Orang Indonesia Malas Berjalan Kaki, Benarkah ?

macet-pagi130510a

Liputan6.com : Pernahkah Anda lebih senang memilih naik ojek atau angkutan umum walaupun sebenarnya hanya berjalan ratusan meter saja sudah sampai? Apa ini karena rasa malas atau ada satu hal tertentu?

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto, SpKO, menjelaskan, apakah orang Indonesia cenderung malas, jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Ada beberapa penyebab yang membuat orang Indonesia `malas berjalan`. Apa saja?

“Kalau misalnya iya (malas berjalan), itu karena tidak terbiasa jalan atau fasilitas berjalan tidak ada,” kata dr Michael Senin (9/12/2013).

Berikut beberapa hal yang membuat orang malas berjalan menurut dr Michael:

1. Tak ada kesejukan saat orang berjalan

Padahal, ini bisa mendukung orang berjalan.”Kayak daya tarik untuk berjalan. Kalau sekarang sudah dibuat taman, yang mau nggak mau orang mau berjalan,” ujarnya.

2. Sisi keamanan

Orang jadi malas berjalan karena baru sedikit jalan sudah ditodong atau dipalak.

3. Ada kemudahan yang diberikan

Ada berbagai pilihan kemudahan seperti ojek, bajaj, atau kendaraan lain yang cukup dengan ujung jari seseorang bisa menumpanginya.

4. Teknologi memanjakan

Teknologi yang canggih membuat orang dihadapkan kemudahan sehingga jarang berjalan. Misalnya saja remote, mobil, dan golf car.

Advertisements

Sering Ngantuk Saat Belajar ?

Tidur-Siang

“Serangan” kantuk seringkali datang saat kita tengah konsentrasi belajar. Mungkin tak sedikit di antara Anda yang pernah mengalaminya. Tak hanya saat belajar, rasa kantuk juga sering datang tanpa diundang saat tengah bekerja, membaca, atau mengemudi.

Rasa kantuk yang menyerang bisa jadi “musuh” besar bagi mereka yang memiliki target untuk mencapai suatu keinginan. Beberapa pelajar dan mahasiswa mengaku tidak dapat mencapai target yang diinginkan dalam belajar. Salah satunya karena kantuk yang seringkali datang saat belajar.

“Nafas cuci aura dapat menunda kantuk selama tiga jam,” ungkap Linda Saptadji, Psikolog Yayasan Anak Indonesia Suka Membaca, di Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Nah, bagaimana metode pernafasan yang bisa menunda kantuk ini? Selain menghalau kantuk, metode ini juga bisa mengurangi nyeri akibat sakit kepala. Yuk, disimak!

1. Duduklah dengan posisi sembilan puluh derajat dan letakkan telapak tangan di atas paha untuk mencapai relaksasi. Tarik nafas dalam-dalam kemudian embuskan secara perlahan. Ulangi sampai tiga kali.

2. Masih dalam keadaan duduk dengan posisi sempurna, tutup lubang hidung sebelah kanan dengan menggunakan telunjuk, lalu ambil nafas dalam-dalam melalui lubang hidung sebelah kiri. Setelah menghirup udara dalam-dalam, tutup lubang hidung sebelah kiri dengan telunjuk dan embuskan pelan-pelan melalui lubang hidung sebelah kanan. Ulangi tiga kali.

3. Usap tangan beberapa kali hingga menimbulkan energi panas akibat gerakan kinetik, dan basuhlah tangan tersebut ke wajah anda. Anda akan merasakan kesegaran dan mampu beraktifitas selama tiga jam kedepan.

Selamat mencoba!!!

Courtesy : Kompas Edukasi