E-mail Steve Jobs Ungkap Cara "Bunuh" Android

steve_jobs_ipod

Persidangan antara Apple melawan Samsung ternyata menguak fakta strategi Apple di tahun 2011. Di tahun itu, Apple ternyata sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengejar ketertinggalannya dari Android, dan bagaimana cara mengalahkan mereka.

Dalam sidang yang digelar pada Jumat (4/4/2014) di Pengadilan San Jose, California, tersebut disajikan data berupa e-mail dari pendiri Apple, Steve Jobs.

Dalam e-mail yang bersifat rahasia itu, Jobs mengatakan bahwa 2011 menjadi “perang suci” melawan Google dengan Android-nya, dan langkah-langkah apa yang perlu diambil Apple.

Dikutip 9to5 Mac, Jumat (4/4/2014), di tahun tersebut Apple mencoba mengembangkan smartphone murah tersebut dari basis iPod touch untuk menggantikan iPhone 3GS yang masih beredar saat itu.

Dari sisi software, Jobs menyadari bahwa iOS dalam iPhone mulai terancam keberadaannya oleh Android, sebab fitur-fitur Android saat itu sudah melampaui Apple.

Jobs kemudian menyusun rencana bagaimana iOS bisa menyaingi Android, terutama dalam hal bagaimana iPhone menampilkan notifikasi, kemampuan tethering, serta fitur pengenalan suara.

Strategi itu belakangan terbukti sukses saat iPhone memperkenalkan fitur asisten pribadi dalam iPhone 4S yang diberi nama “Siri.” Nama Siri sendiri menurut dokumen tersebut ternyata juga telah ditentukan sebelum peluncuran iPhone 4S karena sebelumnya Jobs menyebut smartphone itu dengan nama “Plus iPhone 4”.

Dalam hal komputasi awan, Jobs juga mengakui saat itu Apple ketinggalan dari Google, terutama dalam hal fitur Contacts, e-mail, dan kalendernya yang bisa disinkronkan dengan beragam perangkat.

Saat itu, Jobs memunculkan ide membuat fitur MobileMe untuk membantu agar ekosistem Apple lebih menyatu sehingga konsumen tidak beralih ke platform lain. MobileMe kemudian menjadi basis layanan iCloud yang kita kenal saat ini.

Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa di tahun 2011, Jobs sudah menyadari bahwa iOS akan kalah dari Android jika tidak dilakukan pembenahan dan penambahan fitur. Isi e-mail lengkap Steve Jobs di tahun 2011 tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Strategi Jobs bisa dibilang berhasil jika melihat loyalitas yang diberikan oleh fans Apple, khususunya pengguna iPhone sejak 2011 hingga kini. Hanya, saat ini konsumen menunggu Apple membuat smartphone dengan layar yang lebih besar serta harga yang lebih terjangkau. Mampukah Apple memenuhi tuntutan tersebut?

Advertisements

Galaxy S5 vs Xperia Z2, Mana Paling Canggih?

JalanTikus.com – Samsung memperkenalkan smartphone flangsip terbarunya Galaxy S5 pada akhir Februari lalu di Barcelona bertepatan dengan ajang MWC 2014, bersamaan dengan itu Sony juga mengungkap ponsel anyarnya Xperia Z2 yang akan menjadi pesaing kuat Galaxy S5.

Jeroan: OS, Hardware dan RAM
Dari segi dapur pacu, kedua ponsel ini mengusung spesifikasi paling tangguh saat ini sebut saja prosesor quad core besutan Qualcomm. Xperia Z2 memakai chipset Snapdragon MSM8974AB dengan kecepatan 2.3GHz, GPU Adreno 330 sementara itu Galaxy S5 sedikit lebih unggul dengan chipset Snapdragon MSM8974AC 2.5GHz, GPU Adreno 330.Baik Xperia Z2 maupun Galaxy S5 mengusung OS Android v4.4.2 KitKat, Galaxy S5 menggunakan RAM 2GB dengan pilihan memori internal 16GB dan 32GB yang mendukung slot microSD sampai 128GB. Sedangkan Xperia Z3 RAM-nya sudah 3GB berbekal memori internal 16GB + microSD sampai 64GB.

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.1
Samsung Galaxy S5: 9.0

Layar: SUPER AMOLED vs IPS TRILUMINOS
Hadir dengan resolusi yang sama besarnya yakni Full HD 1920 x 1080 piksel, Xperia Z2 menawarkan layar sedikit lebih luas berukuran 5.2″ (424ppi) berjenis IPS LCD dan mengusung teknologi termutakhir seperti Triluminos Display, X-Reality Engine dan Live Color LED.

Sementara itu Galaxy S5 dengan layar 5.1″ menghasilkan kerapatan lebih tinggi sebesar 432ppi berjenis Super AMOLED berlapskan kaca Gorilla Glass 3 yang akan melindungi permukaan ponsel sehingga lebih aman dari goresan ringan sampai menengah.

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.7
Samsung Galaxy S5: 9.7

Kamera dan Video
Kedua smartphone canggih ini punya fitur kamera paling canggih di kelasnya, Xperia Z2 dengan kamera utama berkekuatan 20.7 MP mampu merekam video berkuialitas tinggi 4k 2060p (ultraHD) serta kamera depannya 2.2MP berkemampuan rekam video Full HD 1080p.

Tak jauh berbeda, Galaxy S5 denagn kamera utama 16MP juga dapat merekam video UltraHD, juga kamera depannya yang beresolusi 2.2MP dapat merekam video Full HD.

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.5
Samsung Galaxy S5: 9.3

Aplikasi, Fitur dan Sensor
Berbekal OS Android paling gress saat ini, tentunya kedua ponsel ini dapat menggunakan semua aplikasi populer yang jumlahnya mencapai 1 Miliar lebih apps dan games di Google Play.

Ada fitur unik di Galaxy S5 yakni sensor sidik jari yang dapat difungsikan sesuai keinginan seperti membuka-kunci ponsel hingga melakukan

pembayaran online secara aman dan nyaman.Kedua ponsel ini juga dibekali dengan fitur tahan air, Galaxy S5 dengan sertifikat IP67 yang dapat bertahan di kondisi ekstrim seperti berendam dalam air 1.5m selama 30 menit. Tak mau kalah, Xperia Z2 mengusung sertifikat lebih tangguh IP58 dengan ketahanan yang sama, namun dengan durasi lebih lama.

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.4
Samsung Galaxy S5: 9.5

Daya Tahan Baterai
Segala fitur tangguh yang disertakan pada smartphone diatas tentunya membutuhkan pasokan daya yang cukup, untungnya masing-masing produsen telah menyematkan baterai berkapasitas besar. Galaxy S5 dengan baterai 2800 mAh tentunya mampu mensupply aktifitas ponsel seharian.

Sementara itu Xperia Z2 berbekal baterai lebih tangguh dengan kapasitas 3200 mAh.

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.3
Samsung Galaxy S5: 9.0

Harga
Kedua smartphone ini bermain di kasta paling tinggi, tentunya tidak akan hadir dengan bandrol harga yang sembarangan, kedua vendor ini telah mempertimbangkan harga yang pantas untuk pasaran.

Samsung Galaxy S5 dipasarkan dengan kisaran harga Rp 8.100.000,- hingga Rp 8.500.000,-. Sedangkan untuk Sony Xperia Z2 sedikit lebih konsisten dengan harga pasaran Rp 8.499.000,-

Jaka Score
Sony Xperia Z2: 9.0
Samsung Galaxy S5: 8.9

Kesimpulan

Sony Xperia Z2 menjadi yang terbaik dalam urusan kamera utama, display dan audio. Bahan alumunium nya adalah pilihan khas tipe gadgets premium sedangkan desain dan bahan plastik Galaxy S5 tampak lebih memberi kesan sportif dari pada premium. Walau prosesor berbeda tapi tetap prosesor terbaru dengan performa tinggi dan Galaxy S5 menggunakan prosesor paling baru dari keluarga Snapdragon 800, rencananyapun Galaxy S5 akan menggunakan varian prosesor bawaan Samsung : Exynos 5 octa core. Seri Exynos adalah SoC(System On Chip) berbasis ARM dari Samsung.

Koneksi WiFi kedua phablet menggunakan teknologi terkini dan bedanya Galaxy S5 menambahkan fitur Download Booster dan MIMO (Multiple Input Multiple Output) menggunakan dua antenna internal untuk Wi-Fi yang lebih menjanjikan akselerasi. Untuk teknologi pemindai sidik jari dan ketahanan terhadap air dan debu pada Galaxy S5 bukanlah hal baru, jadi tampak biasa saja.

Spesifikasi Lengkap

Jutaan Android Kena "Heartbleed", Begini Cara Memeriksanya

Ilustrasi.

Ditemukannya celah keamanan “heartbleed” pada protokol OpenSSL membuat geger jagat internet. Pasalnya, bug yang memungkinkan hacker mencuri data sensitif iniseperti password dan nomor PIN, meski sudah dienkripsimenyerang sebagaian besar situs web di seluruh dunia.

Dampak “heartbleed” pun menyebar luas hingga ke ranah gadget, yang dalam hal ini Google mengingatkan bahwa sistem operasi Android 4.1.x dipakai di 34 persen perangkat berbasis platform tersebut.

Artinya, ada jutaan gadget Android yang rawan serangan hacker karena mengidap bugheartbleed“. Selain itu, Marc Rogers. kepala analis di firma keamanan Lookout Mobile, mengatakan bahwa beberapa versi Android 4.2.2 yang telah dimodifikasi oleh rekanan Google juga telah ditemukan terjangkit masalah serupa.

“Saya akan berhati-hati menggunakan perangkat (yang terdampak ‘heartbleed’) tersebut, seperti saat menggunakannya untuk aktivitas perbankan atau mengirim pesan pribadi,” ujar Rogers, sebagaimana dikutip oleh ArsTechnica.

Sistem operasi Android sendiri kerap kali dimodifikasi oleh para produsen gadget atau operator seluler rekanan Google untuk keperluan masing-masing. Karena itu, ada kemungkinan bahwa beberapa varian lain yang menggunakan Android di luar versi 4.1.1 dan 4.2.2 pun ikut bermasalah.

Google mengatakan sedang bekerja bersama para rekanan untuk menyalurkan patch keamanan guna menangkal “heartbleed“. Selagi menunggu, Lookout Mobile telah merilis aplikasi bernama Heartbleed Detector yang bisa mendeteksi apakah perangkat Android terjangkit “heartbleed” atau tidak.

ArsTechnica Aplikasi Heartbleed Detector dari Lookout Mobile mendeteksi celah keamanan pada perangkat Android

Menurut pengujian dengan Heartbleed Detector yang dilakukan ArsTechnica, banyak versi Android memakai versi OpenSSL yang bermasalah. Namun, sebagian besar tak mengaktifkan ekstensi yang mengandung kode itu sehingga dapat dikatakan tidak terkena dampak “heartbleed“.

Lain halnya dengan perangkat Android versi 4.1.1 yang kedapatan mengandung bug bersangkutan dan mengaktifkannya, seperti terlihat dalam screenshot di atas.

Untuk memeriksa apakah gadget Android Anda terjangkit “heartbleed“, unduh aplikasi Heartbleed Detector dari Play Store atau langsung dari tautan ini. Kemudian, instal dan jalankan aplikasinya. Nah, apakah Android Anda terjangkit “heartbleed“?

Courtesy : KOMPAS

Beredar, Bocoran Tampilan Android 4.5 Lollipop

Android Police

Gambar bocoran antarmuka sistem operasi Android 4.5

Sistem operasi Android berikutnya, versi 4.5, disinyalir bakal bernama “Lollipop” atau “Moonshine”, meneruskan tradisi huruf depan yang melambangkan urutan revisi.

Kali ini, agaknya bukan hanya nama atau fitur lain yang diubah oleh Google, melainkan juga tampilan standar OS mobile tersebut.

Hal itu tampak dari bocoran gambar yang dimuat oleh situs Phone Arena. Di dalamnya, tampak antarmuka Android 4.5 “Lollipop” dengan deretan ikon yang terlihat baru, termasuk untuk aplikasi Google Maps, YouTube, dan Play Store.

Desain mereka terlihat lebih sederhana, flat atau datar, dengan warna-warna yang lebih kontras dibandingkan ikon pada launcher Android yang ada sekarang.

Beberapa ikon, seperti untuk Gmail, tampak lebih menyerupai ikon layanan serupa versi web dibandingkan Android. Hal tersebut terlihat dalam perbandingan tampilan ikon yang turut dikompilasi oleh Android Police di bawah ini.

Android Police Bocoran tampilan icon pada Android 4.5 dan perbandingan tampilan icon (gambar kanan) antara layanan Google berbasis web, versi Android terkini, dan versi Android berikutnya

Android Police turut menangkap screenshot laman Google Partners yang berisi gambar ikon Calendar, YouTube, dan Maps yang serupa dengan bocoran. Deretan ikon baru dalam bocoran screenshot tersebut tampaknya memang sungguh ada, meski belum tentu bakal dipakai di OS Android versi berikutnya.

Android 4.5 diperkirakan akan terkoneksi erat dengan sistem operasi jam tangan pintar Android Wear yang baru diperkenalkan oleh Google.

Raksasa internet tersebut disinyalir akan mengumumkan kehadiran Android 4.5 secara resmi dalam konferensi Google I/O, Juni mendatang.

Courtesy : KOMPAS

Inilah Ponsel Android Pertama Nokia

Nokia And

(Normandy, Smartphone Nokia yang diduga berbasis Android. Theverge.com)

Nokia telah mengembangkan ponsel Android sendiri. Berjuluk Normandy dan dikenal secara internal di Nokia dengan sejumlah nama lain, handset ini dirancang sebagai langkah berikutnya untuk ponsel kelas low-end dari pembuat smartphone asal Finlandia itu.

The Verge menulis, dari sumber-sumber yang mengetahui rencana perusahaan itu disebutkan bahwa Nokia telah menguji Normandy dengan varian “cabang” Android khusus yang tidak selaras dengan versi milik Google, mirip dengan apa yang dilakukan Amazon dengan lini Kindle Fire.

Gambar handset itu diungkap pada bulan November oleh @evleaks, yang menunjukkan perangkat bergaya Lumia tanpa tombol kapasitif yang jelas untuk navigasi.

Menurut The Verge, Normandy mendukung aplikasi Android seperti Skype dan aplikasi populer lainnya. Nokia telah mengembangkan ponsel Android meskipun telah ada rencana Microsoft untuk mengakuisisi bisnis handset perusahaan itu.

Tidak jelas apakah Nokia akan merilis handset itu sebelum kesepakatan Microsoft tersebut selesai, atau apakah Microsoft akan terus dengan rencana perangkat itu.

Beberapa sumber telah mengungkapkan kepada The Verge bahwa Normandy dirancang setara Asha untuk mendorong perangkat murah dengan akses ke lebih banyak aplikasi smartphone tradisional–sesuatu yang diperjuangkan perusahaan itu untuk lini Asha Series 40.

“Upaya Nokia ini mirip dengan penggunaan Android oleh Amazon, yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan sepenuhnya untuk digunakan sendiri, tulis The Verge, 10 Desember 2013.

Karyawan Nokia yang bekerja untuk Normandy diberitahu perangkat itu direncanakan untuk rilis pada 2014. Salah satu sumber menggambarkan upaya untuk Normandy sebagai “kekuatan penuh”.

Kecuali Nokia berhasil merilis Normandy menjelang kesepakatan dengan Microsoft, kita tidak bisa membayangkan Microsoft bakal tertarik menggunakan Android untuk menyasar kelas low-end dibandingkan sistem operasi Windows Phone sendiri.

Courtesy : Tempo

Asal Usul Nama Google dan Fakta Unik Lainnya

google-id

Ada banyak cerita dan pemberitaan media yang menarik seputar Google. Namun ternyata, masih ada fakta-fakta unik yang belum diketahui oleh banyak orang tentang perusahaan tersebut. Fakta-fakta tersebut ditampilkan dalam situs tanya jawab Quora. Berikut beberapa fakta unik yang menarik.

Nama Google lahir karena “kecelakaan”.

Sejarah Google dimulai dari proyek yang dikerjakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1996. Saat itu, kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University itu berkolaborasi mengembangkan mesin pencari bernama BackRub, yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka.

Pada 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi Googol. “Googol” merupakan istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet. Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek. Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya “mentok” menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka.

Google merupakan salah satu perusahaan digital yang gencar mengakuisisi startup yang berpotensi.

Di antaranya, YouTube, Android, Motorola Mobility, Pyra Labs yang mengembangkan Blogger, serta Keyhole Inc yang melahirkan layanan Google Maps dan Google Earth.

Hingga kini, sudah ada ratusan startup (perusahaan rintisan) yang diakuisisi oleh Google. Sejak 2010, jika dirata-rata, maka Google telah mengakuisisi lebih dari satu perusahaan setiap minggu.

Halaman muka Google tampil bersih sejak kali pertama beroperasi karena dulu kedua pendirinya tidak menguasai HTML.

Page dan Brin juga menginginkan mesin pencari dengan antarmuka yang ringkas. Karena itu, pencarian melalui Google dibuat sederhana. Pengguna cukup menekan tombol Enter setelah memasukkan kata kunci pencariannya. Hingga kini, tampilan homepage Google yang bersih, hanya menampilkan logo dan kotak pencarian, tetap dipertahankan.

Masih ada fakta-fakta menarik lainnya. Indeks pencarian Google memiliki ukuran raksasa, yakni lebih dari 100 juta gigabyte. Dengan kata lain, butuh lebih dari 100.000 hard disk personal berukuran 1 terabyte untuk menyimpan indeks pencarian itu.

Untuk menampilkan informasi pada aplikasi Street View yang merupakan bagian dari Google Maps, jika ditotal, maka Google telah memotret jalan sepanjang 5 juta mil atau 8,046 juta km.

Pada tahun 2012, Google telah menemukan lebih dari 30 triliun URL unik di web. Coba bandingkan dengan jumlah URL unik pada tahun 2008, yang hanya berjumlah 1 triliun!

Satu lagi fakta unik tentang Google. Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan digital paling besar dan paling penting di dunia. Namun ternyata, masih ada kesalahan kode di halaman muka Google. Kalau tidak percaya, sila cek tautan ini.

Courtesy : KOMPAS

Evernote, Aplikasi Catatan untuk Mengingat Segala Hal

evernote

Kebutuhan aplikasi untuk urusan catat-mencatat tidak bisa lagi bisa mengandalakan aplikasi bawaaan, karena pasti penuh keterbatasan. Bagi para pebisnis, aplikasi catatan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dan produktivitas.

Untungnya, sudah ada aplikasi Evernote yang membantu para pebisnis untuk mengingat segala hal. Aplikasi ini bisa dijalankan di komputer pribadi, smartphone dan tablet berbasis iOS serta Android. Evernote yang dikembangkan oleh Evernote Corp, sudah mulai dikenal sebagai aplikasi catat-mencatat populer. Setiap teks yang diketik bisa diubah formatnya menjadi cetak tebal (bold), miring (italic), dan garis bawah (underline). Setiap paragraf bisa diurut dengan angka dan bullet points.

Evernote untuk Android
Tak hanya mencatat teks, Evernote bisa digunakan untuk merekam segala aktivitas di setiap rapat, karena bisa merekam audio dan video, serta mengambil foto.

Bahkan, Evernote bisa mendikte apa yang Anda ucapkan menjadi teks. Kemampuan Evernote memang sangat membantu untuk merekam ide-ide besar.

Jika Anda sedang brainstorming bersama tim lalu menuliskan ide dan saran di white board, Anda bisa mengambil foto white board tersebut dengan Evernote untuk mengingat segala hal di kemudian hari.

Yang juga menarik dari Evernote, Anda bisa melukis dengan jari, mouse, ataupun pena stylus. Anda cukup mengunduh Skitch, yang merupakan aplikasi untuk menggambar dari Evernote. Fitur-fiturnya pun cukup kaya.

 

Skitch untuk iOS
Semua file catatan di Evernote, termasuk file hasil menggambar dengan jari, bisa ditandai (tag) dengan kata tertentu untuk memudahkan ketika pengguna melakukan pencarian file.

Bagaimana dengan file-file yang disimpan? Media penyimpanan Evernote berbasis komputasi awan, di mana Anda dapat menyimpan data di hard disk online Evernote. Jadi, pengguna bisa membuka file catatannya dari perangkat apa saja hanya dengan satu akun Evernote selama ada koneksi internet.

Continue reading

7 Fitur Unggulan Galaxy S4

SONY s4

Samsung resmi memperkenalkan smartphone Android andalan terbarunya, Galaxy S4, di New York, Amerika Serikat, pada 14 Maret 2013 waktu setempat.

Selain dilengkapi dengan spesifikasi yang mumpuni, Samsung mempersenjatai produk ini dengan berbagai fitur baru dari segi aplikasi, seperti S Translator, Air Gestures, Smart Pause, Smart Scroll, dan S Health.

Berikut beberapa penjelasan fitur Galaxy S4, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (15/3/2013).

1. S Translator

LB_1939

(Source: The Verge)

Seperti namanya, fitur ini mampu menerjemahkan berbagai pesan yang terdapat di email, SMS, dan layanan chatting ChatOn. Total, layanan ini mendukung 10 bahasa.

2. Air Gestures

Fitur tersebut mengizinkan penggunanya untuk menggulirkan layar, tanpa harus menyentuh layar. Cukup taruh jari tidak jauh dari layar, sapukan jari, kemudian layar secara otomatis akan berpindah.

Fitur ini mirip dengan yang dimiliki oleh keluarga Galaxy Note. Bedanya, si pengguna tidak membutuhkan stylus S Pen untuk melakukan fitur ini di Samsung Galaxy S4.

3. Smart Pause

Fitur yang satu ini mendeteksi mata penggunanya. Fitur tersebut mampu menghentikan untuk sementara (pause) video yang ditonton, apabila pengguna sedang menatap atau melihat ke arah lain.

4. Smart Scroll

Informasi mengenai fitur Smart Scroll sempat bocor sebelum Samsung Galaxy S4 resmi diperkenalkan. Fitur tersebut mengizinkan penggunanya untuk menentukan ke mana layar akan bergulir hanya dengan menggunakan mata.

Sebagai contoh, saat pengguna sedang membaca sebuah artikel dan pandangan mata mereka berada di ujungnya, aplikasi canggih ini secara otomatis akan menggulirkan layar ke bawah untuk menampilkan paragraf selanjutnya.

5. S Health

LB_2131

(Source: The Verge)

Fitur tersebut akan membantu pengguna untuk memonitor kesehatannya. Galaxy S4 dapat dihubungkan dengan berbagai alat kesehatan untuk memantau berat badan, tekanan darah, dan juga detak jantung.

Galaxy S4 sendiri sudah dilengkapi dengan pedometer yang dapat membantu penggunanya untuk menghitung jumlah langkah setiap harinya.

6. Group Play

Ada berbagai fungsi yang ditawarkan oleh fitur ini. Pengguna dapat melakukan sinkronisasi lagu dan foto antar sesama pengguna Galaxy S4 melalui fitur tersebut.

Pengguna juga dapat bermain game multiplayer, selama aplikasi game mendukungnya. Pada saat peluncuran produk tersebut, sudah ada dua game yang sudah mendukung fitur ini, yaitu Asphalt 7 dan Gun Bros 2.

7. Dual Camera
LB_1865
(Source: The Verge)

Pengguna dapat merekam video atau mengambil gambar dengan menggunakan dua kamera sekaligus yang terdapat di Galaxy S4.

Courtesy : KOMPAS

Kesan Pertama Menggenggam Samsung Galaxy S4

SONY s4

Dalam sebuah acara kopi darat komunitas Android yang diselenggarakan Indosat di Jakarta, Jumat (12/4/2013), ada satu hal yang paling membuat pengunjung penasaran. Pada kesempatan itu, Indosat dan beberapa anggota komunitas Android mempersilakan pengunjung untuk menjajal Samsung Galaxy S4.

Produk ini memang belum dijual secara resmi di Indonesia, tetapi beberapa pihak telah memilikinya. KompasTekno pun tak ingin ketinggalan menjajal Galaxy S4.

Galaxy S4 (1)

Tak ada kesan luar biasa saat pertama kali menggenggamnya. Mungkin karena bentuknya yang hampir sama dengan Galaxy S III. Ya, ponsel ini terlihat seperti Galaxy S III versi besar dengan layar seluas 5 inci. Meski demikian, Galaxy S4 terasa lebih ramping dan lebih ringan.

Galaxy S4 (5)

Saat menggenggam dengan satu tangan, ibu jari tak dapat meraih seluruh sudut layar. Memegang dengan dua tangan dan bernavigasi dengan dua ibu jari adalah cara terbaik memakai ponsel ini.

Layar yang dipakai beraspek rasio 16:9 yang membuat sudut pandang menjadi luas. Layar Galaxy S4 memakai jenis Super AMOLED yang terkenal dengan kontras dan saturasi yang agak tinggi.

Galaxy S4 (6)

Panel belakang Galaxy S4 terbuat dari plastik dan memiliki gestur, meskipun Samsung mengklaim ini adalah material polikarbonat ringan yang kuat. Apa pun klaim tersebut, material ini terasa kurang mantap dalam genggaman dan mengurangi kesan elegan jika Galaxy S4 disandingkan dengan ponsel berbahan kaca atau aluminium.

Galaxy S4 (4)

KompasTekno juga sempat memperhatikan bagian belakang Galaxy S4. Di sana terdapat slot SIM card, MicroSD, sampai baterai. Di sisi atas terdapat kamera dan lampu kilat LED, sedangkan di bawah terdapat komponen speaker.

Galaxy S4 (3)

Galaxy S4 (7)

Kesan luar biasa baru terasa saat mulai mengeksplorasi Galaxy S4 yang telah memakai sistem operasi Android versi 4.2.2 (Jelly Bean).

Performa ponsel andalan Samsung ini terasa sangat gegas dan tak ada lag karena ditopang oleh prosesor octo core (delapan inti) Exynos dan RAM 2GB. Dua komponen inilah yang berperan besar menjamin kelancaran navigasi.

Demikian juga ketika eksekusi aplikasi dilakukan. Untuk sekadar membuka tutup aplikasi sangatlah cepat. Sayang, KompasTekno tak punya banyak waktu bermain-main dengan Galaxy S4 sehingga tak berkesempatan menjajal fitur terbaru yang disematkan.

Courtesy : KOMPAS

10 Aplikasi Android Terbaik untuk Kesehatan

android

Kesehatan menjadi sesuatu yang amat penting untuk semua orang, terutama untuk individu dengan aktivitas yang padat. Bagi mereka dengan keseharian super sibuk, tentu harus meluangkan waktu untuk pergi ke dokter memeriksa tekanan darah atau sekedar mengetahui kalori yang telah dikonsumsi dan dibakar.

Untungnya, ada beberapa aplikasi di perangkat Android yang membantu pengguna mengetahui kesehatannya hanya dengan perangkat smartphone ataupun tablet. Berikut adalah beberapa aplikasi Android terbaik untuk kesehatan.

1. Nike BOOM

Jika Anda membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong semangat berolahraga, aplikasi Nike BOOM mungkin cukup membantu. Pengguna dapat memilih jenis latihan beserta musik pengiringnya.

Kemudian, aplikasi akan memberi semangat dan arahan agar Anda dapat mencapai tahap terakhir. Tak hanya itu, atlet utama dalam aplikasi ini juga akan memberi arahan, layaknya membimbing dan menyemangati olahragawan sejati. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan jejaring sosial Facebook.

2. Backpacker GPS Trails

Backpacker GPS Trails membantu memberi arah tujuan ketika sedang berlari. Dengan aplikasi ini, smartphone atau tablet menjadi GPS yang membantu melacak jalur.

Lebih penting lagi, aplikasi ini dapat menyimpan rekam jejak kinerja si pelari, jikalau mereka ingin membandingkan dengan rekor sebelumnya. Pengguna juga dapat mengirimkan update ke Facebook.

3. Endomondo Sports Tracker

Bagi mereka yang lebih senang berolahraga di perkotaan, Endomondo Sports Tracker adalah aplikasi hebat untuk digunakan di dalam kota. Aplikasi ini akan menjadi teman untuk para pelari, pesepeda, dan pejalan kaki.

Pertama, aplikasi ini berfungsi sebagai GPS yang memastikan pengguna tidak tersasar di kota mana pun. Berikutnya adalah audio feedback, aplikasi ini akan memberi semangat di setiap mil jarak yang telah ditempuh.

Endomondo Sports Tracker juga mencatat jarak, waktu, dan kalori yang terbakar. Bagi pengguna yang kompetitif, bisa mencoba untuk mengalahkan rekor waktu tercepat yang pernah ditempuh teman lainnya.

4. Calorie Counter

Aplikasi ini memiliki beberapa fitur yang membantu pengguna menjaga berat badan. Pertama adalah buku harian makanan, yang di dalamnya terdapat jadwal makan.

Fitur juga dikombinasikan dengan kalender diet, yang melacak jumlah kalori yang dikonsumsi dan dibakar. Ini tentu sangat membantu mengingatkan pengguna dalam menurunkan asupan kalori.

5. BMI Calculator

BMI merupakan singkatan dari Body Mass Index. Dengan BMI Calculator ini, Anda dapat menghitung, menentukan dan memastikan tidak kelebihan berat badan.

6. Soleil Organics

Cara lain untuk hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan organik. Namun, agak sulit mengetahui apakah label yang terpasang di makan organik itu asli atau tidak.

Soleil Organics menjadi aplikasi yang membantu pembeli memastikan mereka tidak tertipu dengan label organik. Aplikasi ini juga memberikan tips tentang makanan apa yang harus dipilih.

7. Instant Heart Rate Pro

Jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling penting. Dengan Instant Heart Rate Pro, pemilik smartphone atau tablet Android dapat mendeteksi bahwa  jantung mereka tetap sehat. Aplikasi ini bisa menjadi alat yang akurat untuk mengukur denyut jantung seseorang.

Pengguna cukup meletakkan jari telunjuk pada kamera telepon, beberapa detik kemudian monitor akan menunjukkan denyut jantung pengguna. Hal ini sangat berguna bagi mereka yang punya masalah dengan jantung.

8. First Aid

Sungguh menyenangkan jika seseorang bisa membantu sesamanya yang membutuhkan pertolongan pertama. First Aid, sebuah aplikasi dari Tim Kesehatan (Health Team), adalah pilihan terbaik bagi siapa saja yang sedang dalam keadaan darurat.

Aplikasi ini akan memberi panduan sederhana, yang tentu akan berguna bagi siapa saja yang berusaha mengobati orang yang membutuhkan pertolongan.

9. ePocrates

Diagnosis dan pengobatan yang tepat merupakan sisi lain untuk menjaga kesehatan. Saat seseorang membutuhkan informasi obat medis, ePocrates datang untuk membantu. Aplikasi ini digunakan oleh mayoritas dokter di Amerika Serikat yang memberi referensi obat terkemuka yang ada di pasar.

10. Pocket Yoga

Terakhir, mari bicara tentang kesehatan mental. Pocket Yoga memungkinkan pengguna memiliki akses ke sebuah panduan gerakan Yoga untuk memberi keringanan dan ketenangan pikiran. Anda seperti memilki instruktur Yoga portabel.

Aplikasi ini memberi tiga praktik yang berbeda, tiga tingkat kesulitan yang berbeda dan tiga jangka waktu yang berbeda. Total sesi yang disajikan dalam Pocket Yoga, mencapai 27 sesi yang berbeda.

Courtesy : KOMPAS

Banjir Malware, Google Awasi Aplikasi di Android Market

android

Banyaknya aplikasi berbahaya yang “menunggangi” aplikasi Android membuat Google menambahkan proses scanning untuk menemukan aplikasi berbahaya di Android Market. Layanan terbaru yang bernama “Bouncer” ini bertugas menemukan malware, spyware, dan trojan, serta bisa mengenali perilaku aplikasi yang mencurigakan.

“Sistem akan di-upload dan berjalan di cloud dan memonitor apa yang dilakukan aplikasi dalam lingkungan virtual,” ujar Hiroshi Lockeimer, Vice President of Engineering dari tim Android saat wawancara dengan CNet.com.

Semua aplikasi yang berjalan di infrastruktur cloud Google dan yang akan ter-install di perangkat Android, akan dianalisis oleh tim Android. Jika kode berbahaya atau perilaku yang mencurigakan terdeteksi, aplikasi akan ditandai untuk konfirmasi manual untuk menunjukkan status dari aplikasi. Jika terbukti berbahaya, aplikasi akan diblok atau dihapus dengan cepat dari Android Market.

Google memang memiliki skema yang berbeda dengan Apple untuk toko aplikasi. Apple melakukan pemeriksaan awal untuk semua aplikasi sebelum dimasukkan ke iTunes. Sedangkan Google tidak melakukan pengecekan awal untuk semua aplikasi yang masuk ke Android Market. Sehingga, Google harus selalu mengawasi semua aplikasi yang masuk ke toko aplikasinya dan melakukan scanning secara berkala.

Bukan karena klaim perusahaan antivirus

Sebelum Google mengumumkan bahwa perusahaan akan melakukan scanning secara berkala, dua perusahaan antivirus sudah menemukan bahwa aplikasi di Android Market mengandung malware.

Namun Google membantah keputusan untuk scanning ini akibat klaim tersebut.

Google secara diam-diam telah melakukan pengujian “Bouncer”. Tahap pertama dan kedua sudah dilakukan sepanjang tahun 2011.

Google menemukan penurunan jumlah download aplikasi berbahaya sebanyak 40 persen setelah sistem scan diberlakukan.

Namun Google tidak bersedia menyebut berapa banyak aplikasi yang diblokir atau dihapus setelah proses scanning.

Courtesy : KOMPAS

Mana yang Lebih Aman, Android atau iOS ?

apple-app-store-versus-google-play

McAfee merilis survei yang menunjukkan bahwa Apple iOS dinilai lebih aman dibandingkan Android. Tetapi, tidak ada perangkat mobile apa pun yang aman dari risiko, termasuk dari serangan aplikasi berbahaya (malware).

Mengutip CNet, Android dinilai paling rentan terhadap malware dengan nilai sekitar 63 persen, disusul Java ME 20 persen, Symbian 7 persen, BlackBerry OS 6 persen, dan lain-lain 4 persen. Apple iOS dinilai paling aman dari serangan malware karena pihak Apple membatasi pengguna untuk mengunduh aplikasi di App Store. Sebaliknya, Google mendistribusikan sistem operasi Android dengan platform terbuka.

Hal itu dimaksudkan agar pengguna bisa mengunduh dan mengunggah aplikasi secara mudah. Tapi risikonya, Android Market akan rawan terhadap serangan. Seperti yang terjadi Maret lalu, Android diserang oleh malware DroidDream. Google terpaksa harus menyingkirkan 58 aplikasi yang terinfeksi malware tersebut.

McAfee melihat ada pendekatan berbeda antara Apple dan Google dalam membasmi malware. Jika Apple lebih proaktif dan fokus ke pencegahan malware, Google lebih membuka sistem operasinya karena menginginkan ada banyak aplikasi baru yang dapat diciptakan dan diunduh oleh pengguna.

Namun, McAfee juga mengingatkan kepada pengguna perangkat digital agar tetap waspada saat menggunakan perangkatnya, terutama saat menghubungkan perangkat mobile dengan PC yang kemungkinan sama-sama terinfeksi malware. Apalagi, tidak semua vendor antivirus mampu mengenali virus-virus atau aplikasi malware baru yang terus diciptakan untuk merusak sistem perangkat mobile atau PC.

Courtesy : KOMPAS

Android Jadi Target Utama Serangan "Malware"

android

Pengguna ponsel Android tampaknya harus berhati-hati dan lebih meningkatkan pengamanan ponsel. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan McAfee, antivirus yang dimiliki Intel, mendapati bahwa target utama untuk malware mobile yang baru adalah kepada perangkat Android.

McAfee juga menambahkan, di kuartal ketiga tahun 2011, malware Android naik 37 persen. Meskipun lebih rendah dari kuartal kedua yang mencapai kenaikan 76 persen, namun angka ini menunjukkan malware pada perangkat Android adalah ancaman yang nyata.

Pada akhir tahun 2010, McAfee pernah memperkirakan bahwa malware akan mencapai 70 juta sampel unik hingga akhir tahun 2011, namun ternyata, belum sampai akhir tahun, 75 juta sampel malware sudah menyerang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan McAfee, pembuat malware memanfaatkan popularitas perangkat Android sekaligus kelemahan keamanannya. Salah satu bentuk penipuan bervirus yang paling populer di kuartal ketiga adalah pengirim SMS Trojan yang mengumpulkan informasi pribadi dan mencuri uang dari sana. Metode lain adalah mencuri informasi pengguna dari catatan percakapan telepon dan mengirimkannya secara otomatis kepada peretas.

Jenis lain dari serangan keamanan adalah adanya antivirus palsu. Selain itu, munculnya autorun palsu dan pencurian password juga meningkat. Sementara, spam masih tetap pada tingkat terendah sejak 2007. Untuk infeksi botnet, secara keseluruhan sedikit menurun di kuartal ketiga, namun memiliki peningkatkan signifikan di Argentina, Indonesia, Rusia, dan Venezuela.

Penelitian lain yang dilakukan Juniper Dan Hoffman, kepala analis dari lembaga analitis Jupiter menemukan pembuat virus merupakan komunitas peretas tradisional yang sangat mirip dengan kelompok peretas untuk PC. “Termasuk diantaranya anak-anak umur lima belas tahun yang sudah bisa menyembunyikan konten berbahaya ke dalam aplikasi,” jelas Hoffman.

Lebih lanjut Hoffman menyatakan, pertumbuhan eksponensial pada malware Android telah terjadi sejak bulan Juli 2011. Peretas sering membuat aplikasi bajakan yang mirip dengan aplikasi yang sah sehingga pengguna Andoroid mengunduh aplikasi yang sesungguhnya adalah virus buatan peretas.

Hal ini terjadi disebabkan oleh lemahnya pengawasan Google pada aplikasi-aplikasi yang bisa di-install di Android Market. Meski pada akhirnya Google menemukan dan menghapus beberapa aplikasi yang terbukti palsu, tetapi Google tak bisa mencegah pengguna Android yang telah terlanjur men-download virus dan terinfeksi.