Inilah Gaji CEO Baru BlackBerry

CEO-BlackBerry-John-Chen

Bagi seorang bernama John Chen, menjadi CEO sementara BlackBerry saat ini merupakan pekerjaan paling menantang karena ia harus mengembalikan kejayaan BlackBerry. Di tengah tantangan tersebut, ia juga mendapatkan upah yang terbilang besar.

Menurut dokumen yang diajukan BlackBerry kepada Securities and Exchange Commision Amerika Serikat (AS), tercatat bahwa Chen menerima gaji tahunan sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,5 miliar, bersama dengan bonus kinerja sebesar 2 juta dollar AS atau Rp 22,9 miliar. Bukan hanya itu, BlackBerry juga memberi 13 juta lembar saham kepada Chen senilai 85 juta dollar AS atau Rp 974 miliar untuk 5 tahun ke depan.

Dalam dokumen juga terdapat perjanjian, jika Chen diberhentikan tanpa sebab, ia akan menerima pesangon pemutusan kerja sebesar 6 juta dollar AS atau Rp 68,7 miliar. Nilai tersebut merupakan paket kompensasi besar-besaran, terutama bagi BlackBerry, yang baru saja melakukan restrukturisasi dengan memangkas 4.500 karyawan atau 40 persen dari total karyawan secara global.

Chen ditunjuk sebagai CEO sementara BlackBerry setelah perusahaan membatalkan rencana menjual diri. BlackBerry tidak mengungkap berapa lama Chen akan bekerja sebagai CEO. Namun, pria asal Hongkong yang bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1973 ini punya kisah sukses membangun kembali perusahaan perangkat lunak database komputer bernama Sybase. Sebelumnya, Sybase berada dalam krisis. Mereka membukukan kerugian usaha sebesar 98 juta dollar AS.

Setelah Chen masuk sebagai CEO Sybase pada November 1998, ia berusaha meningkatkan neraca dan laba. Di bawah kepemimpinan Chen, Sybase membuat produk baru berupa perangkat lunak analisis dan mobilitas yang menargetkan pasar negara berkembang. Sybase mencapai kinerja keuangan yang kuat sampai akhirnya pada 2010 dijual ke perusahaan perangkat lunak SAP asal Jerman sebesar 5,8 miliar dollar AS. Di BlackBerry, pria berusia 58 tahun ini berjanji untuk membangun kembali bisnis BlackBerry. Ia menolak memberi detail strategi yang akan dilakukan.

“Setelah kami melihat John Chen, kami harus bekerja memastikan agar bisa menarik dia ke perusahaan,” kata Prem Watsa, CEO Fairfax Financial Holdings, yang merupakan pemegang saham terbesar di BlackBerry.

Courtesy : KOMPAS

Advertisements

10 Gubernur Gaji Tertinggi : Jokowi Teratas, Riau Terbuncit

Jokowi

LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis data pendapatn yang diterima gubernur dan wakil gubernur (wagub) dalam sebulan. Ada 10 gubernur dan wagub dengan penghasilan tertinggi.

“Paling tinggi penghasilannya tentu DKI Jakarta, karena pendapatan asli daerahnya (PAD) paling besar. Riau menempati posisi ke 10 gubernur penghasilan tertinggi,” ujar Knowledge Manager Fitra Hadi Prayitno, di Bakoel Coffee, Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Penghasilan gubernur dan wagub yang besar, lanjut Hadi, ternyata datang dari gaji pokok yang dilipatgandakan. Hal itu sesuai PP Nomor 69 Tahun 2010, dan tunjangan operasional berdasarkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sesuai PP no 109 Tahun 2000.

“Itu berdasarkan APBD 2013 yang masih berjalan,” imbuhnya. Berikut penghasilan 10 gubernur dan wakil gubernur:

1. DKI Jakarta
Gubernur: Rp 1.759.303.048
Wakil Gubernur: Rp 1.740.823.048

2. Jawa Barat
Gubernur: Rp 710.026.578
Wakil Gubernur: Rp 691.546.578

3. Jawa Timur
Gubernur: Rp 670.843.873
Wakil Gubernur: Rp 655.723.873

4. Jawa Tengah
Gubernur: Rp 489.701.560
Wakil Gubernur: Rp 474.581.560

5. Kalimantan Timur
Gubernur: Rp 395.644.500
Wakil Gubernur: Rp 380.524.500

6. Sumatera Utara
Gubernur: Rp 376.185.564
Wakil Gubernur: Rp 361.065.564

7. Banten
Gubernur: Rp 299.222.125
Wakil Gubernur: Rp 284.102.125

8. Kalimantan Selatan
Gubernur: Rp 239.185.623
Wakil Gubernur: Rp 225.745.623

9. Sulawesi Selatan
Gubernur: Rp 228.940.362
Wakil Gubernur: Rp 215.500.362

10. Riau
Gubernur: Rp 217.271.662
Wakil Gubenur: Rp 203.831.662

Courtesy : Liputan6

Kuliah Vs Kerja

Kuliah atau kerja yang duluan menjadi pertanyaan yang sering kali terlontar dari tamatan SMA dan sederajat, Mau kuliah dulu atau kerja dulu, keduanya tidak ada yang salah. Semua keputusan benar asalkan dijalankan dengan penuh hati. Keputusan yang diambil (kuliah atau kerja) bisa menjadi sebuah kesalahan kalau kita tak ikhlas menjalaninya.Berikut adalah kelebihan dan kekurang masing-masing dari kuliah dan bekerja ;

  1. Kuliah
    Ini yang paling lazim dilakukan banyak orang; setelah lulus SMA langsung melanjutkan kuliah, asalkan tak terbentur biaya biasanya mereka langsung mendaftar di PTN atau PTS favoritnya. Dan berikut adalah keuntungannya;

Lingkungan belajar yang kondusif; kampus adalah tempat yang cocok untuk belajar segala hal dari teori hingga praktek dan kita tak perlu takut untuk bereksperimen dengan apapun. Berbeda dengan lingkungan kantor(kerja) dimana kita dituntun untuk tidak melakukan kesalahan.

Modal Ijazah; setelah kurang lebih 4 tahun kuliah maka kita akan mendapatkan teori perkuliahan dan yang terpenting adalah ijazah. Dengan ijazah maka kemampuan kita diakui oleh negara, selain itu ijazah masih menjadi patokan rata-rata perusahaan dalam merekrut karyawan baru dibandingkan pengalaman kerja.

Berjejaring sosial; Dengan lingkungan kampus yang di dalamnya terdapat banyak orang dan waktu kuliah yang lebih sedikit dibandingkan saat bekerja(8 jam sehari) maka kita lebih mudah membangun jaringan pertemanan dibanding bila sudah bekerja kantoran.

  1. Kerja
    Berbeda jika kita memulai dengan kerja terlebih dulu baru kuliah, biasanya hal ini dilakukan secara simultan; bekerja untuk membiayai kuliah sehingga saat lulus, selain ijazah kita pun sudah mendapat pengalaman kerja. Beberapa keuntungan bila bekerja adalah:Belajar dari pengalaman; bekerja bisa dibilang membuktikan teori yang kita pelajari di kuliah, tanpa mempelajari teori mungkin kita akan lebih sulit dalam bekerja namun itu bukanlah sebuah kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik.Pengalaman kerja; sudah tentu bekerja memberikan pengalaman berbeda yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding mereka yang masih duduk dibangku kuliah. Mendapatkan pengalaman kerja, artinya selangkah lebih maju dibandingkan mahasiswa lainnya.Jenjang karir; setiap orang memulai jenjang karirnya dari bawah lalu perlahan naik. Bila kita memulai meniti karir lebih awal maka harusnya kita dapat mencapai jenjang atas lebih dulu dibandingkan orang lain. Berbeda dengan lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja, biasanya mereka mesti meniti dari bawah.

Apapun pilihanmu; bekerja baru kuliah atau kuliah lalu bekerja, semua baik untuk dilakukan. Karena kesuksesan tidak melulu datang dari bangku sekolah dan ingat pula bahwa hanya sedikit orang yang putus sekolah atau tidak kuliah lalu sukses di dunia.

Bill Gates memang putus kuliah, Bob Sadino juga tidak selesaikan sekolahnya tapi mereka gigih berjuang untuk ‘membalas’ kekurangan mereka di bangku sekolah/kuliah dan akhirnya pun mereka sama bahkan lebih baik dari orang yang sekolah/lulus kuliah.

Intinya adalah kuliah untuk menunjang pekerjaan yang lebih baik, sedangkan bekerja untuk membiayai kuliah untuk tingkat lanjut. Namu jika pandai membagi waktu Bagusnya  itu kuliah sambil kerja. Karena jika misal lulusan sma bekerja sambil kuliah D3, maka ketika lulus D3, normalnya otomatis kantor memberi promosi jabatan alias naik jabatan. Dan seterusnya S1 ( naik jabatan lagi ), namun tetap saat bekerja kuliah tidak dinomorduakan meski kerja jadi prioritas.

Courtesy : loker.web.id

Tips Saat Interview

Tips Interview

1. Konfirmasikan waktu dan tempat interview sehari sebelumnya. Setelah konfirmasi diperoleh, anda dapat mengatur waktu untuk besok, misalnya memperkirakan jumlah waktu dan jarak yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan menggunakan apa, kemungkinan macet, dsb.

2. Pakai pakaian formal Penampilan dan tingkah laku anda akan diperhitungkan oleh interviewer, jadi jangan lupa mengenakan setelan jas terbaik yang anda punya. Tunjukkan rasa percaya diri lewat eye contact, jabatan tangan yang erat, dan sesekali senyum.

3. Temukan informasi tentang calon pemberi kerja Informasi yang ingin anda dapatkan diantaranya sifat interview; one-on-one atau panel interview? Perlukah membawa contoh hasil kerja anda? Jika ada tes/ ujian, bagaimana bentuknya? Informasi berikutnya yang harus anda punya adalah informasi tentang perusahaan, mungkin dari promotional brochure/ booklet atau lebih baik lagi dari seseorang yang bekerja di perusahaan tersebut.

4. Antisipasi pertanyaan lewat persiapan. Pertanyaan biasanya diambil dari kategori personality anda, sejarah kerja anda, pengalaman dan keahlian khusus, perusahaan dan pekerjaan. Interviewer akan mencoba memahami personality anda; Apa alasan anda meninggalkan pekerjaan anda? Apa yang anda ketahui tentang perusahaan mereka dan apakah anda yakin mampu memenuhi requirement pekerjaan yang anda incar? Posisikan diri anda sebagai interviewer, apa yang akan anda tanyakan? Diskusikan jawaban anda dengan teman.

5. Jangan takut-takut. Tegaskan pendirian anda Seorang interviewer bisa mewawancarai puluhan pelamar kerja setiap harinya. Yang akan dia ingat adalah pelamar yang stand out dan bisa menyampaikan pendapat dan pendiriannya secara menarik. Maka sebaiknya anda meluangkan waktu terlebih dulu untuk menuliskan poin yang menjadi kekuatan dan keterampilan serta prestasi anda, supaya anda lebih siap ketika mempresentasikan diri anda di depan calon employer.

6. Bersiaplah karena mereka mungkin akan bertanya lebih banyak. Pastikan jawaban anda fleksibel dan dapat dikembangkan. CV/ Resume anda kemungkinan besar sudah menyediakan jawaban yang mereka butuhkan, namun mereka akan tetap bertanya untuk menguji kemampuan anda dalam berkomunikasi. Ketika menjelaskan jawaban anda, pastikan jangan sampai terlalu panjang atau menyimpang dari konteks pertanyaan.

7. Lakukan latihan sebelum presentasi. Jika anda diminta untuk mempresentasikan materi anda, jaga contentnya agar tetap sederhana namun tegas. Jangan terlalu cepat selesai atau terlalu panjang dalam memberikan jawaban. Meluangkan waktu untuk berlatih di depan cermin akan membantu timing anda ketika menjabarkan jawaban.

8. Tanyakan yang perlu dan pertimbangkan jawaban mereka. Biasanya di akhir interview anda akan diberikan kesempatan untuk bertanya. Jangan tiba-tiba membombardir mereka dengan pertanyaan-pertanyaan, namun jangan pula menjawab tidak ada. Karena saat itu merupakan kesempatan anda untuk mendengar jawaban langsung tentang, misalnya, program pelatihan terkait pekerjaan yang anda inginkan atau kesempatan berkarir.

9. Bawa catatan kecil. Jangan malu-malu untuk menulis jawaban yang diberikan interviewer karena selain terlihat profesional, catatan tersebut mungkin berguna ketika anda dipanggil lagi. Catatan itu juga akan membantu anda mengambil keputusan ketika anda mendapatkan beberapa tawaran kerja.

10. Lakukan follow-up setelah interview selesai. Ketika anda hendak meninggalkan ruangan interview, jangan lupakan eye contact dan senyum. Jika anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, kirimkan surat dalam waktu 24 jam yang menyatakan minat anda tersebut. Dalam perjalan pulang, sempatkan untuk menulis draft surat tersebut dengan memanfaatkan catatan dan memori anda selagi masih segar. Dengan mengirimkan follow-up letter secepat mungkin akan menunjukkan minat dan kesungguhan anda dan dapat memberikan nilai tambah sendiri di mata interviewer.

Courtesy : loker.web.id

Berapa Gaji yang “Harus” Saya Minta?

Berapa Gaji yang Harus Saya Minta? Bagian yang paling merepotkan dalam proses wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan mengenai gaji yang diminta. Banyak orang merasa “serba salah”, menyebut angka yang terlalu rendah takut dianggap kualitas juga rendah, menyebut angka terlalu tinggi, khawatir perusahaan tidak mampu membayar sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak jadi diterima. Saran yang sering terdengar, sebutlah angka yang standar. Ini juga tak kalah ribetnya: yang standar itu seberapa? Belum lagi kesan yang muncul bahwa orang yang menjawab sesuai standar berarti tidak memahami keunggulan dirinya. Bukan Tabu Saat ini, negosiasi mengenai gaji tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun Anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Lakukan survei terlebih dahulu, sampai sejauh yang bisa Anda lakukan.Survei

Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa memperoleh data yang diinginkan, carilah informasi mengenai gaji dari pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya, tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala.

Tiga Faktor

Perlu diingat, pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai (gaji) yang sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut, dan harga pasar. Cari tahu juga, apakah gaji tersebut merupakan harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.

Tentukan BATNA Anda

Apa itu? Best Alternative to a Negotiated Agreement. Caranya:

Pertama, cek diri sendiri, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas atau hal lain. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survei Anda. Seandainya hasil survei Anda menemukan bahwa standar di luar sana jauh lebih besar, katakanlah 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung mengajukan angka. Dan, hasil survei yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya.

Persepsi Perusahaan

Kedua, ingat selalu: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda antara lain ditentukan oleh seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi, mereka bisa saja melihat Anda sebagai seseorang yang sedang mencari “peruntungan” dengan meminta gaji lebih tinggi. Efektifnya adalah “win-win”: Anda bisa menentukan nilai tengah dari jangkauan 10%-50% (sekitar 30%-35%). Dan, inilah cara Anda menentukan BATNA: tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom-line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Artinya, Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permitaan Anda.

Tips Lanjutan (1)

Jadi, “Berapa gaji yang Anda minta?” Rahasianya bukan pada angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Misalnya, “Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp…, tapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat CV saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standar perusahaan ini, jadi saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan kepada saya.”

Tips Lanjutan (2)

Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Katakanlah, misalnya, “Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan saya sebelum menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya.”

Kesimpulan

Jadi: lakukan survei, tentukan BATNA, bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan ungkapkan pada saat yang tepat!

Courtesy : portalhr.com