Akhirnya Proses Akuisisi Microsoft-Nokia Selesai

elop-satya

Seperti yang pernah dikabarkan sebelumnya, proses akuisisi Microsoft terhadap Nokia akhirnya selesai hari ini. Seperti yang ditulis dalam laman blog resmi Microsoft, proses akuisisi tersebut akan menjadikan Stephen Elop (ex-CEO Nokia), menjadi executive vice president of Microsoft’s Devices and Studios Group. Dengan posisi tersebut, Elop akan memimpin divisi yang sedang mengembangkan Xbox, Xbox Live, Microsoft Studios, Microsoft Hardware, Surface dan Nokia Devices & Services.

Nokia Oyj yang sekarang menjadi Microsoft Mobile Oy merupakan anak perusahaan dari Microsoft yang bertanggung jawab mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan ponsel seluler Lumia, Asha, dan Nokia X serta perangkat lainnya. Jadi akan menarik kita lihat bagaimana lini Nokia X berkembang di tangan Microsoft. Microsoft Mobile Oy ini sendiri merupakan bagian dari Microsoft Devices yang dikepalai oleh Stephen Elop.

Akuisisi ini juga membuat Microsoft memiliki 8500 paten desain telephone yang dibuat oleh Nokia. Selain itu Microsoft juga memiliki lisensi 30.000 ‘utility’ paten dari Nokia selama 10 tahun dengan opsi untuk memperpanjang. Microsoft juga akan mengambil alih sejumlah 25.000 karyawan Nokia di lini telephone yang tersebar di 50 negara dan beberapa pabrik yang memproduksi perangkat telepon.

Sayangnya Microsoft masih belum mengumumkan bagaimana branding mereka setelah proses akuisisi ini selesai. Apakah masih menggunakan merk Lumia ataukah menggunakan merk lain seperti Surface Phone ataukah Microsoft Mobile.

Well, mari kita lihat bagaimana kiprah kedua perusahaan ini setelah bergabung. Strong together?

Courtesy : Idwinphone

Advertisements

Trik Membedakan Software Windows Asli dan Bajakan

windows-8.1

Sistem operasi Microsoft Windows bajakan ternyata banyak dicari orang. Kualitas tinggi yang menyerupai aslinya, namun harga lebih murah menjadi daya tariknya. Lalu bagaimana membedakan software yang asli dengan yang bajakan?Menurut Ronald A Schwarz, Konsultan Microsoft, jika dilihat dari packing (kemasannya), baik yang asli maupun yang bajakan nyaris tidak ada bedanya. Hanya saja pada bagian belakang packing Windows original terdapat stiker dari importir resmi, sementara packing bajakan tidak memilikinya.

“Kemudian pada kepingan CD ada perbedaan yang bisa dilihat. Menurut Ronald, meski sudah berkualitas tinggi, kepingan CD software bajakan masih belum mampu membubuhkan beberapa ‘identitas’ kepingan asli berupa hologram yang menyatu di tepi luar dan dalam CD. Yang palsu jika ada hologramnya, itu merupakan stiker. Palsu belum bisa membuat hologram yang langsung di kepingan. Kalau palsu sekilas memang sama,” katanya.

Praktek yang sering dilakukan, penjual perangkat komputer seperti notebook juga menawarkan instalasi Windows kepada pembeli. Jika dari penawaran pabrik memang disertai dengan instalasi Windows, maka dijamin original. Namun jika dari toko yang menginstal, maka patut dicurigai.

“Apalagi jika tidak ada biaya tambahan ketika membeli Notebook namun sudah diinstall (Windows), sudah pasti palsu,” kata Ronald A Schwarz.

Microsoft mencium peredaran software Microsoft Windows 7 palsu di beberapa daerah sejak akhir tahun 2013 lalu. Kemudian Microsoft melakukan survei pasar di tiga kota yaitu Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Di Semarang, Dit Reskrimsus Polda Jateng menyita 27 pack Software Microsoft Windows 7 bajakan dari tiga toko. Jonathan Selvasegaram dari Microsoft Digital Crimes Unit mengatakan software dijual kepada konsumen dan pebisnis dan sudah banyak yang menjadi korban penipuan.

“Dengan instalasi software bajakan, membuat sistem IT mereka masuk dalam resiko keamanan,” kata Jonathan Selvasegaram.

Microsoft meminta agar konsumen harus lebih waspada dalam melakukan pembelian perangkat lunak atau komputer baru mereka. Dari segi harga Software Mocrosoft Windows 7 bajakan dijual dengan harga mulai Rp 650 ribu hingga Rp 950 ribu, sedangkan software asli antara Rp 1,14 juta hingga Rp 1,86 juta.

Courtesy : Liputan 6

Gosip : Windows 8.1 Update 2 Hadir Bulan Agustus

windows-8.1

Masih ingat dengan acara BUILD 2014 yang diselenggarakan awal bulan lalu? di acara tersebut tidak hanya membahas update Windows Phone 8.1 yang sekarang sudah bisa kita nikmati menggunakan preview developer. Di ajang tahunan tersebut, Microsoft juga memperkenalkan update Windows 8.1 bagi pengguna PC atau tablet, dan salah satu update yang cukup mendapatkan applause dari para pengguna Windows adalah dikembalikannya Start Menu yang sangat legendaris itu.

Update 1 Windows 8.1 sudah bisa diunduh beberapa minggu lalu, namun pada update tersebut, start menu yang menjadi ikon sistem operasi Windows yang sudah tertanam sejak versi Windows 95 belum juga terlihat, jadi kapan start menu tersebut akan muncul? Salah satu sumber terpercaya mengungkapkan kepada Mary Jo, update Windows 8.1 update 2 yang akan membawa start menu akan hadir di bulan Agustus 2014 (salah seorang leaker asal Rusia Wzor, mengatakan bulan September).

Ya, update 2 dari Windows 8.1 digosipkan akan membawa start menu dengan penambahan beberapa fitur yang dipercaya akan membuat pengalaman pengguna Windows menjadi lebih menarik. Seperti yang di demokan oleh Myeserson di acara BUILD 2014, start menu Windows 8.1 akan memiliki live tile seperti pada Windows Phone dan Windows 8.1 pada mode home.

windows 8.1 update 2

Microsoft sendiri memiliki rencana untuk menjadikan satu produk yang menggunakan sistem operasi Windows RT dengan Windows Phone. Microsoft mencoba membuat ekosistem dari sistem operasi mereka berjalan dengan baik. Bahkan saat ini beberapa aplikasi seperti HALO: Sparta Assault, sudah bisa digunakan untuk semua perangkat, baik PC, Tablet maupun Windows Phone. Update Windows selanjutnya, Windows 9 (kode: threshold) akan bisa menjembatani ekosistem antar perangkat ini dengan lebih baik. Update Windows 9 ini diperkirakan akan hadir pada musim semi tahun 2015.

Courtesy : Idwinphone

Microsoft Secara Resmi Merangkul Bisnis Perangkat dan Layanan Nokia

NokiaDayOne_WithNokiaX_1600x540_EN_US_JPG

Microsoft Corp. telah mengumumkan penyelesaian akuisisi bisnis Perangkat dan Layanan Nokia. Penyelesaian akuisisi ini menandai langkah penting yang akan menyatukan kedua organisasi ini sebagai satu tim, yang diharapkan dapat selesai dalam kurun waktu 18 hingga 24 bulan.

Stephen Elop, mantan Direktur Utama dan CEO Nokia, akan berperan sebagai wakil direktur eksekutif Devices and Studios Group Microsoft, di bawah tanggung jawab CEO Microsoft, Satya Nadella. Elop akan memimpin tim yang sedang mengembangkan Xbox, Xbox Live, Microsoft Studio, Microsoft Hardware, Surface, serta Layanan dan Perangkat Nokia.

Microsoft akan terus memberikan nilai dan peluang baru, serta bekerja sama secara lebih erat dengan berbagai mitra perangkat keras, seperti pengembang, operator, ditributor, peritel, platform tertentu, alat bantu, aplikasi, serta layanan yang memungkinkan mereka membuat perangkat luar biasa. Dengan lebih memahami fungsi perangkat keras dan perangkat lunak sebagai satu kesatuan, perusahaan ini akan memperkuat dan mengembangkan permintaan perangkat Windows secara keseluruhan.

Microsoft mengacu pada Microsoft Corporation. serta afiliasinya, termasuk Microsoft Mobile Oy, yakni anak perusahaan Microsoft Corporation. Microsoft Mobile Oy mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan ponsel seluler Lumia, Asha, dan Nokia X serta perangkat lainnya.

Courtesy : Microsoft

Inilah Ponsel Android Pertama Nokia

Nokia And

(Normandy, Smartphone Nokia yang diduga berbasis Android. Theverge.com)

Nokia telah mengembangkan ponsel Android sendiri. Berjuluk Normandy dan dikenal secara internal di Nokia dengan sejumlah nama lain, handset ini dirancang sebagai langkah berikutnya untuk ponsel kelas low-end dari pembuat smartphone asal Finlandia itu.

The Verge menulis, dari sumber-sumber yang mengetahui rencana perusahaan itu disebutkan bahwa Nokia telah menguji Normandy dengan varian “cabang” Android khusus yang tidak selaras dengan versi milik Google, mirip dengan apa yang dilakukan Amazon dengan lini Kindle Fire.

Gambar handset itu diungkap pada bulan November oleh @evleaks, yang menunjukkan perangkat bergaya Lumia tanpa tombol kapasitif yang jelas untuk navigasi.

Menurut The Verge, Normandy mendukung aplikasi Android seperti Skype dan aplikasi populer lainnya. Nokia telah mengembangkan ponsel Android meskipun telah ada rencana Microsoft untuk mengakuisisi bisnis handset perusahaan itu.

Tidak jelas apakah Nokia akan merilis handset itu sebelum kesepakatan Microsoft tersebut selesai, atau apakah Microsoft akan terus dengan rencana perangkat itu.

Beberapa sumber telah mengungkapkan kepada The Verge bahwa Normandy dirancang setara Asha untuk mendorong perangkat murah dengan akses ke lebih banyak aplikasi smartphone tradisional–sesuatu yang diperjuangkan perusahaan itu untuk lini Asha Series 40.

“Upaya Nokia ini mirip dengan penggunaan Android oleh Amazon, yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan sepenuhnya untuk digunakan sendiri, tulis The Verge, 10 Desember 2013.

Karyawan Nokia yang bekerja untuk Normandy diberitahu perangkat itu direncanakan untuk rilis pada 2014. Salah satu sumber menggambarkan upaya untuk Normandy sebagai “kekuatan penuh”.

Kecuali Nokia berhasil merilis Normandy menjelang kesepakatan dengan Microsoft, kita tidak bisa membayangkan Microsoft bakal tertarik menggunakan Android untuk menyasar kelas low-end dibandingkan sistem operasi Windows Phone sendiri.

Courtesy : Tempo

Microsoft Imbau Pengguna Windows XP Beralih, Ada Apa ?

bliss_xp

Windows XP adalah sistem operasi paling sukses yang pernah dirilis Microsoft. Bagaimana tidak, sejak diluncurkan tahun 2001 silam, OS tersebut masih dipakai oleh 11,4 juta pengguna PC di Indonesia. Angka tersebut berdasarkan perkiraan lembaga riset IDC yang tercantum dalam keterangan pers dan melambangkan 43 persen pangsa sistem operasi desktop di Tanah Air.

Namun, pihak Microsoft mengimbau sekian juta pengguna tersebut untuk segera upgrade ke sistem operasi Windows yang lebih baru. Pasalnya, dukungan extended support untuk Windows XP akan dihentikan pada 8 April 2014, atau persis setahun dari sekarang.

Produk Microsoft memang memiliki dua “siklus hidup”. Pertama adalah mainstream support yang dalam hal ini produk bersangkutan akan memperbarui sektor sekuriti, stabilitas, patch, dan fitur baru secara gratis.

Siklus kedua adalah extended support, yang dalam hal ini Microsoft hanya akan memperbarui sektor sekuriti untuk menambal celah keamanan, sementara pembaruan jenis lainnya tersedia secara berbayar.

Nah, begitu extended support untuk Windows XP berakhir, pengguna akan kehilangan semua pembaruan vital di sektor untuk menjaga keamanan sistem. Akibatnya, mereka semakin berisiko terkena serangan malware, virus, atau hacker.

“Meskipun pernah menjadi OS paling populer dalam sejarah Microsoft, Windows XP tidak dirancang untuk menghadapi tantangan sekarang,” tulis Windows Division Business Group Head Microsoft Indonesia Lucky Gani.

Bagaimana dengan pengguna Windows XP di luar negeri? Penelitian Net Applications yang dilakukan pada Maret lalu mengungkapkan bahwa OS berumur 12 tahun ini masih menguasai 37,73 persen pasaran sistem operasi desktop global.

Adapun sistem operasi yang paling banyak dipakai adalah Windows 7 (44,73 persen), sementara pangsa Windows 8 (3,31 persen) masih berada di bawah Windows Vista (4,99 persen).

Di Indonesia, menurut Microsoft, pengguna yang memakai Windows 7 sudah lebih banyak dari Windows XP, yaitu 46 persen berbanding 43 persen.

Courtesy : KOMPAS

Nokia Gagal Promosikan Lumia 1020

nokia-lumia-1020

Peluncuran iPhone 5S dan 5C yang heboh di berbagai negara beberapa bulan yang lalu. Namun, sayangnya, hal yang sama tak terjadi saat peluncuran Nokia Lumia 1020 di Amerika Serikat kemarin. Padahal, Nokia Microsoft sudah menyebarkan berita bahwa akan memberikan ponsel gratis untuk 20 pengunjung pertama. Tapi, yang datang tak lebih dari 10 orang. Situs Reddit melaporkan, seorang gelandangan bernama Beeslo adalah yang pertama mendapatkan ponsel ini. Menurut pengakuannya, ia sudah mengantre sejak pukul tujuh pagi. Ia takut akan kehabisan Lumia. Tapi, setelah tiga jam mengantre, hanya ada dua orang dibelakanngnya.

“Saya merasa seperti orang bodoh menunggu di luar Microsoft Store untuk Lumia 1020 gratis yang kabarnya akan diberikan kepada 20 pengantre pertama selama tiga jam. Padahal, saya bahkan tak perlu lama menunggu,” kata Beeslo. Beeslo mengaku ingin mendapatkan Lumia untuk diberikan pada istrinya. Sementara, ia tak tertarik untuk memiliki Lumia 1020 karena ia sudah nyaman menggunakan ponsel Android.

Sepertinya upaya promosi Nokia dan Microsoft tidak berjalan baik. Padahal, Lumia 1020 dilengkapi dengan kamera berkekuatan 41 mega piksel dan berjalan dengan sistem operasi Windows 8. Bahkan, harusnya ponsel ini dijual dengan harga Rp 8 juta tapi rupanya promo ponsel gratis itu kurang ditanggapi oleh konsumen.

Courtesy : Tempo

Alasan di Balik Lenyapnya "Start" dari Windows 8

Tombol Start dalam iklan Windows 8.1

Setelah menemani pengguna selama 17 tahun sejak pertama kali muncul di Windows 95, tampilan menu “Start” tak akan dipakai – lagi di sistem operasi Windows 8 yang rencananya akan diluncurkan bulan Oktober. Sebabnya, menurut Kepala Manajer Program Microsoft Chaitanya Sareen, adalah karena menu Start sudah jarang dipakai oleh pengguna.

“Ini terjadi pada Windows 7. Karena taskbar bisa digunakan untuk mem-pin program, pengguna jadi sering menempelkan program-program di taskbar. Akibanya, penggunaan menu Start turun drastis,” ujar Sareen, seperti dikutip oleh PC Pro.

Tren tersebut disimpulkan berdasarkan data telemetri dari Program Peningkatan Pengalaman Pengguna Microsoft. Hal lain yang juga diungkapkan adalah, berkat fungsi pinning taskbar pada Windows 7, pengguna jadi lebih sering memakai tombol shortcut untuk membuka aplikasi ketimbang membuka menu Start. “Cukup tekan kombinasi tombol ‘Windows’ dan ‘1’, maka program pertama yang di-pin di taskbar akan langsung berjalan. Proses ini cepat sekali,” tandas Sareen.

Selama ini, penghapusan tombol Start di Windows 8 dianggap sebagai cara Microsoft memaksa pengguna untuk beradaptasi dengan antarmuka Metro di sistem operasi tersebut. Metro ditujukan sebagai pengganti menu Start yang dinilai Microsoft sudah usang.

Icon “Start” pada Windows 8 tak lagi memunculkan menu Start ketika di-klik, tapi meluncurkan tampilan Metro. Fitur antar muka baru Windows 8 ini  menjadi salah satu hal yang paling kontroversial dan sering diperdebatkan dari sistem operasi anyar yang belum resmi dirilis tersebut.

Tampilan Metro sendiri terdiri dari bingkai-bingkai (tile) berisi shortcut program dan tampilan informasi aktual sehingga sesuai untuk perangkat berbasis touchscreen. Meski begitu, Sareen menolak mengatakan bahwa interface Windows 8 hanya cocok untuk perangkat seperti smartphone dan tablet. Interface Metro, menurutnya, “bisa bekerja baik dengan mouse dan keyboard”.

Courtesy : KOMPAS

Inikah Nama Resmi Windows Blue ?

Windows Blue or integrate WP & Desktop & Tablet PC platform

Pekan lalu Microsoft mengakui keberadaan “Windows Blue”. Pekan ini, perusahaan software raksasa tersebut agaknya sudah menemukan nama yang pas untuk sistem operasi baru itu. Pengguna Twitter bernama Roman L (@AngelWZR) pada Selasa (2/4/2013) kemarin dalam kicauannya mengutip tautan yang menuju sebuah tangkapan layar komputer atau screenshot.

Dalam screenshot yang diambil dari Winforum.eu tersebut, tampak keterangan kode build Windows Blue yang lebih baru daripada build yang sempat bocor beberapa waktu lalu.

Versi build pada bocoran Windows Blue yang lalu adalah 9364, sedangkan screenshot Roman L menampilkan angka build 9375. Label sistem operasi ini tertulis sebagai “Windows 8.1 Pro”.

Sumber Microsoft yang dikutip oleh Cnet mengatakan bahwa “Windows Blue” akan tetap berada di bawah payung Windows 8 saat Microsoft merilis update Windows 8.1 ini, sama halnya dengan Windows Phone 7.5 yang merupakan bagian dari keluarga Windows 7.

Windows RT juga disebutkan bakal memperoleh update serupa bernama “Windows RT 8.1”. Belum diketahui apakah Microsoft akan menarik bayaran atau tidak untuk update Windows 8 dan Windows RT ini.

Apabila nanti Microsoft benar-benar memilih nama “Windows 8.1” untuk sistem operasi tersebut, boleh jadi update berikutnya tetap akan menggunakan skema nama yang sama, seperti “Windows 8.2” dan seterusnya.

Courtesy : KOMPAS

3 Alasan Jangan Pakai Windows "Jadul"

bliss_xp

Microsoft sedang berusaha merayu pengguna yang masih memakai software “tua” untuk beralih ke software atau sistem operasi yang lebih baru. Microsoft mengungkap tiga alasan mengapa pengguna perlu “migrasi” ke software atau sistem operasi terbaru.

Business Group Lead Windows Microsoft Indonesia, Lucky Gani, menjelaskan, software tua tidak lagi mendapat dukungan penuh dari perusahaan yang mengembangkannya. Hal ini akan dialami sistem operasi Windows XP dan software perkantoran Office 2003, yang akan dihentikan dukungannya pada April 2014.

Secara umum, produk Microsoft memiliki dua “siklus kehidupan”. Pertama adalah mainstream support, sebuah produk akan diperbarui di segala sektor, meliputi keamanan, stabilitas, patch, dan pengadaan fitur baru secara gratis.

Siklus kedua adalah extended support. Dalam hal ini, Microsoft hanya akan memperbarui sektor keamanan untuk menambal celah keamanan. Sementara pembaruan jenis lainnya tersedia secara berbayar.

Jika perusahaan sudah menghentikan dukungan teknis, software bersangkutan tidak mendapat mainstream support dan extended support. Di tahap ini, menurut Lucky, ada risiko keamanan, yaitu sebuah komputer akan rentan terhadap serangan virus dan program jahat karena tidak adanya pembaruan sistem keamanan untuk menangkal serangan cyber yang makin canggih.

“Ini alasan pertama pengguna migrasi ke software dan OS yang lebih baru. Tanpa security update, dikhawatirkan virus bisa mencuri atau merusak data dan informasi bisnis Anda,” jelas Lucky dalam diskusi di kantor Microsoft Indonesia di Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Alasan kedua, jika timbul masalah pada komputer yang menggunakan sistem operasi tua, dukungan teknis yang tersedia secara online maupun melalui telepon tidak lagi tersedia. Pengguna harus menghadapi sendiri permasalahan tersebut.

Sebuah komputer yang pakai sistem operasi tua terkadang tidak bisa menjalankan software dan aplikasi generasi terbaru. Perusahaan pembuat software fokus membuat produk untuk sistem operasi terkini. Selain itu, driver untuk memaksimalkan performa hardware, beberapa tidak kompatibel dengan sistem operasi tua.

Down time menjadi alasan ketiga. Anda harus bersiap menanggung risiko terganggunya aktivitas bisnis karena alasan teknis pada komputer bisa berupa software maupun hardware.

Jika menjalankan bisnis dengan komputer, lalu terjadi gangguan pada komputer tersebut, Anda akan kehilangan waktu karena komputer rusak dan tidak dapat beroperasi. Bagi pelaku UKM yang memiliki perangkat komputer terbatas, hal ini tentu merugikan usaha.

Microsoft mengajak pengguna untuk migrasi menggunakan software dan sistem operasi terkini, yang diklaim memberi pengalaman komputasi lebih baik. Software versi terbaru tentu mengalami penyempurnaan dan mengikuti tren teknologi, termasuk komputasi mobile dan komputasi berbasis awan (cloud).

Courtesy : KOMPAS

Hacker Bersiap Sambut "Kematian" Windows XP

bliss_xp

Masih menggunakan Windows XP? Sekarang mungkin merupakan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan upgrade, sebelum masuk bulan April tahun depan. Pasalnya, seperti dikutip dari Computer World, para peretas (hacker) dilaporkan sedang menanti saat-saat “kematian” Windows XP tersebut.

Sistem operasi lawas yang sudah beredar sejak awal abad ke-21 ini memang akan dimatikan atau dihentikan dukungannya oleh Microsoft pada 8 April 2014. Artinya Microsoft tak bakal lagi menyalurkan update keamanan untuk Windows XP mulai tanggal tersebut.

Nah, inilah yang ditunggu-tunggu oleh hacker. menurut pakar keamanan Jason Fossen dari SANS Institute, para hacker sedang menimbun informasi celah-celah keamanan Windows XP untuk “dilepaskan” menyerang OS itu ketika tidak dilindungi lagi oleh Microsoft. Pengguna dari kalangan konsumen maupun korporat yang masih mengandalkan Windows XP pun rentan menjadi korban pembobolan sistem.

Apalagi, menurut perkiraan Computer World, sistem operasi populer tersebut bakalan masih dipakai oleh 33-34 persen komputer di seluruh dunia pada saat dukungan keamanannya dicabut oleh Microsoft tahun depan.

Setelah 8 April 2014, pengguna Windows XP punya dua pilihan untuk tetap aman: meng-upgrade ke sistem operasi yang lebih baru atau membayar sejumlah besar uang ke Microsoft untuk terus memberi update Windows XP secara eksklusif. Pilihan yang kedua ini tentu hanya mungkin diambil oleh kalangan korporat.

Di sisi lain, rupanya terdapat permintaan yang cukup tinggi atas “amunisi” untuk menyerang Windows XP di tanggal kematiannya kelak. “Harga rata-rata untuk sebuah eksploit Windows XP di pasar gelap mencapai 50.000-150.000 dollar AS (sekitar Rp 520 juta-Rp1,5 miliar),” ujar Fossen.

Courtesy : KOMPAS

Cara Sederhana Menampilkan Start Menu Pada Windows 8

Win8-live-tiles

Untuk anda yang sudah memakai windows 8 deplover preview, namun mengalami kendala dalam memunculkan Star menu, jangan berkecil hati, karena disini akan memberikan totorialnya secara gratis untuk anda pengguna windows 8, perlu kita ketahui bersama pada dasarnya microsoft telah membuang menu start model lama dan di gantikan dengan layar start model baru. Untuk memunculkan kembali model start menu Windows 8 seperti menu lama di windows 7 maupun vista. dan saya akan berbagi tips tentang cara memunculkan kembali start menu model lama seperti di windows 7 dan vista maupun XP, akan menunjukkan tiga cara sederhana menampilkan start menu windows 8 yang bisa Anda pilih sala satu diantaranya adalah Tips Trik Windows 8 berikut :

Yang Pertama dan yang berhasil diterapkan adalah dengan memakai Hack Registry, ataupun dengan cara mengganti nama file sistem pada win 8, ataukah menggunakan aplikasi atau program pihak ketiga :

Mengoperasikan Registry Hack

Cara ini melibatkan sedikit memodifikasi registry windows 8 dan dapat mengembalikan start menu model lama di windows 8, perlu di ketahui bahwa cara ini juga akan menonaktifkan antarmuka pengguna pita atau Ribbon UI dan pita di windows explorer. Tekan tombol keyboard WIN+R tombol bergambar logo windows dan huruf R untuk menjalankan kotak dialog RUN, ketik regedit lalu tekan Enter, maka secara otomatis akan menjalankan Jendela Registry editor, kemudian cari ke tab berikut:

1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer

2. Di panel sebelah kanan rubah nilai dari RPEnabled ke 0 lihat gambar di bawah:

Registry Hack Window 8

3. Selesai, langkah diatas akan menampilkan start menu model lama di windows 8

start menu model lama di windows 8

Jika Anda ingin mengembalikan kepengaturan semula, cukup ganti nilainya menjadi 1 kembali

Tips Kedua yaitu Dengan mengganti Nama file sistem.

Cara ini adalah melibatkan penggantian nama file sistem “shsxs.dll”. cara ini akan mengaktifkan start menu model lama di windows 8, dan menonaktifkan start screen model baru. tidak seperti tips yang pertama, antarmuka pengguna Pita tidak akan ikut di nonaktifkan di windows explorer.

1. Tekan tombol keyboard WIN+R tombol bergambar logo windows dan hurup R guna untuk menjalankan kotak dialog RUN, ketik %windir% dan tekan Enter, kemudian akan terbuka jendela folder Windows.

2. Cari file yang bernama shsxs.dll, kemudian ganti namanya menjadi nama lain, misalnya: shsxs.dll.bak

3. Jikalau Muncul pemberitahuan error pada proses penggantian nama filenya, coba di “take ownership” dahulu filenya lihat gambar dibawah:

start menu model lama di windows 8

Selesai, silahkan di restart windows 8 anda, dan lihat hasilnya maka akan muncul start menu model lama ala windows 7/vista di windows 8

Cara Ketiga menampilkan start menu windows 8 Memakai program pihak ketiga

start menu model lama di windows 8

Cara ini Memudahkan Anda jika tidak ingin repot atau tidak tahu menahu mengenai totorial pertama dan kedua, silahkan pakai perangkat lunak Metro Controller, adala utilitas yang akan menonaktifkan antarmuka pengguna Metro, Start screen dan Antarmuka pengguna Ribbon di windows explorer anda bisa menownload Metro Controller pada alamat berikut:

http://winaero.com/download.php?view.15

Courtesy : Hasbi Htc

2014, "Malapetaka" Serang Pengguna Windows XP!

bliss_xp

Microsoft akan memensiunkan sistem operasi Windows XP pada 8 April 2014. Bagi konsumen yang masih nekat dan tidak melakukan migrasi sistem operasi, mereka diprediksi akan menghadapi malapetaka pada tahun depan.

Menurut Direktur Trustworthy Computing Tim Rains, malapetaka tersebut ialah serangan cyber yang memanfaatkan kelemahan pada sistem operasi Windows XP. Sebab, tidak dilanjutkannya dukungan terhadap sistem operasi yang rilis pada 2001 itu secara otomatis akan merugikan penggunannya.

“Pengguna Windows XP tidak lagi menerima pembaruan keamanan ataupun konten teknik. Ini (Windows XP) menjadi platform yang rentan, sehingga tak mampu melawan serangan keamanan,” terang Rains seperti dilansir Softpedia, Senin (16/12/2013).

“Cara terbaik agar berada lebih depan dari serangan di 2014 ialah bermigrasi dari Windows XP ke sistem operasi baru yang memberikan proteksi lebih seperti Windows 7 atau Windows 8, sebelum April 2014,” sambungnya.

Meski sosialisasi terus dilancarkan, Windows XP saat ini menempati platform yang paling banyak di dunia dengan mencokol di posisi kedua dengan pasar 30 persen. Microsoft berharap bahwa pasar dari sistem operasi tersebut bisa ditekan menjadi 13 persen pada April tahun depan.

Courtresy : Techno Okezone