Kerja di Facebook, Apa Syaratnya ?

FB Work

Mark Zuckerberg meminta Gehry membuatkan ruang bagi 3.400 insinyur Facebook untuk bekerja dan mengembangkan hal-hal baru bagi masa depan jejaring sosial tersebut.

Banyak orang hampir setiap hari menyambangi Facebook. Mereka ketagihan bermain di website jejaring sosial ini—entah untuk sekadar mengecek kabar teman-temannya, meng-update status, atau menggunggah foto-foto mereka. Tetapi, bagaimana rasanya bekerja di perusahaan itu? Seperti apa kriteria karyawan yang mereka cari?

Belum lama ini, Facebook membuka lowongan pekerjaan untuk 41 jenis pekerjaan yang berhubungan dengan tim analytics dan datanya. Kalau Anda tertarik, ada syarat utama yang harus dipenuhi. Keterampilan yang paling dicari oleh bos Facebook adalah, memahami perilaku orang.

“Kami mencari orang-orang yang tertarik untuk memahami sifat manusia dan perilaku sosial mereka, dan bisa bekerja dengan kumpulan data yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Ken Rubin, kepala tim analytics Facebook, seperti dilansir oleh Business Insider.

Sebelum drop out untuk fokus pada bisnisnya, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sempat mengambil kuliah di dua jurusan yakni psikologi dan ilmu komputer di Harvard University. Sepertinya hal ini juga mempengaruhi tuntutan bagi karyawan Facebook. Mereka harus techy dan tertarik dengan data dan perilaku manusia.

Karyawan-karyawan baru Facebook biasanya diikutkan dalam sebuah program intensif selama dua minggu. Nama program itu “Data Camp”.

Di minggu pertama, mereka akan diperkenalkan pada perlengkapan-perlengkapan teknologi yang digunakan Facebook. Mereka akan melihat bagaimana dan apa yang terjadi ketika pera pengguna jejaring sosial itu berbagi status dan mengunggah foto-foto mereka di website tersebut.

Pada minggu kedua, para karyawan baru ini akan diberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bisnis Facebook. Mereka harus menggali kreativitasnya untuk memberikan jawaban yang terbaik.

Data Camp ternyata bukan program yang mudah diikuti. Bahkan orang-orang yang sudah berpengalaman pun bisa mengalami kesulitan menjalaninya. Hal ini juga diakui oleh Jocelyn Goldfein. Sebelum direkrut oleh Facebook pada tahun 2010, Goldfein adalah salah satu eksekutif sukses di perusahaan software, VMware.

Dalam sebuah artikel yang dilansir oleh Businessweek pada bulan Oktober 2012, disebutkan bahwa setiap harinya Facebook memproses 2,7 miliar “Like”, 300 juta foto yang diunggah, 2,5 miliar update status dan check-in. Untuk itu, Facebook harus memiliki mesin data raksasa yang efisien untuk menampung dan mengelola beban data sebesar itu.

Dalam Boot Camp, para karyawan baru itu bisa melihat basis kode yang dimiliki Facebook. Mereka diminta untuk mempelajari produk-produk dan layanan perusahaan, serta cara kerja timeline dan News Feed di jejaring tersebut. Pada akhir Boot Camp, setiap karyawan diminta menentukan sendiri akan masuk ke tim produk yang mana.

Menurut Mike Schroepfer, Vice President of Engineering di Facebook, perusahaan ingin memastikan para karyawan bekerja sesuai dengan keahlian dan passion mereka. Sekarang, Facebook sudah menjadi jejaring sosial terbesar di dunia. Sejak tahun 2008, jumlah karyawannya telah bertumbuh dari hanya 600 orang menjadi 3.976 pada Juni 2012.

Jadi, siapa ingin menjadi bagian dari perusahaan ini?

Courtesy : KOMPAS

Advertisements

10 Alasan Mengapa Orang Masih Menggunakan Facebook

facebook-kantor780x390

Jalantikus.com – Pengguna internet sebagian besar pasti memiliki akun social media dan menggunakan internet untuk bermain di beberapa social media. Social media yang paling terkenal dan banyak digunakan saat ini tentu saja si biru Facebook. Facebook menjadi salah satu raksasa internet yang tentunya hampir sebagian pengguna internet dan website bergantung pada Facebook. Dikutip dari Makeuseof, berikut 10 alasan mengapa orang masih menggunakan Facebook:

  1. Karena Facebook dibutuhkan untuk login di website lain, salah satunya Jalantikus juga menggunakan fasilitas connect to Facebook.
  2. Karena Facebook seperti sebuah RSS reader untuk berita.
  3. Karena dengan Facebook kamu dapat membuat profile yang kamu inginkan, mulai dari profesional hingga akun palsu.
  4. Karena dengan menggunakan Facebook, kamu bisa berbagi foto dengan mudah, biasanya cocok dengan orang-orang narsis atau yang ingin eksis di social media. Tidak jarang juga foto yang di share merupakan quote sesuai dengan perasaan hati si pemilik akun.
  5. Karena bisa dengan mudah mengirimkan video lewat fitur chatnya, misalnya dengan menaruh link youtube atau vimeo maka penerima tinggal menekan tombol play pada player di Facebook.
  6. Karena group di Facebook lebih ramai dan juga bisa mengundang orang luar atau yang punya ketertarikan yang sama dengan topik group tersebut.
  7. Karena di Facebook ada fitur reminder atau pengingat, seperti ulang tahun misalnya dan event lainnya yang sudah ditentukan tanggalnya.
  8. Karena di Facebook, setiap orang lebih mudah dalam menyampaikan pendapatnya, dengan fitur comment maka pendapatnya bisa langsung dilihat banyak orang.
  9. Karena di Facebook bisa digunakan sebagai media promosi, jualan, hingga barter. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh online shop untuk berjualan, perusahaan untuk promosi, dan beberapa pengguna lain untuk saling barter suatu barang. Lebih mudah dan dapat langsung mengambil kesimpulan dari reputasi orang tersebut.
  10. Karena Facebook masih lebih baik, lebih lengkap dan lebih mudah digunakan dibandingkan social media lainnya.

Jadi apa yang dapat disimpulkan adalah Facebook merupakan sebuah media super lengkap yang bisa digunakan saat ini baik untuk perorangan, kelompok maupun perusahaan. Jika ingin membuat saingan Facebook pastikan memiliki fitur yang lengkap dan unik tentunya. Facebook sendiri bisa diakses hampir di setiap perangkat dengan fasilitas internet, baik dari website maupun apikasi.

Firms Find Ways to Cut Big-Data Costs

Facebook-Inspired Designs Are Helping Some Companies Build Data Centers On the Cheap

IV-AA546_BIGCHE_G_20140319130437

Frank Frankovsky, vice president of hardware design and supply-chain operations at Facebook. Facebook

Hardware costs can add up quickly in the era of big data.

As large companies collect, analyze and store increasing quantities of information, the expense of adding servers, hard drives and other equipment is threatening to crimp their big-data plans. Indeed, hardware sales related to corporate-data projects are expected to more than double to $15.7 billion in 2017 from $7.16 billion last year, according to Wikibon, a Marlborough, Mass., research organization.

Against that backdrop, more companies may take a page from Facebook Inc., FB -1.57% which has managed to squeeze hardware costs, largely by designing and building its own servers and data centers. The Menlo Park, Calif., social-networking company says the strategy has helped it save $1.2 billion over the past three years.

Facebook Inc. Cl A U.S.: Nasdaq $60.01 -0.96 -1.57% March 28, 2014 4:00 pm Volume (Delayed 15m) : 66.52M AFTER HOURS $60.29 +0.28 +0.47% March 28, 2014 7:59 pm Volume (Delayed 15m): 527,565 P/E Ratio 98.38 Market Cap $153.01 Billion Dividend Yield N/A Rev. per Employee $1,242,230

Since data equipment and the power to run it accounted for the biggest portion of Facebook’s infrastructure costs, the company abandoned off-the-rack hardware and built “vanity free” servers, which were simplified and stripped of nearly 6 pounds of material. Because the servers can operate at higher temperatures, it costs much less to cool them. At its Prineville, Ore., data center, Facebook uses outside air to cool the servers.

“If you look at any business like Facebook, the data center is our factory floor. It is the single largest expenditure in the business,” says Frank Frankovsky, vice president of hardware design and supply-chain operations at Facebook. “Growing the infrastructure cost-effectively and efficiently is absolutely critical to the business.”

In 2011, Facebook started the Open Compute Project to share its knowledge with developers from other companies, including Goldman Sachs Group Inc., GS +0.01% Fidelity Investments and Riot Games, and to learn from their experiences, as well.

Riot Games, which runs an online multiplayer game called League of Legends, supports 27 million players each day on thousands of servers in its data centers—more than double the 12 million players it supported in October 2012.

About half of its servers have been purchased wholesale from manufacturers based in China and loaded with software based on Open Compute Project standards.

“We’re trying to stay right in Facebook’s wake,” says Ron Williams, vice president of operations at the Santa Monica, Calif., firm, adding that Riot Games has benefited directly from Facebook’s innovation.

By using Facebook-inspired designs, Riot Games has saved $10 million over the past year on equipment, about 50% of what it would have paid to a commercial supplier.

For example, Riot Games might be able to buy a commercial enterprise server, after discounts, for roughly $4,000. A comparable server bought wholesale and equipped with Open Compute software might run about $2,000, according to Mr. Williams.

Similarly, Fidelity Investments is applying lessons gleaned from the Open Compute Project as it constructs a new data center in Omaha, Neb., says George Brady, the company’s executive vice president of enterprise infrastructure. Fidelity says its data-collection efforts are growing significantly each year.

Purchasing servers, storage and networking equipment from wholesalers instead of commercial suppliers saves Fidelity about 50%, he says. About one-third of the servers throughout all of Fidelity’s data centers are now purchased from wholesale suppliers. “We see that going to close to 80% over the next several years,” says Mr. Brady.

Courtesy : The Wallstreet Journal

2014 Facebook Prineville Data Center Local Community Action Grant Recipients

facebook780x390

We’re proud to announce the 21 recipients of the Facebook Prineville Data Center’s 2014 Local Community Action Grants.

These nonprofits and schools were awarded more than $105,000 for projects that put the power of technology to use for community benefit, help improve education at all levels, and to bring people together either physically or virtually.

A letter has been sent to recipients with details, including an invitation for them to attend a reception and tour at the data center on Friday, April 4, 2014.

Since 2011, the Facebook Prineville Grants Program has awarded $415,000 to Crook County nonprofits and schools.

2014 Facebook Prineville Data Center Local Community Action Grant Recipients

 

Advantage Smiles for Kids – $3,000

To provide orthodontic treatment for low-income, at-risk children in Crook County. Brace Place of Central Oregon will match the award as in-kind treatment.

 

Central Oregon Community College Prineville Campus and Crook County High School

 – $10,000

To provide a new, 12-week Comp TIA A+ Certification course, the starting point for those seeking careers in IT, in partnership with Crook County High School.

 

Children’s Vision Foundation – $5,500

To provide community vision screenings and reports to all Crook County elementary schools and families.

 

Christmas in the Pines – $5,000

To provide ice skating rink, bazaars, community crafters and local vendors.

 

Crook County Foundation – $5,000

Funding local high school bands and family activities for the Picnic in the Park kickoff celebration.

 

Crook County High School & Middle School- Track and Field – $1,50

To provide a laptop and Hy-Tek for the high school and middle school track teams to run larger and more efficient track meets, bringing more teams and business to Prineville.

 

Crook County High School Computer Science Dept. – $8,000

To provide essential tools and supplies to provide student training in programming, video production and electronics.

 

Crook County High School Science Department – $8,000

To further outfit the physics and chemistry lab, and life science lab. Purchases include 12 Lab Quest Minis, 12 blood-pressure sensors, 12 EKG sensors, 6 oxygen sensors and 3 Lab Quest 2 Interfaces.

 

Crook County High School Senior All Night Party 2014 – $2,500

To pay for a venue for the alcohol- and drug-free, senior all-night graduation party. Students and parents raise all funds for this celebration.

 

Crook County High School Youth Transition Program – $3,500

To purchase the computer, software and associated hardware for point-of-sale training in the YTP program and the special education department.

 

Crook County Kids Inc. – $3,400

To purchase and implement Kidtrax, a web-based management system to safely account for youth members during club hours and organize and secure sensitive family information.

 

Crook County Middle School Science Department KidWind Project – $10,000

To fund the second Prineville KidWind Challenge, a student-driven, wind-turbine design competition, and to further science, technology, engineering, math and sustainability education.

 

Crook County School District Torches n’ Pitchforks Literary Journal – $4,000

To purchase two laptop computers with high-end graphics capabilities plus two software accounts to the Adobe creative cloud, in order to transform Torches n’ Pitchforks into a student-directed endeavor under teacher advisement.

 

Crook County School District Dual Language Program – $1,800

To purchase 20 additional hand-held computerized learning devices for disadvantaged youth attending Ochoco Elementary School, to improve letter and sound recognition and phonemic awareness for preschool and kindergarten students.

 

Crook County School District Kindergarten Classes – $4,800

To purchase 30 Leap Frog TAG reading pens for four kindergarten classes in the Crook County School District.

 

Crook County Speech Language Pathology Department – $1,500

To supply iPads to two speech-language pathology assistants who serve grades K-12, directly directly impacting 152 students receiving special education services for communication, and extend to children served through the Response to Intervention Model, co-teaching environments, and consultation.

 

Crooked River Roundup – $5,000

To provide funding for national-level rodeo acts and athletes.

 

Healthy Beginnings – $1,500

To support a health and developmental community-screening clinic in Prineville, allowing Healthy Beginnings to continue offering this critical service to young children in Crook County.

 

Heart of Oregon Corps – $9,000

To help fund three crews of local youth for eight weeks of summer employment. In the field, youth gain skills while building trails, preventing wildfires and connecting with their public lands.

 

Humane Society of the Ochocos – $5,000

To promote microchip application throughout Crook County by documenting and registering each pet equipped with a microchip.

 

Pioneer High School – $7,000 

To purchase 25 laptop computers, providing each classroom with the tools needed for daily research and product development required for students’ online independent study courses, proficiency-based courses, and writing courses.

 

Applications for Facebook’s 2015 Local Community Action Grants open October 1, 2014.

Prinville FB

Courtesy : Facebook Prineville Data Center

Ayo Jalan-Jalan di Pusat Data Facebook

acebook780x390

Facebook akhirnya selesai membangun data center cold storage terbaru mereka yang terletak di Prineville, Oregon, AS. Jejaring sosial terbesar di dunia ini pun sudah mulai memindahkan data mereka, sebagian besar foto, ke fasilitas ini.

Yang dimaksud dengan istilah “cold storage” yang disebutkan sebelumnya adalah tempat penyimpanan data yang jarang diakses. Facebook sendiri membangun data center super besar ini untuk menyimpan data-data foto yang sangat jarang diakses penggunanya di server hemat daya.

Tidak seperti data center Facebook yang lain, data center yang ada di Prineville ini tidak selalu dalam kondisi menyala. Dikutip dari The Verge, Jumat (18/10/2013), data center yang ada di fasilitas cold storage akan berada dalam mode standby, membuatnya ideal untuk foto lama yang jarang diakses. Menurut Facebook, dari 82 persen lalu lintas data, hanya 8 persennya yang mengakses foto.

Facebook mengklaim, dengan metode cold storage ini, perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini dapat banyak melakukan penghematan. Server yang ada di gedung ini memiliki ukuran 8 kali lebih besar dibandingkan server tradisional, tetapi 5 kali lebih hemat daya.

Daerah Prineville sendiri dinilai sebagai tempat yang paling ideal untuk sebuat pusat data. Prineville, yang terletak di pusat Oregon, merupakan wilayah yang memiliki temperatur yang tepat untuk sebuah data center. Wilayah itu hangat di siang hari dan dingin di malam hari.

Lahan dan energi di wilayah tersebut itu pun murah dan data center bisa memanfaatkan bendungan air di sungai Columbia untuk menghasilkan listrik dari pembangkit listrik tenaga air.

Beberapa saat lalu, Facebook mengajak beberapa rekan media asing untuk mengunjungi pusat data tersebut. Berikut beberapa foto yang berhasil diambil jurnalis asal situs web ReadWrite, Taylor Hatmaker, saat mengunjungi pusat data ini.

Data center Facebook

Data center Facebook

Data center Facebook

Data center Facebook

Sistem pendingin data center Facebook


Penampakkan hard disk yang ada di data center Facebook

Courtresy : Techno Kompas

Belajar Seru di Media Sosial

Ilustrasi. (Foto: Reuters).

Ilustrasi. (Foto: Reuters).

BELAJAR bisa dari mana saja. Buat kamu yang aktif di media sosial, lewat media ini pun banyak ilmu yang bisa diambil, asal tahu gimana caranya. Ngobrol seru bareng teman-teman, reuni habis ketemu akun kawan lama, diskusi dan bertukar pikiran, update status galau, sampai stalking akun media sosial orang lain, kira-kira itulah gambaran umum penggunaan sosial media di kalangan anak muda sekarang. Bagus sih kalau dipakai untuk bersilaturahmi dan berdiskusi.

Tapi kalau terus-terusan update status setiap menit, yang kebetulan ngebaca bisa-bisa terganggu juga dengan kebiasaan kita. Stalking pun sebetulnya bisa dikategorikan pelanggaran privasi orang lain loh. Kalau ketahuan dan orangnya enggak suka, bisa berabetuh. Terus, kecanduan media sosial sampai keterusan, juga enggak baik dari segi kesehatan.

Bayangkan waktu yang terbuang, jam tidur pun berkurang, dan mata jadi cepat lelah. Padahal di media sosial kita bisa meraup banyak ilmu. Belajar enggak hanya bisa dilakukan di kelas dan melalui buku saja. Kita bisa tambah pintar dan kreatif hanya dengan bermodalkan social mediayang kita miliki. Sudah begitu, gratis pula. Well, ada juga sih yang berbayar. Kalau pintar memilih, sebenarnya yang gratisan juga enggak kalah dari yang berbayar.

You Can Learn… Anything!

Berapa banyak akun media sosial yang kamu punya? Hmm… ada Twitter, Facebook, Path, Instagram, sampai YouTube. Wah, banyak banget tuh. Sudah begitu, semua akun media sosialmu juga selalu rutin dicek dan di-update, biar enggak ketinggalan berita. Bayangkan, kalau belajar dari Twitter saja, sudah cukup banyak akun yang fokus membahas bidang ilmu tertentu, seperti bahasa Inggris, fotografi, geologi, dan sebagainya. Belum lagi di YouTubedan Facebook, ada kelas menulis novel, belajar bahasa Jepang, hingga beragam tutorial memasak, bermain musik, sampai tutorial hijab.

Rata-rata mereka ini membagikan ilmunya secara gratis. Eh, tapi penasaran enggak kenapa ada orang yang mau bagi-bagi ilmu lewat media sosial? Gratis lagi. Ada Wahyu Aditya, pendiri dan CEO HelloMotion yang menyebarkan “virus” #BeraniMenggambar di Twitter dan YouTube. Tujuannya agar setiap orang tidak lagi ragu menuangkan gagasannya dalam bentuk gambar.

Social media dekat dengan sehari-hari dan pengaruhnya cepat. Sejauh ini tanggapan followers pun positif. Saya sempat terkejut kalau ada teman-teman yang curhat dari awalnya enggak suka menggambar sampai senang menggambar,” kata Waditya, sapaan akrabnya.

Terbukti, media sosial menjadi wadah yang enggak kalah efektif untuk belajar dan berbagi ilmu. Neno Sofyaniek, penggagas English Tips For You alias @EnglishTips4U pun mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, berbagi ilmu lewat media sosial implikasinya besar.

“Kami ingin bilang, belajar dan bisa berbahasa Inggris itu penting. Saya sendiri sudah merasakan banyak manfaatnya, mengetahui banyak hal, informasi, dan pengetahuan karena bahasa pengantarnya kebanyakan bahasa Inggris. Bertemu orang asing pun jadi lebih percaya diri,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai pengajar di Active English Bali ini.

Materi bahasa Inggris yang dikemas secara fundan dekat dengan kehidupan sehari-hari terbukti menarik bagi followersnya yang kini mencapai lebih dari 70 ribu. Salah satu yang aktif mengikutinya ialah Ajeng Fajriani Nurasieta. Mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya ini mengaku senang mendapat materi dari @EnglishTips4Ukarena bisa belajar bahasa Inggris dengan cara yang asyik.

“Sesi favoritku ialah #EngGame karena aku bisa mengasah kemampuan, sudah sejauh mana aku menguasai bahasa Inggris,” ujarnya.

Belajar Asyik, Internet Sehat

Ternyata dengan belajar lewat internet, khususnya lewat media sosial, teman-teman pun sudah menerapkan pola berinternet sehat, yakni menggunakan internet sebagai sarana belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

Bahkan, di beragam media sosial yang notabene hanya sering digunakan untuk “main-main”, banyak juga ilmu yang bisa diraup. Gimana enggak asyik tuh? Adapun yang penting nih, jangan lupa untuk tetap berpikir kritis. Lazimnya orang yang sedang menimba ilmu, jangan lupa bertanya dan cek ulang (cross check) fakta yang kurang dipahami.

Selain itu, sering-seringlah berdiskusi dan sharing mengenai materi yang didapat dengan sesama pengguna media sosial lain. Intinya dengan berpikir kritis, kita dapat terhindar dari keragu-raguan. Kemudian tetap gunakan bahasa yang sopan saat bertanya dan hindari topik yang berhubungan dengan SARA untuk menghindari perselisihan.

Enggak mau kan dikenal sebagai biang rusuh alias flamer di jagat dunia maya? Meski begitu, jangan ragu untuk mulai belajar di media sosial. Seperti kata Sarah Caldwell, “Learn everything you can, anytime you can, from anyone you can. There will always come a time when you will be grateful you did.” Ilmu yang diperoleh tidak akan sia-sia. Setuju enggak, teman-teman?

Courtesy : Okezone Kampus

Berapa Harga Selembar Saham Facebook ?

facebook-kantor780x390

Sehari sebelum penjualan saham perdana (IPO) Facebook pada 18 Mei 2012 waktu Amerika Serikat, situs jejaring sosial terbesar ini dikabarkan akan mematok harga 38 dollar AS atau Rp 342 ribu per lembar saham.

Kabar ini datang dari seorang sumber terpercaya kepada The Wall Street Journal. Sumber itu mengatakan, harga saham Facebook bisa lebih tinggi dari angka tersebut karena hingga Kamis (17/5/2012) waktu setempat, para eksekutif belum mengambil keputusan.

“Facebook mencoba menaikkan harga lebih tinggi, tetapi para investor menolak,” kata sumber tersebut.

Jika saham Facebook dijual 38 dollar AS per lembar, maka Facebook akan bernilai 14 miliar dollar AS dan menjadi perusahaan internet AS pertama dengan nilai tertinggi saat IPO. Facebook akan mencatat sahamnya di Nasdaq dengan simbol FB.

Awal pekan ini, Facebook meningkatkan target harga saham mereka antara 34 hingga 38 dollar AS. Padahal mulanya, Facebook menargetkan antara 28 sampai 24 dollar AS.

Facebook kini digunakan lebih dari 900 juta pengguna aktif bulanan dengan sekitar 488 juta pengguna ponsel aktif bulanan. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu tercatat mendapat laba bersih 1 miliar dollar AS dari total pendapatan 3,7 dollar miliar AS pada 2011.

Courtesy : KOMPAS

Bagaimana Rasanya Kerja di Facebook ?

facebook-kantor780x390

Ternyata, di Silicon Valley, bukan hanya Google yang memanjakan para karyawannya. Facebook pun demikian. Melalui situs tanya-jawab Quora, para karyawan Facebook bercerita tentang hal-hal yang membuat mereka betah bekerja di perusahaan jejaring sosial tersebut.

Meskipun usianya masih belia, Facebook sudah menjadi perusahaan yang makmur. Tidak heran jika perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004 itu mampu memberikan kemewahan bagi para karyawannya. Gaji yang tinggi hanya salah satu di antaranya. Berikut ini gambarannya.

Pada Oktober 2012, komunitas karier Glassdoor pernah merilis (software engineer) di 15 perusahaan teknologi ternama di Amerika.

Facebook tercatat sebagai perusahaan kedua yang memberikan gaji pokok paling tinggi kepada software engineer di perusahaannya, yakni rata-rata sebesar 123.626 dollar AS setahun.

Di atas Facebook, ada Google, yang memberikan gaji pokok tahunan rata-rata sebesar 128.336 dollar AS kepada para software engineer-nya. Sementara Apple, eBay, dan Zynga berturut-turut menempati posisi di bawah Google dan Facebook.

Sekarang, kita kembali ke pertanyaan yang di-posting dalam Quora. Apa saja fakta yang menarik tentang bekerja di Facebook?

Sama seperti Google, Facebook juga menyediakan banyak makanan nikmat bagi para karyawannya—untuk sarapan, makan siang, dan makan malam mereka.

Facebook pun memiliki dokter, chiropractor (ahli pengobatan alternatif), dan terapis yang siaga di kantornya yang terletak di daerah Menlo Park, California.

Setiap hari Jumat, Mark Zuckerberg akan menggelar sesi tanya-jawab. Dalam sesi tersebut, dia akan memberikan update informasi dan para karyawan bisa bertanya soal topik apa pun kepada bos Facebook itu.

Setiap tahun, Facebook merayakan pesta ulang tahun perusahaan dan memberikan hadiah kepada para karyawan. Contoh hadiah-hadiah yang sudah pernah diberikan adalah piyama, jam tangan, dan kaos kaki.

Untuk menjaga semangat kerja dan kreativitas para karyawannya, Facebook juga menggelar acara tahunan yang bernama “Game Day”. Untuk acara ini, perusahaan menyewa sebuah taman dan mengajak semua karyawannya untuk pergi dan bermain di taman itu.

Facebook ingin para karyawannya merasa nyaman ketika bekerja. Karena itu, mereka dibolehkan memilih komputer kerjanya masing-masing. Karyawan yang senang menggunakan Mac akan diberikan satu komputer Mac. Sementara karyawan yang merasa nyaman bekerja dengan Linux ataupun Windows, akan diberikan komputer berbasis Linux atau Windows.

Karyawan juga dibolehkan untuk memilih smartphone sebagai alat pendukung kerjanya. Ada dua pilihan yang ditawarkan, yakni iPhone atau smartphone berbasis Android. Menurut keyakinan Facebook, para karyawan bisa bekerja lebih produktif jika mereka merasa senang dan nyaman menggunakan perangkat kerjanya.

Dengan perangkat-perangkat kerja itu, setiap karyawan Facebook didorong untuk aktif bermain aplikasi Facebook dan Instagram. Dengan begitu, mereka bisa menemukan kelemahan-kelemahan pada aplikasi yang mereka kembangkan.

Karyawan Facebook yang punya masalah dengan perlengkapan kerjanya tidak perlu khawatir. Di kantor mereka tersedia sebuah vending machine (mesin penjual otomatis) yang berisi beragam perlengkapan, termasuk keyboard dan charger untuk laptop. Karyawan bisa segera mendapatkan perangkat penggantinya di mesin tersebut.

Satu lagi fakta tentang Facebook. Untuk memudahkan komunikasi di kalangan internal perusahaan, para Facebooker memanfaatkan layanannya sendiri. Fitur yang paling sering mereka gunakan untuk berkomunikasi adalah fitur Facebook Groups.

Pendapatan LinkedIn Kalahkan Apple dan Google

linkedinForProfessionals

Perusahaan riset Statista merilis laporan mengejutkan yang menyebut pertumbuhan pendapatan situs jejaring sosial LinkedIn melampaui Apple, Facebook, dan Google pada tahun 2011.

LinkedIn sebagai salah satu situs jejaring sosial untuk para profesional mengalami pertumbuhan signifikan secara tahunan. Bahkan, pencapaian bisnisnya di tahun lalu tersebut mengalahkan perusahaan teknologi kelas wahid, seperti Apple, Facebook, Amazon, dan Google.

Dalam infografis yang dikeluarkan oleh Statista, pendapatan LinkedIn di kuartal 4-2011  naik 105% dibandingkan dengan kuartal 4-2010. Sementara Apple hanya naik 73%, perusahaan game Zynga naik 59%, Facebook 55%, Netflix 47%, Amazon 35%, Google 25%, Samsung 13%, dan Microsoft 5%.

Sementara pendapatan secara tahunan (fiscal year) di 2011 dibandingkan dengan 2010, LinkedIn mencatatkan kenaikan 115%, Zynga 91%, Facebook 88%, Apple 68%, Netflix 48%. Adapun Amazon naik 41%, Google 29%, Microsoft 8%, dan Samsung 7%.

Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara resmi nilai nominal pendapatan masing-masing perusahaan.

22-02-2012_growth_rates

Courtesy : KOMPAS

Kwartu, Kartu Nama Digital di Android

Kwartu, Kartu Nama Digital di Android

Pernah kerepotan menyimpan kartu nama kolega, atau lupa membawa kartu nama pribadi? Sebuah aplikasi kartu nama digital buatan lokal yang berjalan di sistem operasi Android coba memberi solusi atas masalah ini. Aplikasi itu adalah Kwartu, yang bisa diunduh gratis di Google Play Store oleh pemilik perangkat Android. Aplikasi yang dirilis sejak 17 Agustus 2012 ini mengganti kartu nama fisik menjadi digital.

Di Kwartu, pengguna bisa memasukkan nama, pekerjaan, alamat, kontak email dan nomor telepon. Nilai lebih yang ditawarkan Kwartu, ia menyediakan tautan ke situs web sampai akun jejaring sosial milik pengguna, seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram hingga Blogspot dan WordPress. Semua itu dapat diakses hanya dengan sentuhan.

Nurmanjaya, penggagas aplikasi Kwartu mengatakan, saat ini Kwartu telah digunakan oleh 2.000 orang. Ide membuat aplikasi ini datang ketika ia kewalahan mencari kontak dari kartu nama fisik. “Penggunaan kartu nama digital akan lebih mudah dan sedia setiap saat ketimbang kartu nama biasa,” kata Nurman yang biasa menggunakan nickname DalangDigital di dunia maya.

Setelah mengunduh aplikasi di Google Play Store, pengguna bisa mendaftarkan dirinya di Kwartu. Isilah data-data yang hendak dicantumkan dalam kartu nama digital Anda. Seperti kartu nama pada umumnya, Kwartu punya sifat personal.

Pengguna dapat memilih sendiri desain, tata letak, hingga jenis dan warna huruf. Semua itu bisa diubah kapan saja sesuai keinginan.

Untuk bisa bertukar Kwartu, antar-pengguna harus sudah memasang aplikasi Kwartu di ponsel pintarnya. Hampir semua bagian yang ada pada Kwartu merupakan gerbang menuju link-link tertentu. Bila pengguna lain menyentuh bagian nama dari Kwartu seseorang, akan muncul deretan link untuk menuju ke situs web, blog, akun media sosial, dan akun lain terkait dengan nama bersangkutan.

Jika bagian nomor telepon disentuh, akan muncul dial pad yang siap untuk menyambungkan panggilan telepon ke nama yang bersangkutan. Sementara bila bagian alamat email disentuh, akan muncul pilihan email client (misalnya Gmail) yang bila disentuh akan menampilkan format email yang siap ditulis dan dikirimkan ke nama yang bersangkutan.

Dan, apabila bagian alamat lokasi atau domisili disentuh, akan muncul Google Maps yang menghadirkan peta lokasi dari alamat tersebut.

“Apapun yang diubah pada sebuah Kwartu akan diperbaharui seketika (real time-red) di semua telepon selular yang menyimpannya. Tak ada lagi nomor telepon atau alamat yang kadaluwarsa,” jelas Nurmanjaya.

Namun, secara keseluruhan, aplikasi Kwartu nampaknya masih harus terus dikembangkan dan diperbaiki. Aplikasi ini belum berjalan sempurna di semua perangkat Android. Pihak Kwartu berjanji terus menguji dan memperbaiki aplikasinya.

Kwartu sementara ini hanya tersedia di perangkat Android. Versi untuk iPhone sedang dalam proses pengembangan.

Courtesy : KOMPAS

Apa Kabar Google Plus, Sudah Salip Facebook ?

google-plus

Jejaring sosial Google+ yang telah berusia 2 tahun ingin seperti Facebook dan Twitter, yang dijadikan tempat bagi perusahaan dan organisasi untuk mempromosikan merek, produk atau jasanya di media sosial. Apakah Google+ sudah bisa menempel atau menyalip kedua pesaingnya tersebut? Namun apa daya, Google+ dinilai belum memiliki pengguna yang setia sehingga kurang efektif sebagai media pemasaran.

Masalah terbesar Google+ adalah, banyak pengguna yang lebih memilih berkomunikasi lewat Twitter dan Facebook. Jika banyak warga dunia yang tidak memakai Google+, maka pemilik merek juga enggan menghidupkan aktivitas media sosial di Google+.

“Di jaringan pribadi saya, hanya sedikit orang yang secara aktif menggunakan Google+,” kata Dan Nguyen Tan, wakil presiden penjualan dan pemasaran perusahaan sepeda Public Bikes. “Itu bisa menjadi alasan mengapa saya belum memikirkan hal itu (Google+) sebagai alat yang efektif,” tambahnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/5/2013).

Hingga kini Google+ mengklaim memiliki 135 juta pengguna. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Twitter yang memiliki 200 juta pengguna, sementara Facebook punya 1 miliar pengguna dan masih jadi penguasa jejaring sosial internet.

Google juga mengklaim bahwa kini ada 100 merek yang sudah bergabung di Google+ dan memiliki 1 juta followers.

Waktu yang dihabiskan pengguna di layanan Google+ juga menjadi perhitungan. Menurut riset yang dilakukan Nielsen Media Research, rata-rata pengguna di AS menghabiskan waktu 6 menit 47 detik di Google+. Sementara di Facebook, pengguna menghabiskan waktu 6 jam. Perlu diketahui, data ini tidak termasuk aktivitas dari perangkat mobile.

Sekitar 40 persen dari perusahaan yang memiliki halaman di Google+, tidak pernah mempublikasi konten, atau jarang melakukan aktivitas. Sebanyak 17 merek, termasuk Nike dan Pepsi, tidak rutin mempublikasi konten bahkan dalam hitungan waktu sepekan.

Seorang juru bicara restoran cepat saji McDonald di Amerika Serikat mengatakan, perusahaan itu tidak aktif di Google+.

“Alasan utama kami lebih aktif di Facebook dibandingkan Google+, karena pelanggan dan target demografis kami lebih banyak menghabiskan waktu di Facebook,” ujar Dave Gilboa, pendiri perusahaan kacamata Warby Parker, yang berjualan secara online.

Berdasarkan survei informal yang dilakukan Reuters terhadap 100 merek global paling berharga tahun 2012 versi lembaga riset media Millwar Brown, menunjukkan, 72 perusahaan di antaranya memiliki akun Google+. Sementara jumlah perusahaan yang memiliki akun Facebook ada 87.

Kendati demikian, beberapa perusahaan yang aktif di Google+ melihat ada keuntungan tersendiri jika beraktivitas di layanan tersebut. Dave Gilboa mencatat, Google+ memiliki kemampuan sosial yang baik untuk konten promosi dalam bentuk video yang diunggah ke YouTube.

Beberapa perusahaan juga ingin mendapat keuntungan dari integrasi layanan Google+ ke layanan mesin pencari Google. Pengguna yang sering beraktivitas di Google+, akunnya akan masuk dalam baris depan pencarian di mesin pencari Google.

Courtesy : KOMPAS

10 Topik Terpopuler di Facebook Sepanjang 2013

facebook-kantor780x390

Sebagai media sosial, Facebook tidak hanya digunakan untuk berbagi pengalaman pribadi pengguna, tetapi juga tempat berdiskusi tentang peristiwa penting di dunia. Perbincangan yang terjadi memberi gambaran unik atas apa yang menjadi perhatian publik global. Untuk mengetahui hal tersebut, pada Senin (9/12/2013), perusahaan jejaring sosial Facebook telah merilis data tentang topik apa saja yang paling banyak diperbincangkan di seluruh dunia sepanjang 2013.

Ternyata, Paus Fransiskus menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan penduduk dunia di Facebook. Ia mulai memimpin Gereja Katolik Roma pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI.

Pengguna Facebook di seluruh dunia juga banyak membicarakan tentang pemilihan umum di berbagai negara, bayi Kerajaan Inggris, lalu diikuti bencana topan Haiyan di Filipina.

Kematian mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, juga mendapat perhatian pengguna Facebook, sama halnya dengan diskusi tentang penyanyi sekaligus aktris Miley Cyrus, fenomena dansa Harlem Shake, peristiwa bom Boston Marathon, dan lomba balap sepeda Tour de France.

Kematian tokoh anti-apartheid, Nelson Mandela, pada 5 Desember 2013, juga langsung masuk peringkat 10 topik yang paling banyak diperbincangkan di Facebook. Hingga tanggal 6 Desember 2013, ada 115 juta perbincangan tentang Mandela di Facebook.

Berikut 10 topik yang paling banyak dibicarakan pengguna Facebook secara global.

1. Paus Fransiskus
2 . Pemilihan umum (election)
3 . Bayi Kerajaan Inggris
4 . Topan
5 . Margaret Thatcher
6 . Harlem Shake
7 . Miley Cyrus
8 . Boston Marathon
9 . Tour de France
10 . Nelson Mandela

Di negara tertentu, topik yang paling sering dibicarakan berbeda-beda. Di Spanyol, misalnya, topik yang paling banyak dibahas adalah Real Madrid.

Sementara di Inggris, topik yang paling banyak dibahas adalah Andy Murray, sedangkan di Amerika Serikat adalah Super Bowl, dan di Singapura mengenai ajang balap F1.

Sementara itu, tempat yang paling banyak dikunjungi oleh pengguna Facebook dari seluruh dunia, posisi pertama ditempati oleh Disneyland di Amerika Serikat.

Beberapa tempat di Indonesia juga masuk dalam peringkat lokasi yang dibahas pengguna Facebook di seluruh dunia.

Tempat-tempat ini antara lain, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali (yang berada di peringkat 373), Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (474), Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta (839), dan Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta (936).

Facebook, "Paling Nyaman" untuk Bekerja

Mark-Zuckerberg780x390

Facebook kembali terpilih sebagai perusahaan ternyaman untuk bekerja menurut survei dari Glassdoor.com. Situs web jejaring sosial terbesar itu menduduki posisi teratas selama tiga tahun berturut-turut dalam survei yang sama.

Glassdoor melakukan survei terhadap 500 ribu perusahaan selama 12 bulan terakhir yang didasarkan atas komentar karyawan. Hasilnya, ada 50 perusahaan yang menjadi tempat terbaik untuk bekerja. Mayoritas karyawan Facebook betah bekerja karena perusahaan berkomitmen terhadap budaya hacker, peluang karier, memberi tunjangan, dan memberi kesempatan karyawan mengimbangi kehidupan antara bekerja dan bermain. Karyawan bangga karena telah memberi sumbangsih agar Facebook mendapatkan 1 miliar pengguna pada Oktober 2012.

Tahun 2012 ini, Facebook mendapatkan skor 4,7 (skala 1 sampai 5). Para karyawan percaya kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg, yang mendapat dukungan dari karyawan sebesar 99 persen.

Dari 50 perusahaan itu, Glassdoor merangkum 10 perusahaan teknologi yang berhasil jadi tempat terbaik untuk bekerja.

Google berada di posisi 3 dengan skor 4,3 dan CEO Goole Larry Page mendapat dukungan karyawan sebesar 94 persen. Situs jejaring sosial profesional LinkedIn pun masuk di posisi 5 dengan skor 4,1. Sang CEO mendapat kepercayaan karyawan sebesar 91 persen.

Glassdoor: Top 10 Tech Companies Best Places to Work 2013

Courtesy : KOMPAS