Tiga SMA Kunjungi UB

SMAN 2 Jombang dan SMAN Bareng Jombang
SMAN 2 Jombang dan SMAN Bareng Jombang

Tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) kunjungi Universitas Brawijaya (UB), Senin (16/12). Mereka adalah SMA Negeri 2 Jombang, SMA Negeri Bareng Jombang, dan SMA Negeri 1 Metro Lampung. Rombongan diterima oleh Edy Suyanto dari Tim Promosi dan Sosialisasi di Gedung Widyaloka UB.

Kepala Sekolah SMAN 2 Jombang Joko Susilo menyampaikan tujuan mereka mengunjungi UB untuk memotivasi para siswa agar berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melanjutkan pendidikan ke kampus ini.

“Dua tahun lalu 78 siswa kami diterima di UB, dan tahun lalu menurun menjadi 53 siswa, saya harap tahun depan akan menjadi lebih banyak lagi yang diterima di UB,” ujarnya.

Joko Susilo didampingi 8 guru membawa 82 siswa, sedangkan rombongan dari SMAN Bareng terdiri dari 168 siswa, dan SMAN 1 Metro membawa delapan guru dan 87 siswa. Semua siswa dari kelas sebelas IPA dan IPS.

Berbagai informasi mengenai UB disampaikan Edy, diantaranya program studi, jalur seleksi masuk, komponen biaya pendidikan, dan beasiswa yang ditawarkan.

Edy berpesan kepada para siswa agar saat melakukan pendaftaran jalur SNMPTN tidak berkelompok. “Jangan ikut-ikutan teman lalu bersama-sama pilih program studi yang sama, karena resikonya beberapa diantaranya tidak akan diterima,” ucapnya.

SMAN 1 Metro Lampung
SMAN 1 Metro Lampung

Pada kesempatan ini hadir para alumnus tiga sekolah tersebut yang telah menjadi mahasiswa UB. Salah satu wakil alumni SMAN Bareng Ulfa Purwaningsih memotivasi seluruh siswa agar yakin bahwa meskipun SMA mereka terletak di bawah kaki gunung, mereka bisa berprestasi dan tidak kalah dengan yang bersekolah di kota.

“Dua tahun lalu saya masih duduk di kursi yang kalian duduki sekarang, berkat bimbingan Bapak Ibu Guru saya bisa diterima di UB dan bisa berprestasi disini,” ujar mahasiswi semester 5 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang mempunyai IPK Cumlaude ini.

Ulfa baru saja memenangkan medali emas pada ajang CIQIF 2013 di Seoul, Korea Selatan. Di akhir acara ia berkata, hidup adalah perjuangan yang harus dimenangkan tantangan yg harus dihadapi, anugerah Tuhan yang harus disyukuri.

“Bukan karena hari ini indah maka kita bahagia, tapi karena kita bahagia maka hari kita akan menjadi indah. Kuatkan pikiran, beranilah bermimpi besar, kuatkan hati, jangan mudah menyerah, apapun impian kalian sertakanlah Tuhan didalamnya,” pungkasnya.

Courtesy : Prasetya Online

Advertisements

Program Studi dengan Persaingan Paling Ketat di SNMPTN 2013

logo-snmptn

Sebanyak 133.604 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 di 61 PTN di seluruh nusantara. Panitia SNMPTN mencatat program studi yang menunjukkan persaingan paling ketat di setiap perguruan tinggi negeri.

Catatan persaingan paling ketat tercatat dalam contoh tabel rasio keketatan yang disampaikan Panitia SNMPTN 2013, Senin (27/5/2013). Dalam keterangan pers tersebut, Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan, catatan ini menunjukkan fakultas-fakultas yang memiliki banyak peminat.

Berikut catatan keketatan persaingan di program studi di sejumlah PTN dengan format “nama universitas: program studi sainstek (tingkat keketatan dalam persen)/program studi soshum (tingkat keketatan dalam persen)”.

Universitas Sumatera Utara: IPA – Ilmu Komputer (1,30)/ IPS – Manajemen (1,69)

Universitas Andalas: IPA – Sistem Komputer (1,32)/ IPS – Manajemen (1,21)

Universitas Sriwijaya: IPA – Farmasi (1,15)/ IPS – Pendidikan Guru SD (1,45)

Universitas Indonesia: IPA – Teknik Komputer (1,31)/ IPS – Ilmu Hubungan Internasional (0,72)

Institut Pertanian Bogor: IPA – Ilmu Gizi (1,24)

Institut Teknologi Bandung: IPA – Teknik Pertambangan dan Perminyakan (3,15)/ IPS – Sekolah Bisnis dan Manajemen (2,58)

Universitas Padjadjaran: IPA – Teknik Informatika (0,61)/ IPS – Manajemen (0,80)

Universitas Diponegoro: IPA – Teknik Informatika (1,33)/ IPS – Manajemen (1,82)

Universitas Gadjah Mada: IPA – Teknologi Informasi (0,85)/ IPS – Manajemen (0,79)

Institut Teknologi Sepuluh November: IPA – Teknik Multimedia dan Jaringan (1,29)

Universitas Airlangga: IPA – Pendidikan Kebidanan (1,06)/ IPS – Ilmu Komunikasi (1,78)

Universitas Brawijaya: IPA – Ilmu Keperawatan (1,01)/ IPS – Manajemen (1,82)

Universitas Udayana: IPA – Farmasi (1,47)/ IPS – Hubungan Internasional (2,71)

Universitas Mataram: IPA – Pendidikan Dokter (1,63)/ IPS – Pendidikan Guru SD (2,33)

Universitas Mulawarman: IPA – Pendidikan Dokter (2,25)/ IPS – Sastra Inggris (7,59)

Universitas Hasanuddin: IPA – Teknik Pertambangan (1,03)/ IPS – Manajemen (1,00)

Universitas Sam Ratulangi: IPA – Ilmu Keperawatan (2,87)/ IPS – Ilmu Sejarah (9,09)

Universitas Haluoleo: IPA – Farmasi (4,76)/ IPS – Pendidikan Guru SD S-1 (9,28)

Universitas Pattimura: IPA – Pendidikan Dokter (3,98)/ IPS – Akuntansi (13,48)

Universitas Cenderawasih: IPA – Farmasi (4,33)/ IPS – Pendidikan Bahasa Inggris (10,81)

Courtesy : TP Unesa

Karakter Siswa Dilihat dari Posisi Tempat Duduk di Kelas

dalam-kelas

Duduk di depan, tengah atau belakang di kelas memang menjadi pilihan. Hal itu mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian siswa. Namun, posisi ternyata menentukan prestasi. Salah satu pengaruh yang paling besar dirasakan adalah mood dan niat kita mengikuti pelajaran.

Pelajari dulu nih, peta posisi bangku berikut karakternya berikut ini:

Wilayah Depan – Ahli Strategi

Wilayah ini bisa dibilang tempat siswa yang jago berstrategi. Ada dua ahli strategi di posisi ini. Pertama, strategi untuk kebaikan. Mereka ini tampil jadi siswa yang selalu ingin fokus belajar. Karakter mereka biasanya akrab dengan guru, sering berkomunikasi dengan guru, bahkan nggak jarang jadi “asisten pribadi” yang kerap membantu guru. Berharap nilai bagus, bisa jadi salah satu tujuan mereka.

Kedua, ahli strategi yang menganut prinsip tempat berbahaya adalah tempat teraman. Nah, penganut prinsip ini adalah siswa yang sebenarnya malas belajar, tapi biar nggak ketahuan makanya merka duduk di depan. Maklum guru-guru lebih “awas” matanya merhatiin siswa yang duduk di belakang.

Wilayah Tengah – Bisa Diatur

Karakter penghuni bangku tengah ini adalah sosok yang santai dan mencari aman dari “ancaman” seperti maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang diberikan guru. Mereka bisa ribut di sebuah kesempatam, bisa juga sangat diam di situasi lainnya.

Bisa dibilang para penghuni “tengah” ini diisi oleh siswa yang nggak pengen terlihat menonjol. Biasanya, karakter mereka lebih santai dibanding mereka yang duduk di depan. Nggak jarang, penghuni tengah ini sebeneranya pusat dari segala “keributan” yang terjadi di dalam kelas.

Wilayah Belakang – Kumpulan Anak Kreatif

Cap yang udah kadung nempel di siswa yang duduk di belakang adalah pembuat onar, kegaduhan, perkumpulan penghuni kelas yang doyan main saat jam pelajaran. Hal ini bisa jadi karena penghuni bangku belakang jauh dari pengawasan guru di kelas. Padahal pada kenyataannya, penghuni belakang ini malah kerap mendapat perhatian para guru.

Jangan anggap mereka bodoh, para siswa yang menduduki bangku belakang ini justru terkenal lebih kreatif. Karena guru killer biasanya mengawasi mereka sangat sering. Warga belakang juga semakin kreatif mencari strategi agar “kegiatan” mereka di belakang nggak tercium guru di depan kelas.

Courtesy : Hai-Online

Duta Brawijaya 2014

Duta Brawijaya 2014

Sehubungan dengan ditetapkannya Duta Brawijaya menjadi acara tahunan dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya, maka kami akan mengadakan kembali PEMILIHAN DUTA BRAWIJAYA 2014 dalam rangka memperingati Dies Natalis UB ke 51, acara ini diperuntukkan bagi siswa maupun siswi SMA/MA/SMK yang saat ini sedang duduk di kelas XI dan XII di seluruh Indonesia.

Duta Brawijaya diadakan untuk mendapatkan calon mahasiswa UB yang memiliki kepribadian yang baik, berkarakter, cerdas, berpenampilan menarik, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Setiap SMA/MA/SMK boleh mengirimkan perwakilan maksimal 5 (lima) siswa dan 5 (lima) siswi sesuai dengan kriteria terlampir. Pemenang 3 besar akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam, uang tunai dan sertifikat untuk masuk menjadi mahasiswa UB tanpa melalui tes masuk.

Untuk susunan acara, kriteria peserta, persyaratan pendaftaran, pilihan program studi, dan formulir pendaftaran dapat diunduh di bagian bawah halaman ini, dan berkas pendaftaran dikirimkan ke :

Sekretariat Duta Brawijaya 2014
Biro
Administrasi Akademik dan Kerjasama
Gedung Rektorat L
antai 2 Universitas Brawijaya
Jl. Veteran
, Malang (65145)
Email:
dutabrawijaya@ub.ac.id
Telepon/Fax : 0341 – 575754 , Handphone : 0812.1674.5775

Batas akhir pendaftaran Duta Brawijaya 2014 tanggal 4 Januari 2014 (Cap Pos).

Apabila perwakilan siswa/siswi yang terpilih menjadi 15 pasang finalis Duta Brawijaya 2014 dan harus mengikuti karantina di Malang, maka Panitia hanya menanggung biaya makan dan akomodasi, untuk transportasi dari tempat asal ke UB ditanggung dari pihak sekolah/finalis terpilih.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

 

                                                                                                                                                                                                                      Rektor,

Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito

NIP. 195101221979031002

 

Lampiran:

5 Alasan Untuk Nggak Pacaran Sama Temen Sekelas

senior-school

Diakui atau nggak, kita semua pernah suka sama salah satu teman sekelas kita. Ya kecuali kalau kamu sekolahnya cuma sendirian. Dan ketika kamu suka sama salah satu teman sekelas kamu, biasanya ada dua hal yang bisa kamu lakukan. Satu, menyatakan kalau kamu suka sama dia lalu akhirya jadian. Atau dua, tidak menyatakannya lalu jadi seorang secret admirer… hingga sekarang, atau mungkin, selamanya.

Kenapa kita pernah suka sama teman sekelas kita? Itu karena hati kita biasanya diisi oleh seseorang yang sering kita lihat. Apa yang sering mengisi mata kita, itulah yang biasanya mengisi hati kita juga.

Mungkin di antara kalian ada yang berpikir kalau pacaran sama teman sekelas itu enak. Bisa pacaran terus, di kelas bisa berduaan, dan kalian gak akan bisa dipisahkan. Oh teman-temanku tercinta, pikiran itu adalah pikiran yang salah. Biarkanlah kami memberikan alasan mengapa pacaran dengan teman sekelas itu sebaiknya jangan sampai dilakukan. Oke, mari kita mulai.

Belajar Jadi Gak Fokus

Belajar gak ada pacar aja gak fokus, gimana ada pacar?

Tugas seorang pelajar itu belajar. Kalian jangan tiru adegan di sinetron-sinetron yang pemerannya anak sekolahan. Di sinteron itu tuh, lebih banyak persoalan cintanya daripada belajarnya. Dan di sinetron itu, lebih banyak galau karena mikirin gebetan daripada galau karena mikirin PR.

Itulah kenapa kamu sebaiknya jangan pacaran sama teman sekelas. Gara-gara belajar gak fokus, nanti pelajaran jadi terbengkalai, nilai jadi jelek, muka kamu ikutan jelek, dan si pacar pun gak suka sama muka yang jelek itu. Ending-nya kebaca, abis itu kalian putus, dan nilai juga ikutan putus.

Dicie-ciein

Ini nih yang paling bikin males. Dicie-ciein di kelas. Nyamperin pacar dikit, dicie-ciein. Duduk sebelahan sama pacar, dicie-ciein. Diem-dieman sama pacar, dicie-ciein. Terus aja dicie-ciein sampe lulus UN tahun 238619469.

Setiap pasangan, mau yang pacaran sama teman sekelas atau nggak, pasti muak dicie-ciein mulu. Tapi kadang, kita benar-benar gak bisa berbuat apa-apa. Yang cie-ciein kita banyak, tapi kita sebagai korban cuma berdua sama pacar kita. Ini jelas pertarungan yang tidak adil. Semacam you and me versus the world.

Maka dari itu hindari pacaran dengan teman sekelas. Bersama, kita hindarkan diri dari cie-ciean itu.

Cepet Bosen

Pacaran sama teman sekelas itu ngebosenin banget. Yang dilihat dia lagi-dia lagi. Bajunya itu lagi-itu lagi (jangan-jangan dia seumur hidup bajunya itu mulu).  Kalau ngelihat dia, mukanya gitu lagi-gitu lagi, berubah kek jadi kayak artis luar negeri!

Dunia ini luas, jangan batasi cintamu hanya dengan seukuran ruang kelas. Dunia ini luas, masih banyak tempat romantis yang bisa dijadikan tempat jatuh cinta. Kalau cintamu hanya sekadar di ruang kelas, jangan-jangan cintamu juga cuma sekecil ruangan itu.

Tapi sebetulnya ada tips sih biar kamu gak bosen sama pacarmu yang sekelas itu. Caranya adalah: cobalah sekali-sekali pindah kelas. Misalnya pacarmu naik kelas, kamu tinggal kelas aja. Atau biar lebih gak bosen lagi, coba pindah sekolah.

Mungkin Itu Cuma Cinlok

Bahayanya sebuah cinta lokasi adalah kamu harus menerima kenyataan bahwa pacar kamu lebih cinta sama lokasi dari pada cinta sama kamu. Kalau kamu sama pacar kamu cinta lokasi di kelas, maka pacarmu bukan suka sama kamu, tapi sama kelas. Kelasnya disayang-sayang, dipeluk-peluk, dicium-cium. Daripada disebut cinta lokasi, cinta kayak gitu lebih pantas disebut cinta pada bangunan.

Tapi serius, cinta pada teman sekelas itu mungkin saja cuma cinta lokasi. Ketika kalian keluar kelas, mungkin tidak ada lagi cinta di antara kalian. Ketika kalian keluar kelas, mungkin saja salah satu dari kalian malah punya cinta lain di luar kelas. Dekat di kelas namun jauh saat di luar kelas.

Daripada cinlok, lebih baik cindun. Cinta dunia. Jadi selama masih di dunia, kita masih saling mencintai pasangan kita.

Kalo Putus, Susah Move On

Keadaan terburuk dari pacaran sama teman sekelas adalah ini: saat akhirnya kalian putus, move on-nya bakal susah banget. Move on dari mantan yang teman sekelas itu level-nya hard banget, kalau diibaratin keripik pedas, ini tuh ini level 10. 10 juta. Susah lah pokoknya.

Pas putus, pacar kamu bilang gini, “Udah jangan sedih, kalau jodoh kita pasti ketemu lagi.” Eh besoknya beneran ketemu lagi. Di kelas. Kan kalau kayak gitu susah banget move on-nya, soalnya ngiranya kan jodoh. Niatnya ngelupain, eh si mantan nongol mulu di kelas. Belum lagi ntar tiba-tiba ada kejadian kamu disatu-kelompokkan sama si mantan. Betapa beratnya move on itu.

Kurang lebih itulah alasan kenapa kamu tidak perlu pacaran sama teman sekelas. Tapi pacaran sama teman sekelas itu penuh pro dan kontra sih. siapa yang pro dan siapa yang kontra nih? Boleh lhooo dibagi pengalaman-pengalamannya…

Courtesy : nyunyu