet,”

Menurutnya, pertumbuhan angka penetrasi bisa dicapai lewat penyediaan akses internet yang lebih terjangkau dan bisa diakses oleh semua orang. Salah satu usaha Google yang berhubungan dengan hal ini adalah kerjasama Google dengan produsen ponsel Nexian dalam menyediakan ponsel Android murah meriah.

Startup Asia Jakarta 2012 sendiri merupakan ajang konferensi untuk startup digelar oleh TechinAsia di Jakarta, pada 7 dan 8 Juni 2012 bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia . Selain konferensi antara pendiri startup dengan para stakeholder, acara ini memiliki rangkaian acara Startup Arena, di mana akan dipilih 20 startup untuk menjalankan berbagai tantangan yang nantinya berkesempatan mendapat uang tunai 10 ribu dollar AS.

Android Arahkan Tren Internet Indonesia ke "Mobile"

android

Perkembangan Internet di Indonesia menunjukkan kecenderungan ke arah penggunaan lewat perangkat mobile. Platform Android dari Google dianggap turut berkontribusi pada kecenderungan tren tersebut. Hal ini disampaikan oleh Country Head Google Indonesia Rudy Ramawi dalam acara Startup Asia Jakarta 2012, pada Kamis (7/6/2012).

“Sampai saat ini, jumlah pengguna Android di tanah air sudah meningkat hingga 2,5 kali lipat dibandingkan 2011,” jelas Rudy tanpa merinci angka persisnya. Dari angka penggguna internet Indonesia yang pada akhir tahun lalu mencapai angka 55 juta orang -naik sekitar 13 juta dibanding tahun sebelumnya- semakin banyak yang mengakses internet dari perangkat mobile.

“Internet mobile akan menjadi lompatan besar berikutnya dan telah menjadi tren yang pertumbuhannya sangat pesat, ” ujar

Menurut Rudy, hal tersebut didukung oleh ketersediaan alat dan jasa akses internet yang terjangkau untuk semua orang. Google Indonesia akan berusaha meningkatkan angka tersebut secara lebih jauh. Salah satu upaya yang sudah dilakukan antara lain kerjasama dengan produsen ponsel Nexian untuk menyediakan perangkat Android yang murah meriah.

Orang nomor satu Google Indonesia ini menjadi pembicara pertama Startup Asia Jakarta 2012 yang digelar selama dua hari (7-8 Juni 2012) bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia . Selain konferensi antara pendiri startup dengan para stakeholder, acara ini memiliki rangkaian acara Startup Arena, di mana akan dipilih 20 startup untuk menjalankan berbagai tantangan yang nantinya berkesempatan mendapat uang tunai 10 ribu dollar AS.

Courtesy : KOMPAS

Facebook Tak Tertarik Bangun Kantor di Indonesia

facebook-kantor780x390

Indonesia termasuk lima besar negara-negara dengan pengguna Facebook terbanyak. Jumlah pengguna aktif yang berasal dari Tanah Air mencapai 64 juta tiap bulan. Negara ini pun disebut Wakil Presiden Facebook untuk Wilayah Asia Pasifik, Dan Neary, sebagai salah satu kunci untuk meraih 1 miliar pengguna berikutnya.

Biarpun begitu, seperti dikutip dari Tech In Asia, perusahaan jejaring sosial tersebut ternyata belum berminat membuka kantor di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Urusan Komunikasi Facebook untuk Wilayah Asia Pasifik Charlene Chian.

“Karena Indonesia adalah salah satu dari lima negara di dunia dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak (per Oktober 2012), kami tentu mencari cara agar warga Indonesia bisa memperoleh manfaat lebih dari platform kami,” ujar Chian. “Tapi saat ini kami tak berencana membuka kantor di Indonesia.”

Hal ini membuat Indonesia sebagai negara satu-satunya di lima besar pengguna Facebook yang tidak memiliki kantor sendiri. Negara-negara lainnya adalah Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko.

Sebagai gantinya, Chian mengatakan, “Facebook akan mempererat kerja sama dengan agensi media digital melalui workshop kreatif untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka agar bisa membantu klien dengan lebih baik.”

Courtesy : KOMPAS

Indonesia Turut Merajai Facebook

fb1

KOMPAS.com — Indonesia kini termasuk sebagai negara yang berjaya di situs jejaring sosial Facebook. Ada 42 juta pengguna Facebook dari Indonesia, atau berada di urutan keempat setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India. Secara keseluruhan pengguna Facebook berjumlah 900 juta. Namun, Asia, khususnya Indonesia, menjadi pengguna yang akan terus bertumbuh di situs yang diotaki, salah satunya oleh Mark Zuckerberg.

Menurut kantor berita AFP, Rabu (16/5/2012), Facebook mengalahkan situs pesaingnya, seperti Friendster dan MySpace di Asia. Ini didorong oleh banyaknya warga, serta adanya kebutuhan bagi jutaan pekerja migran yang bekerja dengan jarak berjauhan dari negara asal dan keluarga. Faktor ini turut membuat Indonesia masuk dalam radar Facebook.

Indonesia, juga Thailand, Filipina, dan Vietnam termasuk negara-negara dengan penggunaan waktu lebih lama di dunia online, antara lain dihabiskan untuk menonton video dan lainnya.

Situs Friendster pernah merajai Indonesia, tetapi Facebook menambahkan aplikasi agar situs ini bisa diakes di Blackberry dan di sejumlah gadget. “Karena itu, dalam waktu cepat, Indonesia berubah dari negara Friendster menjadi negara Facebook,” kata Tom Crampton, Kepala Media Sosial Asia, dari perusahaan raksasa periklanan Ogilvy & Mather.

Selain itu, Facebook menjadi tantangan bagi siapa saja yang selama ini memonopoli infomasi. Facebook juga menjadi saran bagi pengguna untuk menantang keadaan sosial yang tidak beres, yang harus menjadi perhatian pemerintah. Facebook juga menjadi tantangan bagi mereka yang terlalu mempertahankan pandangan konservatif. Ini juga berlaku di Indonesia.

Warga Malaysia, misalnya, menakutkan bagi pemerintahnya karena Facebook digunakan sebagai sarana penyampaian rasa ketidakpuasan.

Facebook dkk Dirayu "Masuk" Indonesia

facebook-kantor780x390

KOMPAS.com — Perusahaan penyedia data center Equinix asal Amerika Serikat telah mengekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menghadirkan data center kelas Tier 4. Kehadiran Equinix ini diprediksi dapat merayu perusahaan internet besar macam Google, Facebook, Research In Motion, dan sebagainya, untuk menaruh server-nya di Indonesia.

Equinix menggandeng PT Data Center Infrastructure (DCI) sebagai mitra lokal di Indonesia. Mereka mulai beroperasi pada awal 2013, dengan jaminan service level 99,995 persen.

Menurut Dimitri Mahayana, chairman lembaga riset Sharing Vision, Equinix adalah salah satu penyedia data center papan atas dunia yang melayani pelanggan lokal dan global dengan layanan co-location atau interkonektivitas.

“Equinix punya 2 data center di Singapura. Sepengetahuan saya, sudah 3 tahun belakangan ini data center Equinix di Singapura sama sekali tidak pernah kedip. Mereka jarang sekali mengalami gangguan,” kata Dimitri saat dihubungi KompasTekno, Kamis (27/12/2012).

Equinix juga memiliki sistem daya listrik cadangan yang kuat. Standar daya hidup generator yang mereka miliki bisa bertahan 72 jam.

Karena itu, lanjut Dimitri, 9 dari 10 perusahaan internet raksasa global percaya kepada Equinix. Hal inilah yang membentuk harapan agar Facebook, Google, Twitter, Research In Motion dan lainnya mau menempatkan data center di Indonesia.

Selain Equinix, pemain data center global yang telah melakukan ekspansi ke Indonesia adalah Cyber Complete Secure Facilities (CSF) asal Malaysia. Mereka menangani lebih dari 200 pengadaan data center di Malaysia, Vietnam, Thailand, dan berencana ekspansi ke China dan India.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 14 perusahaan penyedia data center lokal, antara lain Metrodata, Aplikanusa Lintasarta, IDC, Centrin Online, Cyberindo Aditama, Citra Sari Makmur, Patra Telekomunikasi Indonesia, Indonesia Mesh Networks, SIGMA, Elitery (Data Sinergitama Jaya), Greenlink, IconPLN, Indosat, dan Omadata. Sharing Vision memprediksi bisnis data center di Indonesia tahun 2012 tumbuh double digit (di atas 10 persen) dari tahun ke tahun.

Keharusan membangun data center di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Dalam Pasal 17 Ayat 2 disebutkan, penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data (data center) dan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Fetty Fajriati Miftach, mengatakan, ada beberapa keuntungan jika perusahaan internet besar menempatkan data center di Indonesia. “Langkah ini menjaga agar data lokal tak dimanfaatkan pihak lain, dan membuat akses internet lebih cepat,” ujar Fetty dalam diskusi telekomunikasi “Over the Top, Kawan atau Lawan?” pertengahan Desember lalu di Jakarta.

Selain itu, keberadaan data center milik perusahaan internet global di Indonesia juga dapat menekan biaya bandwidth internet ke luar negeri yang harus dibayar penyedia jasa internet lokal atau internet service provider (ISP).

Dimitri menjelaskan, biaya bandwidth ISP bisa ditekan kalau Google, Facebook, dan lainnya menempatkan data center di Indonesia. Ini karena jaringannya langsung berhubungan dengan data center di Indonesia.

Director and Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer mengatakan, 80 persen trafik data lari ke luar negeri untuk mengakses konten dari situs dan layanan asing. “Ini sama saja kita menghantarkan uang ke luar negeri,” ujar Erik dalam diskusi telekomunikasi.

Pemerintah diharapkan mampu melakukan pendekatan dengan perusahaan internet global agar mau membangun data center di Indonesia. Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga berpendapat, pemerintah perlu memberikan intensif pajak, bantuan, dan kemudahan regulasi bagi perusahaan internet global yang ingin membangun data center.

Selain data center dan disaster recovery center, dalam Pasal 17 Ayat 1 juga disebutkan, penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik wajib memiliki rencana keberlangsungan kegiatan (business continuity management) untuk menanggulangi gangguan atau bencana sesuai dengan risiko dari dampak yang ditimbulkannya.

Aplaus Untuk Garuda Muda

Aplaus Untuk Garuda Muda

Goal – Tuntas sudah perjuangan Indonesia U-23 di SEA Games Myanmar 2013. Setelah berjuang sekuat tenaga, Garuda Muda harus mengakui keunggulan Thailand 1-0 di babak final sehingga harus puas hanya dengan medali perak. Aplaus tetap mesti diberikan kepada para pemain meski gagal mewujudkan target emas.

Perjuangan Indonesia dimulai dengan pesimisme banyak orang setelah serangkaian penampilan tak meyakinkan saat uji coba. Dari segi taktik, pemilihan serta pencoretan beberapa nama pemain juga mengundang tanda tanya. Pesimisme kian memuncak ketika Indonesia tidak tampil memuaskan di dua laga perdana, yaitu hanya menang 1-0 melawan Kamboja dan dilibas Thailand 4-1.

Cercaan kian mengemuka usai Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Timor Leste. Tapi siapa sangka Garuda Muda tetap tampil tenang dan sukses menyingkirkan tuan rumah Myanmar 1-0. Dukungan kian bergelora usai Indonesia membalas kekalahan final dua tahun lalu dengan menekuk Malaysia, juara dua edisi SEA Games terakhir, lewat adu penalti. Hinaan pun berubah menjadi pujian.

Meski hanya perak di tangan, Garuda Muda tetap membuat kita merasa bangga.

Indonesia, Tersenyumlah !

flag-map_of_indonesia

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!” (Bung Tomo).

Dalam hitungan hari, kita akan melewati 2013, dan kemudian memasuki 2014. Di 2014, banyak orang yang mengatakan akan terjadi sebuah pertarungan politik, pertarungan politik antar-partai politik, yang akan berlomba-lomba dalam menaikan elektabilitasnya dimata masyrakat, dan kemudian menjadi sebuah bahan analisis dimasing-masing partai politik, sejauh mana kerja-kerja politik berhasil selama empat tahun sebelumnya.

Berfikir jauh dari politik dan partai politik, di 2013 sudah banyak hal yang terjadi dalam negeri ini. Mulai yang baik hingga yang buruk, dari masalah kejahatan moral, hingga prestasi yang di dapat, baik itu muda ataupun tua, semua sudah menjadi sebuah memori untuk bangsa ini. Banyaknya sebuah momentum yang terjadi membuat bangsa ini menjadi negeri yang mungkin menarik untuk di amati, hingga di akhir tahun Indonesia digeger kan akan penyadapan Australia terhadap pemimpin negeri ini.

Tidak hanya digegerkan akan kasus penyadapan, yang sampai saat ini, tidak jelas mau ke mana kasus itu, atau jangan-jangan itu settingan pemimpin negeri ini, untuk mencari simpati terhadap rakyat, ya entahlah, negeri ini memang sudah terbiasa akan sebuah misteri, dari kuntilanak, pocong hingga korupsi.

Semua sudah menjadi misteri, dan masyarakat hanya sebagai penikmat telenovela ataupun sinetron-sinetron yang lebih menghibur, ketimbang melihat berita-berita yang isinya itu dan itu, atau pemudanya lebih memilih untuk menjadi apatis, karena sudah menikmati yang namanya seks bebas, narkoba atau lebih baik berprestasi dengan passion-nya.

Inilah cerita bangsaku di 2013, yang telah memasuki era post-modernism, di mana anak muda lebih senang interaksi melalui dunia maya, sibuk dengan gadget-nya atau lebih senang dengan tongkrongannya. Ya inilah cerita yang akan diceritakan di tahun esok, yang mungkin bisa diambil “hikmahnya”.

Indonesia Punya Kita

Wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun kejalan, demi mempersembahkan jiwa dan raga, untuk negeri tercinta. (penggalan mars mahasiswa)

Kawan, sebelumnya telah sedikit membahas fenomana yang terjadi di 2013, di mana fenomena yang terjadi begitu unik dan menjadi sebuah misteri yang mungkin hanya Allah yang tahu kapan akan terungkapnya misteri-misteri yang ada di Indonesia. Sadar lah kawan bahwa kita sebagai pemuda memiliki amanah yang begitu besarnya, dan ini bukan hanya pekerjaan sendiri, melainkan ini adalah amanah bersama.

Para pahlawan bangsa ini, telah banyak berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan, dan mereka memiliki harapan terhadap penduduk negeri ini, untuk senantiasa melanjutkan perjuangan, agar bangsa ini tidak dipermaikan dengan negeri-negeri yang maju, dan Indonesia mampu bersaing, bukan dibodohi.

Pertanyaan mendasar, lalu siapa yang siap berjuang untuk bangsa ini? Ya jawabannya sederhana, yang mampu berjuang dan membela negeri ini dengan kekuatan pikiran ataupun tenaga yaitu adalah pemuda. Pemuda yang telah tersohor dalam setiap zamannya, yang banyak menawarkan solusi untuk bangsa ini, dengan pikiran, tenaga ataupun passionnya yang membuat bangsa ini menjadi terlihat dan mampu bersaing di kancah internasional.

Mereka sadar, bahwa Indonesia itu punya kita semua, maka ketika sadar sudah memiliki yang sangat berharga, mereka (red.pemuda) mengeluarkan segala potensinya untuk mempertahankan dan memajukan bangsa ini, agar Indonesia kelak mampu menjadi Negara yang tidak dipandang sebelah mata. Untuk itu, bagi kamu yang cinta dengan Indonesia, tunjukan dan keluarkanlah potensimu untuk menjaga, merawat dan memajukan bangsa ini.

Tersenyumlah Indonesia

Pemuda itu minim sekali dengan pengalaman. Justru dengan minimnya pengalaman ia tidak menawarkan masa lalu, melainkan menawarkan masa depan,” Anis Baswedan.

Cinta yang akan menumbuhkan rasa pengorbanan, maka cintailah Indonesia, agar kita tahu bagaimana berjuang, dan agar kita dapat merasakan rintihan ibu pertiwi, karena melihat pemudanya apatis dan pemerintahannya opurtunis.

Di akhir tahun ini, mari kita merefleksikan pribadi kita sebagai makhluk sosial, yang memliki sebuah amanah untuk dapat saling membantu antar sesama, bukan bertikai.

Akhir 2013 ini, begitu banyak yang seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga buat kita, dari ketidakstabilan ekonomi, hingga manajemen sumber daya manusia yang karut marut, di mana masih banyak orang-orang yang tak memiliki elektabilitas untuk membenahi negeri ini, berkeliaran di gedung parlemen ataupun istana. Sedangkan orang-orang yang memeliki kapasistas, dibuat opini untuk membenci dan di buang dari bangsa ini.

Kawan di penghujung akhir tahun ini, bukan hanya sebuah doa yang mengharapkan perubahan, yang mengharapkan pemimpin yang senantiasa adil dan peduli dengan rakyat, atau bukan harapan kosong terhadap aleg-aleg yang senantiasa mewakili rakyat dalam membela kepentingan rakyat, melainkan itu semua harus ada yang namanya pergerakan sebagai rasa ikhtiar kita untuk membela, menjaga dan merawan bangsa ini.

Pergerakan itu mari kita lakukan sesuai dengan pasiion yang kita miliki, karena dalam melakukan perubahan perlu dilandasi kesadaran akan cinta terhadap tanah air ini. Ketika saat ini masih amburadul dengan manajemen keuangan atau yang lainnya, karena itu kita perlu belajar akan arti penting tentang manajeman, Racep Teyyeb Erdoga, mengatakan “bahwa, membangun negeri ini untuk maju, perlu dilandasi kepercayaan kepada tiga hal: Pertama, manajeman sumber daya manusia. Kedua, manajemen informasi. Dan ketiga manajemen keuangan. Ya itulah pelajaran yang seharusnya kita ambil dan di pelajari.

Dengan kondisi sekarang, yang mulai meresahkan mari kita berdiri di tanah air sendiri, dan tunjukkan kepada dunia, aksi kecil yang berujung perubahan, agar Indonesia mampu tersenyum lebar, karena pemuda Indonesia bersatu untuk menjaga, merawat dan memajukan bangsa Indonesia.

Dan sudah sepatutnya kita mulai membuka halaman selanjutnya dan siapkan pena untuk menuliskan sejaraha di 2014 atapun seterusnya. Karena kita pemuda, kita harus bisa, dan berani untuk melakukan perubahan. Beginilah Indonesia mengajarkanku, dengan kondisi seperti ini aku cinta untuk memperbaiki, dengan kerja ikhlas dan berusaha harmoni dalam bergerak.

Courtesy : Kampus Okezone

Hary Tanoesoedibjo : Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Baru

Hary Tanoesoedibjo berbagi pengalaman bisnis di UB
Hary Tanoesoedibjo berbagi pengalaman bisnis di UB

Setelah menyelesaikan studinya pada 1989, Hary Tanoesodibjo mengawali usaha dibidang sekuritas. Hary yang mengaku murni sebagai seorang entrepreneur menyelesaikan S1 bidang Asset Management dan S2 Corporate Finance di Kanada. Dihadapan mahasiswa dan pegiat Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), ia membagi pengalamannya menjadi seorang pengusaha. Pada Kamis (19/12), Hary Tanoesoedibjo menjadi pembicara pada kuliah tamu bertajuk “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) di gedung widyaloka.

Pada awal 90-an, Hary yang kini aktif di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mendapat angin segar dari kebijakan pemerintah yang saat itu gencar mendorong pasar modal. Dengan aktivitas go public-an, pada usia antara 31-32 tahun, ia telah mampu meraup untung hingga Rp. 80 milyar. Krisis ekonomi pada 1998 di berbagai negara Malaysia, Philipina termasuk Indonesia, justru mendorong Hary untuk mengembangkan usaha. “Saat-saat anomali seperti krisis ekonomi merupakan saat tepat untuk melakukan akuisisi dengan melakukan restrukturisasi seperti modal dan sumber daya manusia,” kata dia. Tercatat, pihaknya pernah mengambil alih PT. Bentoel, PT. Astra dan pengambilalihan terakhir yang ia lakukan adalah PT. Bank Bumi Poetra.

Dibawah bendera Media Nusantara Citra (MNC) Group, Hary kini mempekerjakan 30000 karyawan dan pada 2012 pihaknya membayar pajak Rp. 1.3 T atau sekitar 0.1% dari seluruh pendapatan pajak negara. MNC group sendiri memiliki delapan perusahaan public, dimana tujuh ada di Indonesia dan satu di luar negeri. Kapitalisasi pasar kedelapan perusahaan publik ini mencapai Rp. 90 T.

Bidang usaha MNC group meliputi media, properti, jasa keuangan, pertambangan, jalan tol dan investasi. Untuk media, MNC memiliki unit usaha organik seperti Sindo maupun non organik seperti RCTI. Tiga televisi nasional yakni RCTI, MNC dan Global TV telah merebut 4% pangsa pasar di Indonesia. Selain itu, MNC group juga memiliki 40 TV lokal dan televisi berlangganan seperti Indovision, Top TV dan Oke Vision yang menguasai 40% pangsa pasar di Indonesia.

Delapan bulan lalu, MNC juga mengeluarkan media sosial We Chat yang telah memiliki lebih dari 20 juta pelanggan dan terus bertambah hingga 60 ribu orang per harinya. MNC juga berniat menambah konektivitas internet dengan membangun fiber optic di kota besar untuk memfasilitasi pemanfaatan mobile broadband yang akan segera menggantikan fixed broadband. Terjunnya MNC di dunia internet untuk memfasilitasi meningkatnya peminat internet di kalangan muda antara 15-27 tahun. Fenomena ini bahkan telah mencatatkan Jakarta sebagai kota terbesar pengguna facebook di dunia.

Dengan pengalamannya membesarkan bisnis dalam kurun waktu 23 tahun, Hary Tanoe memotivasi anak muda untuk terjun ke dunia entrepreneur. “Indonesia butuh lebih banyak pengusaha baru,” katanya. Agar berkelanjutan, menurutnya jumlah pengusaha sebaiknya minimal 2% dari total populasi. Penambahan pengusaha baru ini akan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah pajak yang menyumbang 70% APBN.

“Indonesia memiliki potensi sebagai negara besar,” kata Hary Tanoe. Potensi ini diperkuat dengan populasi terbesar keempat yang dimiliki Indonesia, mayoritas masyarakat muda antara 18-50 tahun. Selain itu, Indonesia juga kaya Sumber Daya Alam dan struktur ekonominya didominasi kelas menengah.

Dengan semua potensi tersebut, sangat disayangkan saat ini pendapatan per kapita Indonesia masih berkisar USD 3600, lebih rendah dibanding Malaysia (USD 11000) dan Singapura (USD 55000).

Hary mengasumsikan, jika pendapatan per kapita Indonesia sama seperti Malaysia yakni USD 11000, maka PDB bisa mencapai USD 2.75 T. Asumsi PDB ini bisa menggeser Perancis yang saat ini bertengger pada posisi kelima dunia yakni USD 2.6 T. Berturut-turut negara dengan PDB terbesar adalah Amerika Serikat (USD 15 T), China (USD 9 T), Jepang (USD 6 T) dan Jerman (USD 3.2 T). Namun sayangnya asumsi ini akan berat dicapai karena tingginya angka korupsi, pengangguran, ekonomi belum stabil dan infrastruktur masih minim.

Kiat Sukses Berusaha

Dihadapan peserta, Hary menyampaikan kiat-kiat untuk maksimal dan sukses dalam profesi apapun baik itu pengusaha, PNS maupun karyawan swasta. “Sebelum bicara kiat, kita perlu memastikan dulu tujuan karier kita,” katanya. Dengan tujuan yang jelas, maka akan tercipta harapan, semangat, motivasi dan kreativitas. Setidaknya ada lima kiat yang ia sampaikan yakni fokus pada kualitas, kecepatan, bergaul pada lingkungan yang tepat, konsisten serta be grateful dan surrender.

Usai menyampaikan kuliah tamu, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo memberikan uang pembinaan kepada 10 mahasiswa berprestasi, 3 dosen terbaik serta satu doktor termuda.

Courtesy : Prasetya Online

24 Orang Terkaya di Indonesia 2013

100rb

Daftar 40 orang terkaya di Indonesia yang dilansir oleh majalah Forbes. Setiap tahun majalah ternama ini merilis daftar orang terkaya di setiap negara termasuk Indonesia. Meskipun perekonomian globat saat ini sedang mengalami pergerakan yang tidak stabil, sepertinya hal tersebut tidak berdampak pada orang kaya Indonesia.

Sebagin besar orang kaya tersebut mengalami peningkatan, namun pastinya ada juga yang mengalami penurunan. Beberapa yang sebelumnya berada di posisi bawah kini mulai naik, sedangkan yang diatas sebagian turun. Namun perubahan daftar tersebut tidak terlalu signifikan di banding tahun sebelumnya. Langsung saja simak daftar orang kaya Indonesia yang dirilis oleh Forbes dibawah ini:

1. R Budi & Michael Hartono, memiliki kekayaan sekitar USD 15 miliar.

2. Eka Tjipta Widjaja & family, dengan nilai kekayaan sekitar USD 7,7 miliar.

3. Susilo Wonowidjojo & family, jumlah kekayaan senilai USD 7,4 miliar.

4. Anthoni Salim & family, total kekayaan senilai USD 5,2 miliar.

5. Chairul Tanjung, total kekayaan senilai USD 3,4 miliar.

6. Sri Prakash Lohia, total kekayaan senilai USD 3 miliar.

7. Sukanto Tanoto, total kekayaan senilai USD 2,8 miliar.

8. Peter Sondakh, total kekayaan senilai USD 2,6 miliar

9. Boenjamin Setiawan & family, total kekayaan senilai USD 2,35 miliar.

10. Putera Sampoerna & family, total kekayaan senilai USD 2,3 miliar.

11. Mochtar Riady & family, total kekayaan senilai USD 2,2 miliar.

12. Low Tuck Kwong, total kekayaan senilai USD 2 miliar.

13. Tahir, total kekayaan senilai USD 1,8 miliar.

14. Ciliandra Fangiono & family, total kekayaan senilai USD 1,79 miliar.

15. Martua Sitorus, total kekayaan senilai USD 1,75 miliar.

16. Achmad Hamami & family, total kekayaan senilai USD 1,7 miliar

17. Theodore Rachmat, total kekayaan senilai USD 1,6 miliar.

18. Kartini Muljadi & family, total kekayaan senilai USD 1,51 miliar.

19. Murdaya Poo, total kekayaan senilai USD 1,5 miliar.

20. Djoko Susanto, total kekayaan senilai USD 1,4 miliar.

21. Eddy Katuari & family, total kekayaan senilai USD 1,3 miliar.

22. Edwin Soeryadjaya, total kekayaan senilai USD 1,21 miliar.

23. Sjamsul Nursalim, total kekayaan senilai USD 1,2 miliar.

24. Ciputra & family, total kekayaan senilai USD 1,17 miliar.

Courtesy : Majalah Forbes