PIMNAS 27: Berkreasi dan Berinovasi Dalam Kebhinekaan

https://i2.wp.com/prasetya.ub.ac.id/files/berita_ub/penyerahan_piala_5820_20140827050258.jpg

Juara Umum Pimnas tahun lalu menyerahkan Piala Adhikarta Kertawidya

Pemukulan gong dan penyerahan Piala Adhikarta Kertawidya dari ITS kepada Wakil Mentri Kemdikbud menandai dimulainya perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 27 di Universitas Diponogoro (Undip), Selasa (26/8). Upacara  pembukaan yang digelar di Lapangan Widya Puraya ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Rektor Undip dan Pimpinan Universitas se Indonesia.

Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. selaku Wamen Kemdikbud menyampaikan agar hasil para juara PIMNAS untuk diikutkan pada kompetisi internasional agar lebih memberikan rasa percaya diri dan motivasi pada mahasiswa.

“Jadikan PIMNAS ini sebagai ajang berkompetisi dalam hal kreatifitas, ajang saling belajar dan memperluas networking,” ungkapnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo SH., mengapresiasi kegiatan PIMNAS ini sebagai sebuah pergerakan mahasiswa dalam hal tradisi ilmiah.

“Tunjukkan bahwa kalian adalah mahasiswa yang mempunyai gagasan yang global  dan berdampak positif dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D., selaku Rektor Undip menyampaikan kegiatan PIMNAS ini ada dua hal strategis yaitu sebagai ajang kompetisi dalam bidang kewirausahaan, penelitian,  teknologi, karsa cipta dan gagasan tertulis  sebagai barometer budaya akademik di lingkungan universitas serta sebagai wahana merajut kebersamaan dalam bingkai persatuan.

“Oleh karena itu tema PIMNAS tahun  ini adalah berkreasi dan berinovasi dalam kebhinekaan, diharapkan bisa memberikan warna pada segenap mahasiswa yang berbeda-beda bersatu dalam mewujudkan cipta, rasa dan karya untuk bangsa,” tuturnya.

Pembantu Rektor III  Undip Drs. Warsito, SU melaporkan pada PIMNAS 27 ini diikuti oleh 440 tim dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah dipilih dari total usulan proposal sebanyak 44754.

“Jumlah ini meningkat.dibandingkan tahun sebelumnya hal ini menandakan indikator kreatifitas akademik terus meningkat. PIMNAS 27 ini turut menghadirkan empat pakar dan 68 peneliti maupun praktisi untuk dijadikan juri,” pungkasnya.

Serba Online

Sistem dalam presentasi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) lima bidang setiap tahunnya terus diperbaiki, hal ini terlihat dari presensi peserta yang dilakukan secara online dengan menempelkan barcode yang ada pada name tag yang telah diberikan panitia.

Presentasi PKM terbagi dalam beberapa kelas dimana setiap kelas terdiri dari 20 tim. PKM Gagasan Tertulis ada satu, PKM Kewirausahaan terbagi dalam empat kelas, PKM Karsa Ciptanlima kelas, PKM Pengabdian Kepada Masyarakat empat kelas, PKM Penelitian enam kelas dan PKM teknologi dua kelas.

Courtesy : Berita UB

Kerja di Facebook, Apa Syaratnya ?

FB Work

Mark Zuckerberg meminta Gehry membuatkan ruang bagi 3.400 insinyur Facebook untuk bekerja dan mengembangkan hal-hal baru bagi masa depan jejaring sosial tersebut.

Banyak orang hampir setiap hari menyambangi Facebook. Mereka ketagihan bermain di website jejaring sosial ini—entah untuk sekadar mengecek kabar teman-temannya, meng-update status, atau menggunggah foto-foto mereka. Tetapi, bagaimana rasanya bekerja di perusahaan itu? Seperti apa kriteria karyawan yang mereka cari?

Belum lama ini, Facebook membuka lowongan pekerjaan untuk 41 jenis pekerjaan yang berhubungan dengan tim analytics dan datanya. Kalau Anda tertarik, ada syarat utama yang harus dipenuhi. Keterampilan yang paling dicari oleh bos Facebook adalah, memahami perilaku orang.

“Kami mencari orang-orang yang tertarik untuk memahami sifat manusia dan perilaku sosial mereka, dan bisa bekerja dengan kumpulan data yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Ken Rubin, kepala tim analytics Facebook, seperti dilansir oleh Business Insider.

Sebelum drop out untuk fokus pada bisnisnya, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sempat mengambil kuliah di dua jurusan yakni psikologi dan ilmu komputer di Harvard University. Sepertinya hal ini juga mempengaruhi tuntutan bagi karyawan Facebook. Mereka harus techy dan tertarik dengan data dan perilaku manusia.

Karyawan-karyawan baru Facebook biasanya diikutkan dalam sebuah program intensif selama dua minggu. Nama program itu “Data Camp”.

Di minggu pertama, mereka akan diperkenalkan pada perlengkapan-perlengkapan teknologi yang digunakan Facebook. Mereka akan melihat bagaimana dan apa yang terjadi ketika pera pengguna jejaring sosial itu berbagi status dan mengunggah foto-foto mereka di website tersebut.

Pada minggu kedua, para karyawan baru ini akan diberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bisnis Facebook. Mereka harus menggali kreativitasnya untuk memberikan jawaban yang terbaik.

Data Camp ternyata bukan program yang mudah diikuti. Bahkan orang-orang yang sudah berpengalaman pun bisa mengalami kesulitan menjalaninya. Hal ini juga diakui oleh Jocelyn Goldfein. Sebelum direkrut oleh Facebook pada tahun 2010, Goldfein adalah salah satu eksekutif sukses di perusahaan software, VMware.

Dalam sebuah artikel yang dilansir oleh Businessweek pada bulan Oktober 2012, disebutkan bahwa setiap harinya Facebook memproses 2,7 miliar “Like”, 300 juta foto yang diunggah, 2,5 miliar update status dan check-in. Untuk itu, Facebook harus memiliki mesin data raksasa yang efisien untuk menampung dan mengelola beban data sebesar itu.

Dalam Boot Camp, para karyawan baru itu bisa melihat basis kode yang dimiliki Facebook. Mereka diminta untuk mempelajari produk-produk dan layanan perusahaan, serta cara kerja timeline dan News Feed di jejaring tersebut. Pada akhir Boot Camp, setiap karyawan diminta menentukan sendiri akan masuk ke tim produk yang mana.

Menurut Mike Schroepfer, Vice President of Engineering di Facebook, perusahaan ingin memastikan para karyawan bekerja sesuai dengan keahlian dan passion mereka. Sekarang, Facebook sudah menjadi jejaring sosial terbesar di dunia. Sejak tahun 2008, jumlah karyawannya telah bertumbuh dari hanya 600 orang menjadi 3.976 pada Juni 2012.

Jadi, siapa ingin menjadi bagian dari perusahaan ini?

Courtesy : KOMPAS

Misteri di Balik OS Apple "13.000 Dollar"

Banyak orang tahu bahwa pendiri Apple Inc. adalah Steve Jobs dan Steve Wozniak alias Woz. Tetapi, belum banyak yang tahu bahwa sistem operasi Apple yang pertama, Apple DOS, diciptakan oleh orang dari luar perusahaan Apple. Siapakah dia?

Cerita penting ini “tersembunyi” rapi dalam sebuah dokumen di museum komputer DigiBarn di Santa Cruz Mountains, California.

Kisah tentang Apple dimulai oleh dua pemuda, Steve Jobs dan Steve Wozniak, yang bersahabat sejak mereka masih sekolah di Homestead High School di Cupertino, California. Setelah lulus dari SMA, mereka berdua kuliah di tempat yang berbeda. Jobs kuliah di Reed College di Portland, Oregon; sementara Woz kuliah di University of California, Berkeley.

Baik Jobs maupun Woz sama-sama drop-out dari kampusnya, lalu bekerja. Jobs bekerja di Atari, sementara Woz di Hewlett-Packard. Meskipun terpisah, mereka tetap saling kontak.

Kelahiran Apple Computer

Pada tahun 1976, Woz yang jago dalam hal desain komputer mulai merancang komputer yang kelak akan dikenal sebagai Apple I. Sementara Jobs, yang punya bakat sebagai seorang visioner, merasa yakin bahwa Woz dan dirinya bisa sukses dengan menjual komputer tersebut.

Akhirnya, keduanya mendirikan Apple Computer tepat pada tanggal 1 April 1976.

Woz dan Jobs lalu memperkenalkan PC (personal computer) pertama mereka, Apple I, ke publik. Komputer ini membuat nama Woz dan Jobs menjadi terkenal. Tetapi, pada tahun 1970-an, komputer masih menjadi barang yang mewah.

Apple I belum bisa menarik perhatian para penggila teknologi dan kalangan bisnis karena belum dilengkapi dengan casing, power supply, dan keyboard.

Pada tahun 1977, dalam sebuah pameran komputer, Apple memperkenalkan komputer kedua mereka, yakni Apple II. Komputer ini berhasil membuat banyak orang penasaran. Untuk standar PC pada masa itu, Apple II terbilang sangat mengesankan. Komputer ini hadir dengan casing plastik dan sudah dilengkapi dengan grafis warna.

Banyak orang tertarik untuk memilikinya, sehingga Woz dan Jobs kebanjiran pesanan. Tetapi, masih ada yang kurang dari Apple II. Komputer ini belum dilengkapi dengan disk drive dan sistem operasi.

Masalah tersebut sangat disadari oleh Woz dan Jobs. Karena itu, agenda pertama mereka untuk memajukan bisnis Apple adalah, menciptakan disk drive dan sistem operasi untuk komputer mereka. Mereka butuh bantuan orang lain untuk urusan yang satu ini.

Hingga kini, belum banyak orang yang tahu bahwa pencipta sistem operasi pertama Apple adalah orang dari luar Apple. Sejarah “tersembunyi” ini—seperti diungkap oleh CNET—tercatat dalam sebuah dokumen yang disimpan rapi di museum komputer DigiBarn di Santa Cruz Mountains, California.

Paul Laughton, Si Pencipta Apple DOS

Cerita berlanjut. Di lain tempat pada tahun 1977, seorang programmer bernama Paul Laughton berkunjung ke Byte Shop, toko PC pertama di Amerika, yang berlokasi di Mountain View, California. Di toko tersebut, dia melihat brosur dan formulir pemesanan komputer Apple II.

Bagi Laughton, yang sudah bekerja selama delapan tahun sebagai system programmer untuk komputer mainframe IBM, brosur tersebut sangat menggoda. “Saya harus punya satu (komputer Apple II),” pikir Laughton saat itu, seperti yang dia tuliskan dalam website pribadinya, Laughton.com.

Di toko itu, Laughton secara tidak sengaja juga membaca sebuah iklan yang dipasang oleh Shepardson Microsystems. Rupanya, perusahaan itu sedang mencari seorang programmer.

Beberapa hari kemudian, Laughton mengunjungi perusahaan itu untuk melakukan wawancara pekerjaan. Dia bertemu dengan Bob Shepardson, sang pemilik perusahaan.

Dari wawancara tersebut, Laughton mengetahui bahwa  Shepardson Microsystems baru saja menandatangani kontrak senilai 13.000 dollar AS dengan Apple Computer untuk menulis program Basic Interpreter. Shepardson ingin Laughton mengerjakan coding untuk program tersebut.

Dua minggu kemudian, Laughton meninggalkan pekerjaannya yang sudah mapan di IBM untuk bekerja di startup (perusahaan rintisan) milik Shepardson. Saat itu, karyawan Shepardson Microsystems hanya empat orang, termasuk dirinya. Laughton sangat senang karena akhirnya dia bisa mendapatkan seperangkat Apple II. Bahkan, komputer itu diantarkan langsung oleh Steve Jobs untuknya.

Setelah bekerja di Shepardson Microsystems, Laughton berkenalan dengan Woz. Saat itu, Woz telah mengembangkan floppy disk drive untuk Apple II. Meskipun begitu, Woz sedikit stress karena pihak manajemen Apple memintanya untuk menyelesaikan hardware sekaligus sistem operasi untuk Apple II dalam waktu singkat.

Karena itu, Laughton menawarkan diri untuk membantu Woz. Dia berinisiatif untuk membuat program DOS (disk operating system) untuk Apple.

Laughton selesai mengerjakan Apple DOS pada 1978. Apple DOS menjadi sistem operasi pertama Apple.

Pada tahun yang sama, Apple merilis Apple Disk II, floppy disk drive pertamanya yang telah dilengkapi dengan Apple DOS. Pembuatan floppy disk drive dan Apple DOS ini merupakan salah satu proyek terpenting dalam sejarah Apple. Berkat inovasi ini pula, popularitas dan penjualan komputer Apple semakin meningkat.

Jef Raskin Masuk ke Apple

Pada tahun 1978, sambil mengerjakan proyek untuk Apple, Shepardson Microsystems juga menangani proyek-proyek dari banyak startup lainnya. Steve Jobs sempat tertarik untuk membeli perusahaan itu untuk dijadikan divisi khusus pengembangan software di perusahaannya. Tetapi, Bob Shepardson menolak tawaran tersebut karena Jobs hanya mau membayarnya dengan 10 persen saham Apple.

Pada bulan Januari tahun ini, Apple merekrut Jef Raskin, seorang pakar antarmuka komputer, sebagai karyawannya yang ke-31. Raskin ditugaskan untuk memimpin divisi teknis di Apple. Dia juga bertanggung jawab untuk mengawasi proyek Basic yang dikerjakan oleh Shepardson Microsystems.

Pada Oktober 1978, Apple mengakhiri kerja sama dengan Shepardson Microsystems. Pada saat itu, Apple mulai mengembangkan Apple III. Raskin mempunyai ide untuk menciptakan komputer yang berbeda dari komputer-komputer lainnya pada masa itu—sebuah komputer yang mudah digunakan oleh banyak orang. Akhirnya, Raskin melobi Apple demi mendapatkan restu untuk memulai proyeknya.

Pada 1979, Raskin memulai proyek Macintosh. Dia memilih nama “Macintosh” karena terinspirasi nama buah kesukaannya, yakni McIntosh. McIntosh adalah nama salah satu jenis apel yang ditemukan oleh seorang petani dari daerah Ontario, pada abad ke-19. Nama apel tersebut berasal dari nama penemunya, yakni John McIntosh.

Sementara itu, pada tahun 1980, Apple memperkenalkan komputer berikutnya, Apple III. Pada saat itu, terjadi perubahan besar di Apple. Apple pindah ke kantor yang lebih besar dan tumbuh menjadi sebuah perusahaan dengan banyak karyawan, memiliki manajer-manajer berpengalaman, serta para investor yang mengisi kursi direksi.

Macintosh, yang diluncurkan pada tahun 1984, lantas menjadi sistem operasi Apple yang berikutnya. Meskipun begitu, Raskin sudah meninggalkan Apple sebelum Macintosh diluncurkan. Dia mengundurkan diri pada tahun 1982, karena terlibat perselihan dengan Steve Jobs. Hingga kini, Jef Raskin, pencipta sistem operasi Macintosh, dikenal sebagai “Bapak Mac”.

Peran Steve Jobs dan Steve Wozniak dalam sejarah dan perkembangan Apple memang sangat penting. Tetapi, dunia juga harus tahu bahwa ada dua orang jenius yang juga berperan dalam sejarah software Apple, yakni Paul Laughton dan Jef Raskin. Tanpa mereka berdua, mungkin saat ini tidak ada Apple Inc. yang kita kenal sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia.

Courtesy : KOMPAS

Mahasiswa FTP Ciptakan Detergen dari Getah Biduri

detergen

Penggunaan zat aktif surfaktan Alkil Benzena Sulfonat (ABS) dan Linear Alkil Sulfonat (LAS)  pada produk pembersih detergen diketahui menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup. Sebab zat tersebut adalah bahan aktif berbahaya yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat mencemari lingkungan khususnya air sungai dan bahkan menyebabkan kematian pada biota laut. Selain itu, kandungan ABS dan LAS pada deterjen juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan akibat residu cemaran yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan iritasi kulit.

Seiring pertumbuhan penduduk, pemakaian detergen akan terus meningkat yang berarti berpotensi memperparah pencemaran lingkungan. Inilah yang melatar belakangi kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Devy Setyana, M.Arham, Sugiyati Ningrum, Anggi Nurvianti dan Nur Oktavia Suci dibawah bimbingan Endrika Widyastuti S.pt. M.Sc. MP. dan Nur Ida Panca STP. MP.  menciptakan deterjen alami berbahan ekstrak getah biduri (Calotropis gigantae) dengan teknologi nano bernama “Bio-Nano Surf” pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P).

Dipaparkan ketua tim, Devy Setyana yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP FTP) angkatan 2010, ini kelompoknya sengaja memilih getah tanaman biduri karena memiliki kandungan saponin dan enzim protease yang mampu bertindak sebagai deterjen alami.

“Saponin adalah jenis glikosida yang dapat membentuk buih dalam air serta dapat mengangkat kotoran dan menurunkan tegangan air, sedangkan protease adalah enzim yang dapat merombak protein. Dengan demikian keberadaan enzim protease dapat membantu kinerja saponin dalam membersihkan noda karena kemampuannya dalam memecah protein yang merupakan salah satu komponen utama kotoran pakaian,” kata Devy menuturkan.

Devi menambahkan biduri merupakan tanaman lokal Indonesia yang ketersediaannya cukup melimpah. Tanaman ini termasuk mudah tumbuh dan tidak bersifat musiman tapi masih minim pemanfaatan. Bahkan sebagian masyarakat masih menganggap hama karena mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan gatal – gatal. Padahal dengan netralisasi menggunakan HCl pada konsentrasi aman sebesar 0,2–1% sebenarnya hal itu dapat diatasi sehingga kita bisa mengambil manfaat dari saponin dan protease yang dimilikinya,” jelasnya lebih lanjut.

Proses pembuatan deterjen alami ini menggunakan nanoteknologi sebagai suatu rekayasa molekuler yang mengubah partikel berskala nanometer. Nanoteknologi ini akan meningkatkan kemampuan deterjen untuk membersihkan noda. Hal ini dikarenakan makin kecil partikel akan makin memudahkan masuk ke serat kain terkecil. Selain itu partikel nano yang berukuran kecil juga akan meningkatkan daya degradasi deterjen sehingga lebih  mudah diurai oleh mikroorganisme.

Proses nanofikasi ini menggunakan freeze drying (mesin pengering beku pada suhu minus-red)  yang mampu mengecilkan partikel deterjen sampai 800 nanometer. Teknologi ini juga memungkinkan terbentuknya kristalisasi ekstrak getah biduri sehingga menjadi bubuk.

Setelah mengalami proses pengujiian yang dilakukan dengan mencuci noda coklat pada kain dengan perendaman 5 menit dan pengucekan 1 menit, terbukti deterjen alami berbahan getah biduri ini mampu menyamai kemampuan deterjen komersial. Selain itu dilakukan pula uji toksisitas dan nilai baku mutu limbah deterjan untuk menguji tingkat biodegradable (kemampuan terurai di alam-red) pada deterjen alami getah biduri. Terbukti nilai baku mutu limbah deterjen getah biduri lebih rendah dari batas maksimum ketetapan baku mutu limbah pada deterjen komersial sehingga lebih ramah lingkungan.

Saat ini hasil penelitian “Bio-Nano Surf”  sudah didaftarkan untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan akan diikutkan pada konverensi ilmiah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Selandia Baru.

Courtesy : Prasetya Ub

Puasa Ramadhan Bisa Mengoptimalkan Kualitas Sistem Imun Tubuh

Ardik Lahdimawan, dr. Sp.BS dalam promosi dokter di Gedung FK lantai 6, Sabtu (28/6).

Ardik Lahdimawan, dr. Sp.BS dalam promosi dokter di Gedung FK lantai 6, Sabtu (28/6).

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 jumlah orang islam yang menderita TB sekitar 370 orang. Penderita TB dalam perjalanannya membutuhkan waktu lama untuk pengobatannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan selama proses pengobatan, penderita TB punya kewajiban untuk menjalankan puasa sebulan penuh. Puasa yang dijalankan oleh penderita TBC ternyata mampu meningkatkan sistem imun tubuh dalam membunuh patogen Mycobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu dari agen penyebab TB. Demikian pemaparan Ardik Lahdimawan, dr. Sp.BS dalam promosi dokter di Gedung FK lantai 6, Sabtu (28/6).

Dalam disertasinya yang berjudul “Puasa Ramadhan Eustress Mengoptimalkan Kuantitas Dan Meningkatkan Kualitas Sistem Imun Tubuh Dalam Mencegah Infeksi Mycobaterium Tuberculosis”, mengatakan bahwa puasa ramadhan merupakan stressor  karena menimbulkan stress perception yang terjadi pada keadaan ibadah khusus yang mengubah kebiasaan sehari-hari, sehingga pelaksanaan puasa ramadhan akan merespon stressor tersebut. Respon tubuh terhadap kondisi stress dapat berupa perubahan endokrin, perubahan sistem  saraf, perubahan imunologi baik seluler atau humoral.

Puasa Ramadhan eustress yang ditandai meningkatnya beta-endorfin serum, PBMC dan makrofag pada hari ke-7 dan hari ke-21, endocannabinoid serum dan PBMC pada hari ke-7 dan hari ke-21, mengoptimalkan kuantitas sistem imun yang ditandai peningkatan TNF-alpha makrofag pada hari ke-7, iNOS PBMC dan makrofag pada hari ke-7 dan hari ke-21,serta penurunan SOD makrofag secara signifikan pada hari ke-7, sehingga meningkatkan kualitas sistem imun yang ditandai peningkatan kemampuan daya bunuh serum pada hari ke-7, PBMC dan makrofag pada hari ke-7 dan hari ke-21 dalam mencegah infeksi Mycobacterium tuberculosis.

Puasa ramadhan eustress memiliki efek atau pengaruh yang menguntungkan terhadap sistem imun dimana sistem imun tubuh dalam kondisi siaga secara fisiologis yang ditandai oleh optimalnya kuantitas dan meningkatkan kualitas.

Selain itu, puasa ramadhan eustress dapat mengurangi resiko dan dapat mencegah infeksi TB pada subyek sehat.

Courtesy : Prasetya UB

AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB

AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB
AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tingkat bahayanya sangat tinggi. Diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia  atau peningkatan yang tidak normal kadar gula darah yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.  Oleh karena itu orang yang menderita diabetes mellitus diharuskan untuk mengontrol asupan gula dan harus melakukan pola hidup sehat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu mengkonsumsi makanan rendah gula atau yang mampu mengurangi dan mengontrol kadar gula dalam tubuh.

Dari masalah tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) dibawah bimbingan Prof. Dr. dr. M. Rasjad Indra, MS. berinisiatif membuat terapi dalam mengatasi Diabetes mellitus. Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian yang diadakan oleh DIKTI, mereka memanfaatkan kulit ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dalam mengatasi masalah Diabetes Mellitus.

Potensi dari kulit ubi jalar sangat melimpah karena produksi ubi jalar ungu di Indonesia menduduki peringkat ke-3 dunia. Berdasarkan hasil survei dari BPS tahun 2011 produksi ubi jalar ungu di Indonesia mencapai 2.172.437 Ton.  Selain itu industri pengolahan ubi jalar ungu juga tumbuh banyak di Indonesia. Namun sayangnya potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena pada industri pengolahan ubi jalar ungu, hanya umbinya saja yang dimanfaatkan.

lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK)
lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK)

Saat ini limbah kulit ubi jalar ungu sering dianggap sebagai sampah dan masih belum dimanfaatkan secara maksimal di bidang medis. Padahal kulit ubi jalar ungu ini kaya akan senyawa antosianin yang berpotensi digunakan untuk terapi diabetes mellitus. Antosianin tersebut dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensivitas Insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Perlu diketahui bahwa antosianin adalah senyawa yang rawan rusak akibat proses termal. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan khusus agar dapat mempertahankan kandungan antosianin dalam kukit ubi ungu. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah mengekstraksi kulit ubi jalar ungu dengan Microwave Assisted Extraction (MAE). Ekstraksi dengan MAE memiliki keunggulan tersendiri yaitu mengekstrak senyawa yang labil terhadap panas, laju ekstraksi yang lebih tinggi dan waktu ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Sehingga dengan metode MAE senyawa antosianin pada kulit ubi jalar ungu dapat lebih dipertahankan dari kerusakan.

Dari studi in vivo yang telah mereka lakukan yaitu dengan cara menguji pemberian ektrak kulit ubi jalar ungu terhadap tikus yang dibuat diabetes, diperoleh hasil bahwa ekstrak kulit ubi jalar ungu dapat menurunkan gula darah secara signifikan serta mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Antosianin dapat memperbaiki kondisi peningkatan kadar gula darah dan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMP-activated protein kinase (AMPK).  Aktivasi ini diikuti oleh peningkatan ekspresi GLUT 4 yang kemudian dapat meningkatkan uptake glukosa ke dalam jaringan. Pada kasus ini perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kapan dan berapa lama AMPK dapat di aktifkan mengingat masih terbatas informasi yang tersedia.Adanya manfaat kulit ubi jalar ini maka tidak salah jika kita mengkonsumsinya untuk menjaga keseimbangan gula darah pada diabetes mellitus. Harapan dengan adanya hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi masalah Diabetes mellitus di Indonesia.

Prasetya UB

Akhirnya Proses Akuisisi Microsoft-Nokia Selesai

elop-satya

Seperti yang pernah dikabarkan sebelumnya, proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia akhirnya selesai hari ini. Seperti yang ditulis dalam laman blog resmi Microsoft, proses akuisisi tersebut akan menjadikan Stephen Elop (ex-CEO Nokia), menjadi executive vice president of Microsoft’s Devices and Studios Group. Dengan posisi tersebut, Elop akan memimpin divisi yang sedang mengembangkan Xbox, Xbox Live, Microsoft Studios, Microsoft Hardware, Surface dan Nokia Devices & Services.

Nokia Oyj yang sekarang menjadi Microsoft Mobile Oy merupakan anak perusahaan dari Microsoft yang bertanggung jawab mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan ponsel seluler Lumia, Asha, dan Nokia X serta perangkat lainnya. Jadi akan menarik kita lihat bagaimana lini Nokia X berkembang di tangan Microsoft. Microsoft Mobile Oy ini sendiri merupakan bagian dari Microsoft Devices yang dikepalai oleh Stephen Elop.

Akuisisi ini juga membuat Microsoft memiliki 8500 paten desain telephone yang dibuat oleh Nokia. Selain itu Microsoft juga memiliki lisensi 30.000 ‘utility’ paten dari Nokia selama 10 tahun dengan opsi untuk memperpanjang. Microsoft juga akan mengambil alih sejumlah 25.000 karyawan Nokia di lini telephone yang tersebar di 50 negara dan beberapa pabrik yang memproduksi perangkat telepon.

Sayangnya Microsoft masih belum mengumumkan bagaimana branding mereka setelah proses akuisisi ini selesai. Apakah masih menggunakan merk Lumia ataukah menggunakan merk lain seperti Surface Phone ataukah Microsoft Mobile.

Well, mari kita lihat bagaimana kiprah kedua perusahaan ini setelah bergabung. Strong together?

Courtesy : Idwinphone

Alat Pasteurisasi Jus dari FTP UB

AISI PRO (Automatic Juice Pasteurisation)

AISI PRO (Automatic Juice Pasteurisation)

Tingginya potensi buah di Indonesia tidak berbanding lurus dengan daya tahan beragam produk olahannya. Salah satu produk olahan buah yang mudah dan paling banyak peminatnya adalah jus atau sari buah. Namun pengolahan dengan cara yang sudah umum tidak dapat mempertahankan kesegaran jus buah. Inilah yang mendasari dibuatnya alat Automatice Juice Pasteurization (AISI PRO) oleh tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya.

Alat yang dirancang dan dibuat oleh Agung Heru Yatmo, Indrawan Cahyo Adileksono dan M.Bagus Widyatma ini menggunakan arus listrik untuk mengawetkan jus atau olahan sari buah. “AISI PRO berbasis Ohmic Heating, metode pemanasan menggunakan aliran listrik secara langsung. Untuk mencapai suhu 80 derajat hanya dibutuhkan waktu sekitar 64 detik”, ujarnya.

Menurut Agung, produk olahan jus tidak bisa disamakan. “Buah dengan kadar keasaman (Ph) dibawah 4 lebih mudah bercampur ragi dan jamur, pemanasannya butuh 60-80 detik. Sedang buah dengan Ph diatas 4 lebih tahan lama”, ujarnya.

AISI PRO adalah produk Program Kreatifitas Mahasiswa Karya Cipta. Dengan waktu pembuatan 2 bulan, alat ini mampu menjaga kandungan vitamin dalam jus tidak berkurang banyak atau bahkan hilang. “Dalam 100 ml jus manga, vitamin yang terkandung sekitar 6.59 mg, setelah dipanaskan masih menyimpan 6,48 mg”,ujar Agung. Melalui alat ini, Agung berharap dapat mengurangi penggunaan pengawet dan meningkatkan daya simpan olahan jus buah.

Courtesy : Prasetya Online

Tiga Mahasiswa FPIK Gagas Nusantara Park Undewater di Pulau Sebatik

Tim FPIK UB raih Juara Tiga setelah tawarkan Nusantara Park Underwater
Tim FPIK UB raih Juara Tiga setelah tawarkan Nusantara Park Underwater

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi pariwisata yang besar untuk dikembangkan. Salah satu pulau yang memiliki potensi tersebut adalah Pulau Sebatik yang berada di daerah perbatasan.

“Selama ini Pulau Sebatik lebih difokuskan pada kegiatan perdagangan, padahal ada potensi pariwisata yang besar untuk dikembangakan yaitu pariwisata bawah laut berbasis bio rock,” ungkap Euis Zulfiaty kepada PRASETYA Online.

Euis berserta  dua temannya, Citra Nilam Cahya dan Siti Aniqatul Munamaze mendapatkan penghargaan Juara Ketiga atas konsep yang ditawarkan pada Lomba Karya Tulis Nasional Psp Competition 2014 Universitas Hasanuddin pada Senin (28/5).

“Kami menggagas konsep pariwisata bawah laut dibantu pembimbing kami yaitu Ir. Sukandar, MP bertema Nusantara Park Undewater Wisata Bahari Berbasis Bio Rock Sistem dengan Ikon-Ikon Nusantara di Pulau Sebatik di Kalimantan Timur Guna Penguatan Kawasan Perbatasan,” jelasnya.

Konsep Bio Rock ini akan diterapkan di sekitar pulau sebatik dengan membentuk terumbu karang menjadi ikon-ikon bangunan nusantara seperti candi borobudur, prambanan, tugu monas dan ikon bangunan lain. Harapannya dengan adanya konsep ini selain menjadikan Sebatik sebagai pariwisata juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar.

Courtesy : Prasetya UB

Kaltim Prima Coal Kenalkan Good Mining Practice

Kuliah Tamu Kaltim Prima Coal

Kuliah Tamu Kaltim Prima Coal

PT Kaltim Prima Coal bekerja sama dengan Biro Administrasi Kemahasiswaan, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Sehari “Good Mining Practice”. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (05/6) lalu di Samanta Krida, Universitas Brawijaya.

Kegiatan yang diikuti oleh hampir tiga ribu mahasiswa UB ini dibuka secara resmi oleh Rektor UB, Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito. Dalam sambutannya, Rektor menjelaskan sudah ada kerjasama dengan PT KPC. “Kerjasama antara UB dan PT Kaltim Prima Coal sudah berlangsung lama, salah satunya dengan ada seminar sehari ini. Alumni UB juga ada yang bekerja di PT KPC, bahkan para alumni sudah mempersiapkan beasiswa untuk mahasiswa UB”,ujarnya.

Pembicara dalam kegiatan ini antara lain Chief Executive Editor PT Kaltim Prima Coal, Endang Ruchijat dan Chief Operation Officer, R. Utoro. Good Mining Practice adalah rangkaian tahapan dari perizinan perusahaan, keselamatan pekerja dan juga kepedulian atau reklmasi lingkungan bekas tambang.

Courtesy : Prasetya UB

Bakteri Salmonella Dapat Digunakan Untuk Melawan Kanker

cancer9736b

Para ilmuwan menggunakan salmonella bakteri yang umumnya ditularkan melalui makanan yang menginfeksi orang untuk melawan kanker usus. Mereka percaya salmonella dapat menjadi alat yang berharga dalam perang melawan kanker pada organ sekitar usus seperti hati, limpa, dan usus besar, karena di situlah salmonella alami menginfeksi tubuh.

Para peneliti ingin ‘weaponize’ salmonella, yang memungkinkan bakteri untuk kemudian menyerang sel-sel kanker dalam lingkungan alam.
Ujian pada hewan telah menunjukkan salmonella berhasil dapat mengontrol tumor dalam usus. uji klinis Manusia sudah berjalan dan menunjukkan janji.

“Banyak bakteri dan virus – bahkan yang berbahaya – dapat digunakan untuk melawan penyakit,” kata Edward Greeno, peneliti utama pada studi klinis dan Medical Director of the Masonic Cancer Clinic. “We believe it may even be possible to use bacteria to fight cancer.” yang artinya “kami percaya percaya kemunungkinan besar bisa menggunakan bakteri untuk melawan kanker.”

Greeno’s Medical School kolega, Dan Saltzman, rekayasa genetik batch salmonella untuk melemahkan dan menambahkan Interleukin 2, atau IL-2. “Kau bisa memikirkan IL-2 sebagai anjing penjaga (dalam istilah, atau sebgai benteng pertahan) yang menyedot dan berkeliling mencari ancaman di dalam tubuh,” katanya (orang yang meneliti). Ketika ia menemukan satu, itu panggilan dalam serangan oleh sistem kekebalan tubuh. Peneliti tahu jika mereka bisa membuat IL-2 didekat tumor , itu akan mengidentifikasi sel-sel kanker sebagai ancaman dan memicu reaksi kekebalan di dekat tumor. Dari teori itulah para peneliti atau ilmuan percaya bisa melawan kanker dengan bakteri salmonella.

Courtesy : Mas Tony

Dahlan Iskan: "Permasalahan Pangan Tidak Mungkin Diselesaikan Tanpa Campur Tangan Teknologi"

Dahlan Iskan dalam seminar  Scientific Great Moment
Dahlan Iskan dalam seminar Scientific Great Moment

Pertumbuhan penduduk yang meningkat tajam membuat konsumsi pangan semakin melonjak. Sementara itu semakin sedikit sumber daya manusia penggarap lahan pertanian. Dengan demikian teknologi mutlak diperlukan sebab tidak mungkin menyelesaikan permasalahan pangan tanpa campur tangannya.

Demikian disampaikan Menteri Negara BUMN Prof. DR. H.C Dahlan Iskan dalam seminar  Scientific Great Moment 5 bertajuk “Kolaborasi Inovasi IPTEK dan Optimasi Passion Generasi Muda sebagai Akselerator Menuju Indonesia Madani”. Kegiatan ini digelar Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) Agritech Research Science Center Fakultas Teknologi Pertanian (ARSC FTP) di Aula gedung FTP lantai 2, Sabtu (17/5).

“Jangan hanya menghujat dan mempertanyakan pemerintah mengapa harga semakin mahal, mengapa harus impor komoditas tertentu atau kebijakan lainnya. Tetapi mari pikirkan hal yang mendasar, siapa yang masih mau menggarap lahan?” kata dia. Saat ini, menurutnya sudah semakin sulit mencari buruh tani. “Demikian juga bagaimana sistem pembenihan yang efisien, bagaimana mengubah sistem pembenihan? Saatnya kita mulai beralih pada teknologi,” ia menandaskan. “Mari pikirkan teknologi tepat guna yang bisa terbeli oleh para petani,” tambahnya. 10 tahun mendatang, menurutnya Indonesia akan menjadi salah satu bagian dari 10 negara terbesar  di dunia. “Karena itu kita harus merubah mindset dan pola pikir. Sebab Indonesia modern harus bertemu dengan petani modern,” katanya.

Acara yang dibuka Dekan FTP, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr., dihadiri PD III FISIP UB, Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si., PD III FTP UB, Dr.Ir.Elok Zubaidah, MP., Ketua Jurusan TIP FTP, Dr.Ir. Nur Hidayat, MP., Ketua Jurusan THP FTP, Dr. Agustin Krisna Wardani, STP.,M.Si., Kepala Tata Usaha FTP Drs. Fatchur Rahman., M.AB beserta seluruh jajaran staf kependidikan FTP dari sub bagian Akademik, sub bagian Kemahasiswaan, sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian, jajaran dosen FISIP dan FTP UB. Hadir pula sekitar 500 mahasiswa FTP dan FISIP UB maupun berbagai kampus se Jawa Timur. Acara tampak semakin hidup ketika Dahlan membuka dialog interaktif dengan mahasiswa tentang bagaimana mewujudkan mimpi menciptakan teknologi untuk mengatasi permasalahan pertanian serta pengentasan kemiskinan.

Sebelumnya Dahlan Iskan mengunjungi pameran produk unggulan FTP UB seperti Vacuum Frying dari jurusan Keteknikan Pertanian, suatu mesin penggoreng hampa udara dalam suhu rendah untuk mempertahankan kandungan gizi produk. Ada juga mesin Seawater Treatment dari prodi Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan, suatu rancang bangun sistem pengolahan air laut menjadi air tawar. Sulis atau Susu Kejut Listrik, sistem pasteurisasi susu dengan menggunakan listrik tegangan tinggi untuk menurunkan jumlah bakteri dalam susu tanpa merusak kandungan nutrisinya. Digital Formalhyde Meter, mesin karya mahasiswa FTP untuk mengukur kadar formalin pada bahan pangan, serta  Falle, perangkap nyamuk berbasis audio sonic yang aman dipegang dan tidak meninggalkan residu dengan komsumsi daya hanya 15 watt.  Tidak hanya serius menyimak penjelasan produk, Dahlan bahkan juga mencicipi aneka olahan produksi FTP seperti Kupan Cake, kudapan bergizi dari tepung gayong, Mie Sawi, Kebab sehat bernutrisi serta berbagai produk karya Food Processing Training Center (FTPC) FTP.

Courtesy : Prasetya Online

WWF Indonesia – Seafood Guide

 cover_seafood_guide_electronic_new_1_22439

WWF-Indonesia percaya bahwa kita mampu menghadirkan ikan di meja makan dengan tetap menjaga jumlah populasi ikan, kelestarian lingkungan dan kesehatan ekosistem laut. Bila Anda memilih dengan hati-hati hidangan laut (seafood) yang anda nikmati, dengan cara memahami lebih jauh bagaimana pengelolaan perikanan dilakukan, Anda telah berkontribusi dalam melestarikan laut untuk masa depan.

Produk seafood dari Indonesia terancam kelangsungannya ketika tingkat konsumsi yang tinggi dan aktivitas penangkapannya sangat merusak memberi tekanan yang sangat tinggi pada populasi dan habitat ikan.

Sejak tahun 2005 WWF-Indonesia telah mengeluarkan panduan memilih seafood yang ramah lingkungan berupa cetakan kertas ukuran saku bagi konsumen seafood untuk memudahkan mereka mengetahui seafood yang terbaik dan seafood yang tengah mengalami tekanan konsumsi sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. Sebagai sebuah dokumen yang selalu “hidup” dan berubah sesuai kondisi pendataan populasi terkini, WWF-Indonesia kemudian melakukan revisi pada tahun 2007, kemudian revisi kembali pada tahun 2009, dan akhirnya versi terakhir pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun terakhir ketika perkembangan teknologi telepon pintar berkembang pesat, kebutuhan penggunaan kertas dapat perlahan-lahan dikurangi. Edisi seafood guide 2011 versi PDF tersebut masih dapat diunduh dari link ini.

Sekarang Anda Tahu, Sekarang Anda Bisa Bertindak!

Fakta-fakta di balik perikanan kita:

  • Lobster, ikan hiu dan kerapu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan menjadi dewasa
  • Lobster dan kerapu pada umumnya ditangkap dengan cara menyemprotkan racun. Racun tersebut juga membunuh terumbu karang dan satwa laut lainnya
  • Hanya sedikit lobster yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam. Sementara untuk saat ini masih sedikit teknologi yang mampu mengembangbiakkan lobster secara budidaya
  • Sirip ikan hiu diambil dari ikan hiu yang seringkali tertangkap dalam jaring atau rawai (longline), dimana lumba-lumba, penyu, burung dan satwa laut lainnya turut menjadi korban. Daging ikan hiu seringkali dibuang setelah siripnya dipotong
  • Juvenil ikan hiu semakin jarang ditemukan karena adanya penangkapan ikan hiu dewasa secara besar-besaran (penangkapan yang berlebihan atau over-fishing), sehingga tidak mampu memperbaiki populasinya
  • Udang ditangkap dengan menggunakan jaring pukan yang merusak ekosistem dasar laut di dekatnya, dan membawa tangkapan-sampingan (by-catch) antara lain penyu dan mamalia laut
  • Banyak juvenil udang yang tertangkap oleh nelayan, sehingga populasi udang semakin menurun akibat kurangnya regenerasi
  • Udang juga diternakkan dalam tambak, yang dibangun dengan menebang hutan bakau (mangrove) serta menggunakan bahan kimia yang buangannya dapat merusak ekosistem sekitarnya. Tanpa pohon bakau, garis pantai akan terkena erosi dan tempat perkembangbiakan alami ikan akan hilang
  • Hanya sedikit juvenil kerapu yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam akibat banyaknya predator termasuk manusia. Bahkan untuk jenis Kerapu Bebek, pengambilanya telah dilakukan sejak ukuran jari (fingerling) untuk ikan hias
  • Ikan karang seperti kakap, kerapu, baronang, ekor kuning, kambing-kambing dan butana, seringkali ditangkap dengan bahan peledak. Ledakan tersebut menghancurkan karang sampai puluhan tahun ke depan, dan kadangkala terumbu karang tidak mampu pulih
  • Ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna dan bobara/kue dapat dijadikanmakanan yang lezat dan mudah diolah

Anda dapat menggunakan petunjuk berikut ini saat memilih seafood. Bila memungkinkan, mintalah seafood yang masuk dalam daftar TERBAIK (hijau). Ada beragam seafood yang sehat dan bergizi.

Berhati-hatilah dan perhatikan saat Anda memilih seafood dari daftar PERTIMBANGKAN (kuning). Produk-produk ini seringkali dihasilkan dari cara penangkapan yang tidak lestari atau tidak ramah lingkungan, dan secara umum populasi ikan dalam kategori ini mulai menurun.

Hindarilah memesan seafood dari daftar HINDARI (merah). Seafood dalam daftar ini mengalami penurunan populasi yang serius di alam dan dalam proses penangkapannya sangat merusak dan memungkinkan terjadinya by-catch terhadap satwa langka atau dilindungi.