Perguruan Tinggi Terbuka Untuk Pelajar SMA dan SMK

UB menerima kunjungan SMKN 1 Ngawi dan SMA Tunas Luhur Paiton

UB menerima kunjungan SMKN 1 Ngawi dan SMA Tunas Luhur Paiton

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ngawi belum banyak yang masuk perguruan tinggi. Guru SMKN 1 Ngawi, Daryana, menyampaikan, terinspirasi dari salah seorang siswanya yang masuk Universitas Brawijaya (UB) setelah terpilih sebagai Duta Brawijaya, pihaknya menginginkan lebih banyak lagi siswanya yang bisa masuk perguruan tinggi. Setidaknya 45 siswanya diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 2014 ini. Tiga diantara mereka diterima di UB. Jumlah ini selalu meningkat setiap tahunnya, khususnya untuk perguruan tinggi di Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti ITS, Unesa, UM, UB, dan UGM.

“Dunia perguruan tinggi sudah terbuka untuk siswa SMK dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata dia. Menurutnya, SMA dan SMK adalah setara, tergantung pada kompetensi masing-masing. “Yang membedakan adalah kemampuan setiap siswanya,” ia menambahkan.

Wacana dunia perguruan tinggi sudah tidak asing bagi siswa SMK khususnya SMKN 1 ngawi. Selama ini, SMK selalu diidentikkan dengan dunia kerja. Namun sayangnya, dengan bekal ijazah SMK level kualifikasi mereka dinilai rendah. “Ini menjadi tantangan dan kewajiban untuk memfasilitasi anak didik agar bisa maju baik di perguruan tinggi maupun dunia kerja,” kata Daryana.

Pada kunjungannya ke UB, Rabu (28/8), Daryana membawa serta siswa kelas XII pada dua program studi yakni Teknik Elektronika Industri serta Teknologi Komputer dan Jaringan.

Diterima bersamaan dengan SMKN 1 Ngawi adalah SMA Tunas Luhur Paiton. Sekolah yang didirikan PT. YTL Jawa Timur dan PT. Jawa Power ini dalam kunjungannya mengajak siswa angkatan ketujuh mereka. Salah seorang guru, Rudi, menyampaikan bahwa kunjungan kali ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahim dan membina kerjasama dengan UB khususnya dalam penerimaan mahasiswa.

Didirikan delapan tahun silam, Rudi mengaku telah menempatkan siswanya pada berbagai perguruan tinggi mulai dari Universitas Indonesia Jakarta hingga Universitas Udayana di Bali. Namun, ia menandaskan UB tetap menjadi perguruan tinggi terfavorit bagi siswanya. Ini dibuktikan dari jumlah siswa yang diterima selalu tertinggi dibanding perguruan tinggi lain setiap tahunnya. Pernah menerima kunjungan Enny Yogi Sugito terkait Brawijaya Smart School (BSS), Rudi menganggap bahwa BSS merupakan sister school dari SMA Tunas Luhur Paiton.

Di gedung widyaloka, kunjungan kedua sekolah diterima Edy Suyanto, SH dari tim promosi Akademik UB. Kepada rombongan guru dan siswa, ia menjelaskan berbagai informasi terkait UB seperti program studi, beasiswa, serta fasilitas akademik dan non akademik.

Courtesy : Berita UB

Perguruan Tinggi Terbuka Untuk Pelajar SMA dan SMK

PIMNAS 27: Berkreasi dan Berinovasi Dalam Kebhinekaan

https://i2.wp.com/prasetya.ub.ac.id/files/berita_ub/penyerahan_piala_5820_20140827050258.jpg

Juara Umum Pimnas tahun lalu menyerahkan Piala Adhikarta Kertawidya

Pemukulan gong dan penyerahan Piala Adhikarta Kertawidya dari ITS kepada Wakil Mentri Kemdikbud menandai dimulainya perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 27 di Universitas Diponogoro (Undip), Selasa (26/8). Upacara  pembukaan yang digelar di Lapangan Widya Puraya ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Rektor Undip dan Pimpinan Universitas se Indonesia.

Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. selaku Wamen Kemdikbud menyampaikan agar hasil para juara PIMNAS untuk diikutkan pada kompetisi internasional agar lebih memberikan rasa percaya diri dan motivasi pada mahasiswa.

“Jadikan PIMNAS ini sebagai ajang berkompetisi dalam hal kreatifitas, ajang saling belajar dan memperluas networking,” ungkapnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo SH., mengapresiasi kegiatan PIMNAS ini sebagai sebuah pergerakan mahasiswa dalam hal tradisi ilmiah.

“Tunjukkan bahwa kalian adalah mahasiswa yang mempunyai gagasan yang global  dan berdampak positif dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D., selaku Rektor Undip menyampaikan kegiatan PIMNAS ini ada dua hal strategis yaitu sebagai ajang kompetisi dalam bidang kewirausahaan, penelitian,  teknologi, karsa cipta dan gagasan tertulis  sebagai barometer budaya akademik di lingkungan universitas serta sebagai wahana merajut kebersamaan dalam bingkai persatuan.

“Oleh karena itu tema PIMNAS tahun  ini adalah berkreasi dan berinovasi dalam kebhinekaan, diharapkan bisa memberikan warna pada segenap mahasiswa yang berbeda-beda bersatu dalam mewujudkan cipta, rasa dan karya untuk bangsa,” tuturnya.

Pembantu Rektor III  Undip Drs. Warsito, SU melaporkan pada PIMNAS 27 ini diikuti oleh 440 tim dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah dipilih dari total usulan proposal sebanyak 44754.

“Jumlah ini meningkat.dibandingkan tahun sebelumnya hal ini menandakan indikator kreatifitas akademik terus meningkat. PIMNAS 27 ini turut menghadirkan empat pakar dan 68 peneliti maupun praktisi untuk dijadikan juri,” pungkasnya.

Serba Online

Sistem dalam presentasi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) lima bidang setiap tahunnya terus diperbaiki, hal ini terlihat dari presensi peserta yang dilakukan secara online dengan menempelkan barcode yang ada pada name tag yang telah diberikan panitia.

Presentasi PKM terbagi dalam beberapa kelas dimana setiap kelas terdiri dari 20 tim. PKM Gagasan Tertulis ada satu, PKM Kewirausahaan terbagi dalam empat kelas, PKM Karsa Ciptanlima kelas, PKM Pengabdian Kepada Masyarakat empat kelas, PKM Penelitian enam kelas dan PKM teknologi dua kelas.

Courtesy : Berita UB

PIMNAS Ajang Silaturahim Ilmu Antar Mahasiswa

Technical Meeting PIMNAS 27

Technical Meeting PIMNAS 27

Kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional  Universitas Brawijaya ( PIMNAS UB) pada Senin (25/8) mulai melakukan aktifitas kegiatan PIMNAS 27. Kegiatan pertama adalah registrasi peserta. Registrasi dipusatkan di Gedung Prof. Sudarto Universitas Diponogoro (Undip).

Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP sebagai Ketua Kontingen PIMNAS UB menyampaikan kepada PRASETYA Online kegiatan registrasi ulang PIMNAS setiap tahunnya pasti sangat sibuk sehingga untuk menghindari hal itu setiap bus yang membawa peserta PIMNAS disediakan dua Liason Officer (LO) tersendiri.

“Hal ini untuk memudahkan proses pendaftaran dan koordinasi kepada semua peserta. Setiap bus juga ada ketua koordinator masing-masing” ujarnya.

Elok juga menyampaikan pada hari pertama ini akan banyak sekali kegiatan selain registrasi yaitu Technical Meeting (TM), Bazar, Persiapan Power Point, Pemasangan Poster PKM sampai kegiatan Welcome Dinner pada malam hari.

“Walaupun kegiatannya padat, tapi karena peserta sudah didampingi LO, maka akan diefektifkan setiap acara,” pungkasnya.

Dimas Rizky salah satu peserta Kontingen PIMNAS UB menyampaian kesan saat tiba di Undip.

“Kesannya sampai Undip itu semakin semangat karena melihat kontingen lain terlihat antusias sehingga saya dan tim lebih terpacu untuk mendapatkan juara,”ucapnya.

Pada saat TM Ketua Umum PIMNAS Bambang Sulistiyono menyampaikan ajang PIMNAS ini merupakan media silaturahim ilmu diantara mahasiswa seluruh Indonesia.

“Harapannya ide-ide yang ditawarkan mahasiswa dalam PIMNAS bisa ditindaklanjuti dengan diskusi lebih mendalam dengan para ahli,” pungkasnya.

From : Prasetya Online

UB Ciptakan Lulusan Berwawasan Entreprenuer

UB Adakan Wisuda Periode VIII 2013/2014 Pada Sabtu (16/8)
UB Adakan Wisuda Periode VIII 2013/2014 Pada Sabtu (16/8)

Sebagai perguruan tinggi terbesar dan berkualitas di Indonesia,Universitas Brawijaya (UB) membimbing para lulusannya agar siap bersaing di dunia kerja. Bimbingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk akademik tapi juga non akademik seperti entrepreneur atau wirausaha.

Universitas Brawijaya sangat mendukung upaya mahasiswa dalam menciptakan lapangan kerja. “Lebih baik menciptakan lapangan kerja dibandingkan mencari pekerjaan”. Demikian kalimat yang sering disampaikan Rektor kepada para alumni pada saat upacara pelepasan.

Upaya dan kerja keras yang selama ini dilakukan UB, mulai dari mengadakan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan mengikutsertakan mahasiswa pada ajang kompetisi nasional dan internasional ternyata membuahkan hasil.

Banyak dari mahasiswa mampu menciptakan inovasi-inovasi terbaru yang bersifat aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan tidak sedikit pula yang sudah mendaftarkan Paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk produknya.

Sebut saja, Alat Kontrol Bagi Supir Bus yang Nakal (LAKBAN) karya mahasiswa Fakultas Teknik UB yang lolos dalam kompetisi The 2nd International Innovation, Design and Articulation (i-IDeA2014) Malaysia, saat ini sedang dalam pengajuan proses Paten melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB. Sementara itu, Emergency Reporter on Underwear (ERROR ) karya mahasiswa FTP dan FT yang sudah lolos Program Kreativitas Mahasiswa DIKTI bidang Karsa Cipta (PKM-KC) diharapkan mampu mengurangi tingkat kekerasan yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) .

Tidak hanya mahasiswa yang mampu berkarya, beberapa waktu yang lalu tim laboratorium Bio sains UB juga berhasil menciptakan alat pendeteksi dini Diabetes Melitus (DM) bernama Kit Diagnostik (produk rapid test autoimmune) GAD 65. Kit Diagnostik merupakan salah satu produk unggulan Laboratorium Biosains UB hasil kerjasama dengan PT Biofarma Bandung yang siap di launching  tahun ini.   Produk tersebut berfungsi untuk deteksi dini bagi pasien  DM Tipe 1 berbasis Reverse flow Immuno chromatoghraphy: RAPID TEST Autoimmunue  Marker autoantibodi GAD65 yang merupakan kit diagnostik dini untuk penyakit diabetes.

Salah satu tim peneliti, Prof. Dr. Aulanniam, drh. DES mengatakan bahwa Kit Diagnostik yang siap dipasarkan mempunyai harga yang bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Selain membekali mahasiswa dengan kemampuan wirausaha , UB juga membantu lulusan lewat Job Placement Center (JPC). JPC UB akan membantu menyalurkan para alumni dan mempersiapkan alumni dalam menghadapi dunia kerja. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain dengan mengadakan Job Fair dan mengadakan pelatihan seperti training menulis lamaran kerja.

Memberikan bimbingan kewirausahaan dan membangun JPC merupakan upaya UB dalam mempersiapkan alumninya di masyarakat. Sesuai dengan kualifikasi perguruan tinggi atau program studi yang bagus itu lulusannya enam bulan sudah terpakai di masyarakat.

“Kita ini kan seperti pabrik, sehingga perguruan tinggi sekarang tidak hanya bertugas memproduksi aja. Setelah lulus kita tidak boleh membiarkan saja, maka kita harus menjual ke masyarakat. Kampus tidak hanya meluluskan tapi membantu mencari pekerjaan sehingga masa tunggu menjadi lebih cepat,”kata Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS.

Selain itu, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS dalam pidatonya dihadapan para wisudawan mengatakan bahwa lulusan diharapkan mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif dan inovatif, sebagai pelopor dan penggerak pembangunan.

“Untuk itu, saudara harus mempersiapkan diri dengan baik, agar kehadiran Saudara ditengah-tengah masyarakat dapat diterima dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang membangun ini,” katanya.

Dengan bekal IPTEK serta berbagai bekal kecakapan hidup yang diterima selama kuliah, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pembangunan, mengajak masyarakat untuk menatap hari esok yang lebih baik, yakni melalui ide-ide cemerlang untuk menggali potensi yang belum tertangani serta memecahkan berbagai permasalahan yang ada di negara kita.

“Inilah yang didambakan oleh UB yang menetapkan arah pengembangan dirinya menuju “Entrepreneurial University” yaitu suatu universitas yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Prof Bisri.

Pada Pelaksanaan Wisuda Program Vokasi, Sarjana , dan Pasca Sarjana Periode VIII Tahun Akademik 2013/2014, UB meluluskan sebanyak 1051 mahasiswa dengan nama-nama wisudawan Terbaik untuk setiap Program dan di Fakultas dengan kriteria IPK tertinggi dan lama studi tercepar, sebagai berikut: pertama, Program Sarjana: Ramadhanif Condro Wibowo, S.E. (FEB); Windy Permata Anggun, S.H. (FH); Achmad Khotim, S.AB. (FIA); Dwi Ratih A N, S.P (FP); Safitri, S.Pt (FPt); Paramita Dwi Putri Pranyata, S.T. (FT); dr. Christian Surya Eka Putra, S.Ked (FK); Erna Wijilestari, S.Pi (FPIK); Syarifa Elfira, S.Si (FMIPA); Nur Aulya F, S.TP (FTP); Yuventine Maya Diasmara, S.IP (FISIP); Izzatur Rahmaniyah, S.S (FIB); Samha Sholikhatin, S.Kom (PKH); Faldy Hildan Feizar, S.Kom (PTIIK). Pascasarjana Angky Wahyu Putranto, M.P dan Dr. Ir. Anis Rosyidah, MP. Program Pendidikan Vokasi Christian Dian, A.Md.

From : Prasetya Online

PENGUMUMAN PENCAIRAN BEASISWA PGN TAHAP II UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Diberitahukan kepada Penerima Beasiswa PGN (daftar nama klik disini) Universitas Brawijaya, dengan ini kami beritahukan Untuk Pencairan Beasiswa Tahap II dapat diambil pada :

HARI : MULAI HARI SELASA
TANGGAL : 05 AGUSTUS 2014
JAM : 09.00 – 15.00 WIB (JAM 12.00 – 13.00 ISTIRAHAT)
TEMPAT : BAGIAN KEMAHASISWAAN Lt. 3 GEDUNG REKTORAT UB
PERSYARATAN : – MEMBAWA FOTOKOPI KHS SEMESTER 5,6 (Angkatan 2011) DAN SEMESTER 7,8 (Angkatan 2010) YANG SUDAH DILEGALISIR
– MEMBAWA FOTOKOPI KTM DI BUBUHI NO.HP
– WAJIB MEMILIKI EMAIL STUDENTS.UB.AC.ID DAN BLOG STUDENT (BLOG.UB.AC.ID)

 

DEMIKIAN TERIMAKASIH

Ralat Jadwal Kegiatan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN Tahun 2014

PENGUMUMAN
Nomor: 3447/UN10/AK/2014

Ralat Jadwal Kegiatan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN Tahun 2014

Berdasarkan Pengumuman Nomor : 3370/UN10/AK/2014 tentang Penetapan UKT jalur SNMPTN, jadwal bagi mahasiswa baru yang telah mencetak Form 3 dan 4 (telah mendapatkan NIM) kegiatan Upacara Penerimaan dan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK Maba) UB diadakan perubahan sebagai berikut:

No Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Pakaian Ket
1. Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru & PKK Maba UB 1/2 September 2014 06.30 – 17.00 WIB. Lapangan Upacara Rektorat Universitas Brawijaya Lihat pada penugasan PKK Maba Tgl. 1 September 2014 Grup I :
Cluster 1 – 12Tgl. 2 September 2014 Grup II:
Cluster 13-24
(Grup I Libur)
2. PKK – MABA 3 s/d 4 September 2014 06.30 – 17.00 WIB. Fakultas Masing-masing Idem
3. Perkuliahan Semester Ganjil 2014/2015 8 September 2014 Sesuai jadwal Fakultas Masing-masing Bebas dan Rapi

  1. Pembagian Cluster Upacara lihat di Form 3, Penugasan PKK Maba akan diumumkan kemudian di http://www.selma.ub.ac.id
  2. Tidak ada kegiatan apapun di Universitas maupun Fakultas sebelum Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru, semua pengumuman resmi tentang mahasiswa baru akan dikeluarkan melalui web site resmi mahasiswa baru UB di http://www.selma.ub.ac.id

Malang, 18 Juli 2014
Rektor,

Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS
NIP. 195811261986091001

Mahasiswa FTP Ciptakan Detergen dari Getah Biduri

detergen

Penggunaan zat aktif surfaktan Alkil Benzena Sulfonat (ABS) dan Linear Alkil Sulfonat (LAS)  pada produk pembersih detergen diketahui menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup. Sebab zat tersebut adalah bahan aktif berbahaya yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat mencemari lingkungan khususnya air sungai dan bahkan menyebabkan kematian pada biota laut. Selain itu, kandungan ABS dan LAS pada deterjen juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan akibat residu cemaran yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan iritasi kulit.

Seiring pertumbuhan penduduk, pemakaian detergen akan terus meningkat yang berarti berpotensi memperparah pencemaran lingkungan. Inilah yang melatar belakangi kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Devy Setyana, M.Arham, Sugiyati Ningrum, Anggi Nurvianti dan Nur Oktavia Suci dibawah bimbingan Endrika Widyastuti S.pt. M.Sc. MP. dan Nur Ida Panca STP. MP.  menciptakan deterjen alami berbahan ekstrak getah biduri (Calotropis gigantae) dengan teknologi nano bernama “Bio-Nano Surf” pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P).

Dipaparkan ketua tim, Devy Setyana yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP FTP) angkatan 2010, ini kelompoknya sengaja memilih getah tanaman biduri karena memiliki kandungan saponin dan enzim protease yang mampu bertindak sebagai deterjen alami.

“Saponin adalah jenis glikosida yang dapat membentuk buih dalam air serta dapat mengangkat kotoran dan menurunkan tegangan air, sedangkan protease adalah enzim yang dapat merombak protein. Dengan demikian keberadaan enzim protease dapat membantu kinerja saponin dalam membersihkan noda karena kemampuannya dalam memecah protein yang merupakan salah satu komponen utama kotoran pakaian,” kata Devy menuturkan.

Devi menambahkan biduri merupakan tanaman lokal Indonesia yang ketersediaannya cukup melimpah. Tanaman ini termasuk mudah tumbuh dan tidak bersifat musiman tapi masih minim pemanfaatan. Bahkan sebagian masyarakat masih menganggap hama karena mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan gatal – gatal. Padahal dengan netralisasi menggunakan HCl pada konsentrasi aman sebesar 0,2–1% sebenarnya hal itu dapat diatasi sehingga kita bisa mengambil manfaat dari saponin dan protease yang dimilikinya,” jelasnya lebih lanjut.

Proses pembuatan deterjen alami ini menggunakan nanoteknologi sebagai suatu rekayasa molekuler yang mengubah partikel berskala nanometer. Nanoteknologi ini akan meningkatkan kemampuan deterjen untuk membersihkan noda. Hal ini dikarenakan makin kecil partikel akan makin memudahkan masuk ke serat kain terkecil. Selain itu partikel nano yang berukuran kecil juga akan meningkatkan daya degradasi deterjen sehingga lebih  mudah diurai oleh mikroorganisme.

Proses nanofikasi ini menggunakan freeze drying (mesin pengering beku pada suhu minus-red)  yang mampu mengecilkan partikel deterjen sampai 800 nanometer. Teknologi ini juga memungkinkan terbentuknya kristalisasi ekstrak getah biduri sehingga menjadi bubuk.

Setelah mengalami proses pengujiian yang dilakukan dengan mencuci noda coklat pada kain dengan perendaman 5 menit dan pengucekan 1 menit, terbukti deterjen alami berbahan getah biduri ini mampu menyamai kemampuan deterjen komersial. Selain itu dilakukan pula uji toksisitas dan nilai baku mutu limbah deterjan untuk menguji tingkat biodegradable (kemampuan terurai di alam-red) pada deterjen alami getah biduri. Terbukti nilai baku mutu limbah deterjen getah biduri lebih rendah dari batas maksimum ketetapan baku mutu limbah pada deterjen komersial sehingga lebih ramah lingkungan.

Saat ini hasil penelitian “Bio-Nano Surf”  sudah didaftarkan untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan akan diikutkan pada konverensi ilmiah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Selandia Baru.

Courtesy : Prasetya Ub

AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB

AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB
AKULUGU, Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu untuk Atasi Diabetes Mellitus Karya Mahasiswa UB

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tingkat bahayanya sangat tinggi. Diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia  atau peningkatan yang tidak normal kadar gula darah yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.  Oleh karena itu orang yang menderita diabetes mellitus diharuskan untuk mengontrol asupan gula dan harus melakukan pola hidup sehat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu mengkonsumsi makanan rendah gula atau yang mampu mengurangi dan mengontrol kadar gula dalam tubuh.

Dari masalah tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) dibawah bimbingan Prof. Dr. dr. M. Rasjad Indra, MS. berinisiatif membuat terapi dalam mengatasi Diabetes mellitus. Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian yang diadakan oleh DIKTI, mereka memanfaatkan kulit ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dalam mengatasi masalah Diabetes Mellitus.

Potensi dari kulit ubi jalar sangat melimpah karena produksi ubi jalar ungu di Indonesia menduduki peringkat ke-3 dunia. Berdasarkan hasil survei dari BPS tahun 2011 produksi ubi jalar ungu di Indonesia mencapai 2.172.437 Ton.  Selain itu industri pengolahan ubi jalar ungu juga tumbuh banyak di Indonesia. Namun sayangnya potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena pada industri pengolahan ubi jalar ungu, hanya umbinya saja yang dimanfaatkan.

lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK)
lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari Akbar Setyo Pambudi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) bersama Yani Rahmawati, Ajeng Nawangwulan, Nabillah Hisyam, Kinanti Mahmud Pradita yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK)

Saat ini limbah kulit ubi jalar ungu sering dianggap sebagai sampah dan masih belum dimanfaatkan secara maksimal di bidang medis. Padahal kulit ubi jalar ungu ini kaya akan senyawa antosianin yang berpotensi digunakan untuk terapi diabetes mellitus. Antosianin tersebut dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensivitas Insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Perlu diketahui bahwa antosianin adalah senyawa yang rawan rusak akibat proses termal. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan khusus agar dapat mempertahankan kandungan antosianin dalam kukit ubi ungu. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah mengekstraksi kulit ubi jalar ungu dengan Microwave Assisted Extraction (MAE). Ekstraksi dengan MAE memiliki keunggulan tersendiri yaitu mengekstrak senyawa yang labil terhadap panas, laju ekstraksi yang lebih tinggi dan waktu ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Sehingga dengan metode MAE senyawa antosianin pada kulit ubi jalar ungu dapat lebih dipertahankan dari kerusakan.

Dari studi in vivo yang telah mereka lakukan yaitu dengan cara menguji pemberian ektrak kulit ubi jalar ungu terhadap tikus yang dibuat diabetes, diperoleh hasil bahwa ekstrak kulit ubi jalar ungu dapat menurunkan gula darah secara signifikan serta mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Antosianin dapat memperbaiki kondisi peningkatan kadar gula darah dan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMP-activated protein kinase (AMPK).  Aktivasi ini diikuti oleh peningkatan ekspresi GLUT 4 yang kemudian dapat meningkatkan uptake glukosa ke dalam jaringan. Pada kasus ini perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kapan dan berapa lama AMPK dapat di aktifkan mengingat masih terbatas informasi yang tersedia.Adanya manfaat kulit ubi jalar ini maka tidak salah jika kita mengkonsumsinya untuk menjaga keseimbangan gula darah pada diabetes mellitus. Harapan dengan adanya hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi masalah Diabetes mellitus di Indonesia.

Prasetya UB

Kuliah Tamu Sharif C. Sutardjo : "Blue Economy dalam Pengembangan Perikanan dan Kelautan Indonesia"

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C. Sutardjo memberikan Kuliah Tamu pada Silaturahmi Himapikani Wilayah IV di UB

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C. Sutardjo memberikan Kuliah Tamu pada Silaturahmi Himapikani Wilayah IV di UB

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504. Berada pada posisi geo-strategis dengan kurang lebih 40% lalu lintas perdagangan barang dan jasa melintasi perairan Indonesia, dan bahkan 70% produksi minyak dan gas nasional berasal dari wilayah pesisir dan lautan Indonesia. Sumber daya hidrokarbon khususnya minyak dan gas yang tersedia di 60 titik cekungan juga masih cukup besar. Dengan potensi kelautan yang sangat besar, baik berupa Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan seperti perikanan maupun SDA tak terbarukan seperti mineral, minyak dan gas perlu adanya perbaikan maupun pengembangan sektor kelautan di Indonesia.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C. Sutardjo saat mengisi Kuliah Umum dalam rangka Silaturahmi Himpunan Mahasiswa Perikanan dan Kelautan (Himapikani) Wilayah IV bertemakan “Blue Economy dalam Pengembangan Perikanan dan Kelautan Indonesia” yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Minggu (8/6) yang juga dihadiri oleh Pembantu Rektor III UB Ir. H.R.B. Ainurrrasyid, MS.

Dalam kaitannya dengan pengembangan perikanan dan kelautan berbasis Blue Economy, Sharif memamarkan bahwa sitem ekonomi konvensional sudah tidak mampu menyerap konsep hakiki pembangunan berkelanjutan, terutama faktor keseimbangan antara manusia dan alam. “Dengan budaya eksploitatif serta keterbatasan sumber daya alam memunculkan perubahan paradigma dari sistem ekonomi konvensional ke Green Economy dimana sistem tersebut telah cukup mampu mendorong system envestasi low carbon, resource efficient, clean, waste minimizing and ecosystem enhancing activities, tetapi sistem ekonomi yang berlaku dilihat seperti adanya dan kurang menyentuh akar permasalahan. Blue economy merupakan pengkayaan green economy atau green economy yang disempurnakan. Dimana konsep blue economy mencontoh alam, bekerja sesuai dengan apa yang disediakan alam dengan efisien, tidak mengurangi tapi justru memperkaya alam”, bebernya.

Sharif juga mengungkapkan bahwa arah kebijakan pembangunan kelautan Indonesia tahun 2015 – 2019  yang sesuai dengan visi misi Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia yaitu pengembangan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat diantaranya adalah dengan pengembangan kawasan ekonomi kelautan dengan pendekatan blue economy.

Courtesy : Prasetya UB

Alat Pasteurisasi Jus dari FTP UB

AISI PRO (Automatic Juice Pasteurisation)

AISI PRO (Automatic Juice Pasteurisation)

Tingginya potensi buah di Indonesia tidak berbanding lurus dengan daya tahan beragam produk olahannya. Salah satu produk olahan buah yang mudah dan paling banyak peminatnya adalah jus atau sari buah. Namun pengolahan dengan cara yang sudah umum tidak dapat mempertahankan kesegaran jus buah. Inilah yang mendasari dibuatnya alat Automatice Juice Pasteurization (AISI PRO) oleh tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya.

Alat yang dirancang dan dibuat oleh Agung Heru Yatmo, Indrawan Cahyo Adileksono dan M.Bagus Widyatma ini menggunakan arus listrik untuk mengawetkan jus atau olahan sari buah. “AISI PRO berbasis Ohmic Heating, metode pemanasan menggunakan aliran listrik secara langsung. Untuk mencapai suhu 80 derajat hanya dibutuhkan waktu sekitar 64 detik”, ujarnya.

Menurut Agung, produk olahan jus tidak bisa disamakan. “Buah dengan kadar keasaman (Ph) dibawah 4 lebih mudah bercampur ragi dan jamur, pemanasannya butuh 60-80 detik. Sedang buah dengan Ph diatas 4 lebih tahan lama”, ujarnya.

AISI PRO adalah produk Program Kreatifitas Mahasiswa Karya Cipta. Dengan waktu pembuatan 2 bulan, alat ini mampu menjaga kandungan vitamin dalam jus tidak berkurang banyak atau bahkan hilang. “Dalam 100 ml jus manga, vitamin yang terkandung sekitar 6.59 mg, setelah dipanaskan masih menyimpan 6,48 mg”,ujar Agung. Melalui alat ini, Agung berharap dapat mengurangi penggunaan pengawet dan meningkatkan daya simpan olahan jus buah.

Courtesy : Prasetya Online

Tiga Mahasiswa FPIK Gagas Nusantara Park Undewater di Pulau Sebatik

Tim FPIK UB raih Juara Tiga setelah tawarkan Nusantara Park Underwater
Tim FPIK UB raih Juara Tiga setelah tawarkan Nusantara Park Underwater

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi pariwisata yang besar untuk dikembangkan. Salah satu pulau yang memiliki potensi tersebut adalah Pulau Sebatik yang berada di daerah perbatasan.

“Selama ini Pulau Sebatik lebih difokuskan pada kegiatan perdagangan, padahal ada potensi pariwisata yang besar untuk dikembangakan yaitu pariwisata bawah laut berbasis bio rock,” ungkap Euis Zulfiaty kepada PRASETYA Online.

Euis berserta  dua temannya, Citra Nilam Cahya dan Siti Aniqatul Munamaze mendapatkan penghargaan Juara Ketiga atas konsep yang ditawarkan pada Lomba Karya Tulis Nasional Psp Competition 2014 Universitas Hasanuddin pada Senin (28/5).

“Kami menggagas konsep pariwisata bawah laut dibantu pembimbing kami yaitu Ir. Sukandar, MP bertema Nusantara Park Undewater Wisata Bahari Berbasis Bio Rock Sistem dengan Ikon-Ikon Nusantara di Pulau Sebatik di Kalimantan Timur Guna Penguatan Kawasan Perbatasan,” jelasnya.

Konsep Bio Rock ini akan diterapkan di sekitar pulau sebatik dengan membentuk terumbu karang menjadi ikon-ikon bangunan nusantara seperti candi borobudur, prambanan, tugu monas dan ikon bangunan lain. Harapannya dengan adanya konsep ini selain menjadikan Sebatik sebagai pariwisata juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar.

Courtesy : Prasetya UB