UB Kembali Kerjasama Dengan KPK

UB Kembali Kerjasama Dengan KPK
UB Kembali Kerjasama Dengan KPK

Universitas Brawijaya kembali bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam tiga bidang, yaitu perpustakaan, jurnal, dan Pusat Kajian Pemberantasan Korupsi. Pertemuan dilakukan di Gedung Kantor Pusat UB lantai 7, Rabu (16/7).

Dalam bidang perpustakaan, Nanang mengatakan akan bekerjasama dalam bentuk  portal berbasis web terkait publikasi lokal. Publikasi lokal yang dimaksudkan berupa penelitian dosen, mahasiswa, dan karya ilmiah yang akan dikoneksikan pada website KPK.

“Pada portal website kami akan ditambahkan publikasi lokal yang nanti di hyperlink kan ke perpustakaan Universitas Brawijaya. Untuk publikasi tergantung kebijakan perpustakaan UB, apakah mau berbentuk full text atau abstract,”kata Humas KPK Yuyuk Andriyati.

Terkait jurnal, Nanang mengatakan bahwa selama ini banyak ditanya sejumlah dosen terkait jurnal KPK .

“Dalam hal publikasi jurnal-jurnal tentunya KPK harus bekerjasama dengan perguruan tinggi bagaimana membangun jurnal,”kata Nanang.

Selain ingin membuat jurnal dan mengupload karya ilmiah dosen dan mahasiswa, KPK juga akan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk membangun Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat).

Dikatakan oleh Rektor UB, bahwa kedepan Pukat akan berada di bawah LP3 UB sama seperti pusat kajian yang selama ini telah ada.

Sementara itu, diskusi kerjasama yang dilakukan antara UB dan KPK dihadiri oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS dan PR II Warkum Sumitro, SH., Kepala UB Press Dr. Jazim Hamidi, SH., MH, Nanang Farid Syam pejabat KPK, dan Humas KPK Yuyuk Andriyati.

Pada tahun 2007, UB telah melakukan kesepakatan bersama dengan KPK dalam tiga bidang, yaitu pendidikan anti korupsi, kampanye, dan pengkajian.

Courtesy : Prasetya UB

Potensi Negara Amerika Selatan Dan Karibia

101213_ub-kemenlu_3738_20131211104129

(Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito)

Pada Selasa (10/12) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan diskusi. Kegiatan bertemakan “Potensi dan Peluang Kerjasama Indonesia dengan Negara-Negara Amerika Selatan dan Karibia”.

Diskusi dilaksanakan di Hotel Atria Malang dengan dihadiri oleh Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, perwakilan dari kemnterian Luar negeri Kuba, Perwakilan dari Kemenlu RI untuk Negara Amerika Selatan dan Karibia Musthofa Taufik Abdul Latif dan perwakilan dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Dalam sambutannya Yogi menyampaikan bahwa sudah saatnya Indonesia mulai merintis kerjasama dengan negara di Amerika Selatan dan Karibia. Karena memiliki banyak persamaan. Yang lebih penting lagi adalah sebagai negara yang sama-sama dalam taraf negara berkembang.

Kerjasama dapat dilaksanakan dalam segi penelitian dalam berbagai bidang, kemudian kerjasama perdagangan, pertukaran tenaga ahli maupun pertukaran tenaga kerja. Dari segi geografis negara di Amerika Selatan memiliki kesamaan geografis. Negara Amerika Selatan merupakan daerah tropis, memiliki tanah yang subur, dan masih banyak lagi potensi yang identik dengan Indonesia.

“Sudah saatnya Indonesia memulai kerjasama dengan negara di Amerika Selatan. Selain bekerjasama dengan negara Maju, Indonesia juga perlu menjalin kerjasama negara berkembang. Terlebih kita memiliki banya kesamaan dengan negara di sana. Sama-sama sebagai negara berkembang, punya tanah yang subur, beriklim tropis dan masih banyak lag. Kita perlu menjalin kerjasama dalam bidang penelitian, perdagangan, agiindustri, pertukaran tenaga ahli, tenaga kerja dan masih banyak lagi diberbagai bidang yang berpotensi,” terang Yogi.

Courtesy : Prasetya Online